GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

Work From Home, Waspada 5 Biaya Ini Jadi Bengkak!

Sudah berapa lama kamu menjalani work from home (WFH) alias kerja dari rumah?

Seperti yang kita tahu, bahwa selama pandemi virus corona (Covid-19) banyak perusahaan dan instansi yang memberlakukan work from home (WFH) alias kerja dari rumah bagi para karyawannya.

Ini sejalan dengan anjuran pemerintah untuk melakukan pembatasan fisik (physical distancing), serta penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sebagian orang mungkin sudah terbiasa atau bahkan merasa lebih nyaman dengan pola kerja dari rumah. Tanpa perlu datang ke kantor, kerja dari rumah bisa menghemat energi, waktu, serta biaya transportasi. Terutama, bagi mereka yang biasanya perlu menempuh perjalanan berjam-jam untuk sampai kantor.

Kerja dari rumah juga membuatmu lebih fleksibel mengatur jam kerja. Kamu bisa beristirahat kapan pun kamu mau selama pekerjaan bisa dituntaskan sesuai waktunya.

Namun, di balik berbagai kelebihannya, kerja dari rumah juga berisiko membuat kita jadi lebih boros, loh. Meski pengeluaran bensin atau ongkos yang terpangkas, lima pengeluaran di bawah ini justru bisa membengkak.

1. Pulsa dan kuota Internet

Koneksi Internet seolah sudah menjadi kebutuhan primer. Mulai dari berkomunikasi dengan kerabat, mencari informasi, sampai mencari hiburan di dunia maya.

Tinggal di rumah seharian pasti akan membuat pemakaian kuota Internet meningkat drastis. Selama WFH, sudah tentu kamu tak bisa mengandalkan fasilitas Internet dari kantor lagi. Alhasil, bujet kuota Internet pun ikut membengkak.

Sama halnya dengan pengeluaran pulsa telepon. Bagi kamu yang lebih nyaman berkomunikasi via telepon, selama WFH penggunaan pulsa pasti turut bertambah. Apalagi, jika saat ini kamu tinggal berjauhan dengan keluarga dan kerabat terdekat.

Untuk menyiasati bujet pulsa dan kuota Internet yang membengkak, gunakanlah Internet secara bijak.

Alokasikan kuota Internet untuk kebutuhan yang paling penting. Misalnya, menyelesaikan pekerjaan atau tugas sekolah. Kamu juga bisa mematikan fitur update aplikasi secara otomatis yang bisa menyedot kuota Internet tanpa disadari.

Selain itu, pilihlah paket Internet serta provider dengan penawaran harga terbaik yang sesuai dengan kebutuhanmu ya.

2. Listrik dan air

Diketahui dari Kompas, konsumsi listrik rumah tangga naik dari 1-3 persen selama pandemi virus corona. Wajar, selama kebijakan PSBB, besar kemungkinan seluruh anggota keluarga akan di rumah seharian.

Hal ini pasti memengaruhi penggunaan listrik di rumah. Sebut saja televisi, AC, lampu, charger gawai, game, serta peralatan elektronik lainnya.

Jelas berbeda jika kamu di kantor dan hanya menggunakan peralatan elektronik sekitar 3-5 jam sehari. Misalnya, saat pukul 6:00-7:00 sebelum berangkat kantor dan pukul 19:00-23:00 saat pulang kantor sampai waktu tidur. Begitu juga dengan air yang digunakan jauh lebih sering saat kerja di rumah.

Untuk menghemat listrik, pastikan hanya menggunakan alat elektronik saat diperlukan. Sebagai contoh, kamu cukup menyalakan AC jelang tidur hingga pagi hari, sementara siang hari kamu bisa menggunakan kipas angin yang menggunakan daya listrik jauh lebih rendah.

(Baca:

Syarat dan Cara Dapat Listrik Gratis Selama Pandemi Corona)

3. Bahan makanan

Jika biasanya kamu dapat jatah makan dari kantor, kini tentu tidak lagi. Mau tidak mau, kamu harus masak sendiri atau pesan makanan secara online.

