GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

Waspada! Kenali 8 Ciri Pinjaman Online Ilegal Ini

Jumlah platformpinjaman online (pinjol) terus bertambah. Sebagai sumber dana alternatif, pinjol memang memberikan kemudahan dan kepraktisan kepada masyarakat yang membutuhkan uang dengan cepat. Tapi, tidak semua orang mampu mengenali ciri-ciri pinjaman online ilegal yang tidak memiliki izin operasi.

Satgas Waspada Investasibahkan menyatakan banyak pinjaman online ilegal yang bermunculan sejak pandemi Covid-19 berlangsung. Pinjol-pinjol tak berizin itu sengaja mengincar masyarakat yang mengalami kesulitan keuangan karena pendapatannya terdampak perlambatan ekonomi. Per September 2020, ditemukan 126 pinjol ilegal, 32 entitas investasi dan 50 perusahaan gadai tanpa izin.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan financial technology (fintech) lending dan tawaran investasi ilegal yang diberikan juga hanya merugikan masyarakat. Misalnya, bunga yang diberikan lebih tinggi dari ketentuan atau penagihannya menggunakan debt collector.

Laporan ini pun sudah disampaikan kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk pemblokiran akses di internet dan jaringan seluler serta Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum.

Dengan tambahan 126 pinjol ilegal ini, maka secara total selama periode 2018 hingga September 2020 sudah ada 2.840 pinjol ilegal yang ditangani oleh Satgas Waspada Investasi. Jumlah ini tentu tidak main-main banyaknya. Jika tiap pinjol ilegal bisa menjaring 20 nasabah saja, maka total ada 5.680 orang yang tertipu. Belum termasuk potensi kerugian keuangan yang terjadi.

Lalu, bagaimana cara mengenali pinjol ilegal supaya kita bisa meminjam dana dengan tenang? Ini dia ciri-cirinya:

1. Tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Kalau pinjol yang akan kamu gunakan jasanya ternyata tidak tercantum di daftar OJK, maka bisa dipastikan itu adalah pinjol ilegal. Disebut ilegal karena tidak terdaftar dan tidak memiliki izin operasi.

Kenapa harus meminjam di pinjol yang sudah terdaftar? Hal ini untuk memastikan platform tersebut benar-benar aman dan beroperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia, baik dalam hal pencairan pinjaman, pembayaran cicilan, maupun perlindungan data pribadi kamu.

Untuk mengetahui apakah pinjol tertentu sudah mendapatkan tanda daftar atau izin operasi dari OJK, kamu tinggal mengeceknya di situs resmi OJK. Data di OJK selalu berubah sesuai jumlah pinjol yang baru mendapatkan tanda daftar maupun yang baru memperoleh izin operasi. Terkadang, pinjol nakal sengaja mengubah namanya berkali-kali supaya bisa mengelabui masyarakat dan tidak terdeteksi oleh OJK maupun aparat berwajib lainnya. Biasanya, daftar ini diperbarui setiap bulan.

(Baca:

Ini Pentingnya Memilih Pinjaman Online yang Terdaftar di OJK)

2. Tidak terdaftar di Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (AFPI)

pinjaman-online-ilegal

AFPI adalah asosiasi resmi yang diakui dan ditunjuk OJK untuk mengawasi serta mengarahkan setiap kegiatan penyelenggaraan layanan pinjol. Jadi, para anggota AFPI sudah pasti merupakan pinjol yang legal. Dengan demikian, para pengguna layanan fintechlending yang menggunakan jasa anggota-anggota AFPI dijamin bertransaksi dengan pinjol resmi.

Saat ini, ada 156 pinjol yang bergabung dengan AFPI. Kamu bisa melihat daftar anggota AFPI di sini, lengkap dengan profil dan alamat masing-masing perusahaan.

3. Identitas dan alamat kantor tidak jelas

Pinjol resmi pasti memiliki website dan media sosial yang aktif karena digunakan sebagai alat promosi produk serta edukasi keuangan kepada masyarakat. Pinjol yang legal pun pasti menggunakan website atau aplikasi mereka sebagai media bertransaksi dengan peminjam maupun investornya, karena fintech tidak melakukan transaksi secara tatap muka langsung dengan para nasabahnya.

Alamat kantor serta profil perusahaannya pun semestinya jelas, supaya bisa menarik calon nasabah. OJK juga mensyaratkan kejelasan identitas dan alamat kantor sebagai bagian dari pengawasan terhadap pinjol yang bersangkutan.