Cara kedua tentu lebih praktis sehingga cenderung banyak dipilih. Namun, jika terlalu sering dilakukan, bisa bikin boncos.

Masak sendiri pun tak menjamin jadi lebih hemat. Sebab, kekhawatiran belanja langsung di pasar tradisional, membuat kita mulai melirik alternatif pasar atau supermarket online yang umumnya lebih mahal ketimbang belanja di pasar.

Belum lagi ada biaya ongkos kirim (ongkir) setiap kali pemesanan yang juga menambah pengeluaran.

Jika ingin menghemat atau setidaknya menjaga pos pengeluaran ini tidak bengkak, lakukanlah pembelanjaan dengan cara terukur. Perkirakan kebutuhan selama sebulan, mulai dari beras, minyak, gula, serta sayur-sayuran. Pertimbangkan pula masa berlaku bahan makanan yang akan dibeli.

Misalnya, jangan membeli sayuran yang cepat layu dalam jumlah yang banyak. Jika sudah, buatlah daftar catatan sebelum belanja agar tak ada kebutuhan yang tertinggal.

Jadi, kamu tidak perlu khawatir harus bolak-balik ke pasar atau memesan secara online berkali-kali sehingga dapat menghemat ongkir.

(Baca:

Tips Belanja Bahan Makanan Buat Seminggu yang Hemat dan Aman)

4. Pembelian impulsif

Pembelian impulsif (impulsive buying) adalah keputusan membeli yang dilakukan secara tiba-tiba alias tanpa pikir panjang. Maka, tidak heran jika biasanya barang yang dibeli bukan berdasarkan kebutuhan.

Lalu, apa hubungannya working from home dengan pembelian impulsif?

Tak bisa dipungkiri, kebijakan work from home membuat sebagian orang merasa bosan. Apalagi, jika kamu tinggal sendirian atau jauh dari keluarga.

Menurut penelitian dari Journal of Retailing and Consumer Services di Swedia, rasa bosan dapat memicu pembelian impulsif, serta membuatmu mudah tergoda dengan promo belanja, seperti diskon dan gratis ongkir, loh.

Coba ingat-ingat, dalam sebulan ke belakang, sudah ada pembelian impulsif atau belanja barang random yang berakhir penyesalan gak?

Kalau belum, selamat! Berarti, kontrol dirimu masih bagus. Tapi, kalau sudah,

sebaiknya jangan diulangi lagi ya.

5. Biaya langganan streaming film

Selama WFH, sudah langganan layanan streaming film apa saja, nih?

Kalau merasa bujet hiburan bertambah karena biaya langganan ini, kamu tidak sendirian. Apalagi, saat ini tersedia banyak layanan streaming dengan pilihan film yang menarik. Mulai dari Netflix, Viu, Iflix, HBO, Hooq, dan masih banyak lagi.

Sebagian besar orang mengisi waktu luang selama #dirumahaja dengan menonton film, TV series, ataupun drama Korea. Bahkan, dilansir dari CNN, jumlah pengguna layanan streaming di beberapa negara meningkat lebih dari 70 persen.

Sah-sah kok mengeluarkan bujet lebih buat langganan streaming film. Selain sebagai hiburan agar tidak suntuk meski #dirumahsaja, nonton film di rumah juga dapat menjadi momen kumpul keluarga.

Ini baru jadi masalah kalau pengeluaran sudah lebih besar dari pemasukan. Misalnya, bayar tagihan langganan pakai duit pinjaman atau pay later. It’s a big no!

Saat work from home, biasanya muncul beberapa kebiasaan baru yang berdampak pada keuangan. Bukan cuma kamu, caramu mengatur keuangan juga perlu penyesuaian.

Misalnya, sesuaikan alokasi keuangan dengan kondisi saat ini. Dengan begitu, pengeluaran yang dilakukan tetap dapat terukur. Terakhir, lakukan evaluasi keuangan secara rutin agar kondisi finansial tetap aman.

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site