4. Tidak memberikan persyaratan peminjaman apapun

Meski keunggulan pinjol adalah akses yang mudah bagi masyarakat yang membutuhkan dana cepat, tetapi bukan berarti tidak ada persyaratan apapun yang harus dipenuhi oleh calon peminjam. Karena, tidak semua orang layak untuk mendapatkan dana yang diajukan. Sayangnya, hal ini kemudian dimanfaatkan oleh pinjol ilegal dengan memberikan janji dana cepat cair, bahkan hanya dalam waktu belasan menit.

Jika pinjol yang kamu tuju memang resmi, maka kamu pasti diminta untuk menyerahkan dokumen identitas diri sebagai bentuk verifikasi kelayakan. Hal ini diperlukan sebagai bentuk mitigasi risiko supaya pihak pinjol pun mendapatkan kepastian pembayaran angsuran dari pihak peminjam. Jadi waspada kalau kamu menemukan pinjol yang tidak memberikan syarat apapun untuk meminjamkan uang ke nasabah. Ini tandanya ada yang tidak beres.

5. Menerapkan bunga tinggi

Bunga yang diterapkan pinjol memang lebih tinggi dibandingkan bunga di perbankan. Hal ini karena risiko kredit macet nasabah yang ditanggung pinjol lebih besar. Selain karena faktor kemudahan pencairan dana, dana yang digunakan oleh pinjol untuk disalurkan sebagai pinjaman pun bersumber dari investor, baik individu maupun perusahaan.

Namun, hati-hati kalau bunga yang diberikan oleh pinjol yang akan kamu gunakan lebih tinggi dari 0,8% per hari atau 24% sebulan. OJK memang tidak mencantumkan batasan besaran bunga di aturan terkait P2P Lending, tetapi hal ini merupakan bagian dari kode etik AFPI yang sudah diketahui oleh OJK.

Sebelumnya, banyak pinjol yang menerapkan bunga 1% per hari atau setara dengan 30% sebulan. Besaran tersebut dinilai terlalu besar dan memberatkan peminjam.

6. Meminta informasi pribadi dan meretas data

pinjaman-online-ilegal

Pinjol resmi umumnya hanya meminta informasi yang ada di KTP peminjam, nomor telepon aktif, serta alamat surat elektronik. Terkadang ada yang meminta nomor rekening, tetapi hanya digunakan untuk mengecek riwayat kredit calon peminjam.

Jadi, kalau ada pinjol yang meminta informasi di luar ini, kamu patut curiga. Periksa lagi identitas platform tersebut dan cek ulang alamat kantornya. Jangan sampai kamu malah tertipu, alih-alih mendapatkan pinjaman justru uang kamu yang terkuras.

Selain itu, ada banyak kasus di mana pinjol ilegal meretas handphone milik nasabahnya dan mengakses daftar kontak di ponsel tersebut tanpa sepengetahuan atau seizin nasabah. Kemudian, pihak pinjol menghubungi orang-orang di daftar kontak itu dan meminta, bahkan meneror, mereka untuk memberitahu peminjam agar segera membayar utangnya. Padahal, orang-orang ini tidak tahu menahu dan tidak berkaitan sama sekali dengan pinjaman yang dilakukan oleh nasabah terkait. AFPI sudah menyatakan pinjol yang menjadi anggotanya tidak lagi menerapkan sistem seperti ini.

7. Meminta uang muka

Pinjol resmi tidak pernah meminta uang muka sebagai syarat pencairan dana pinjaman. Memang biasanya ada biaya administrasi, misalnya untuk materai, tetapi jumlahnya tentu tidak seberapa. Kalau kamu dimintai uang muka, berapapun jumlahnya, langsung laporkan ke pihak berwajib ya.

(Baca:

4 Tips Memilih Pinjaman Online yang Aman dan Terpercaya)

8. Denda keterlambatan pembayaran tidak jelas

Pinjol resmi sudah dibatasi untuk menetapkan denda keterlambatan angsuran maksimal 100% dari pokok pinjaman. Misalnya, kalau kamu meminjam Rp 2 juta dan ada tunggakan cicilan, maka denda maksimalnya adalah Rp 2 juta. Jadi, yang harus dibayarkan ke pinjol adalah Rp 4 juta.

Informasi mengenai keterlambatan pembayaran angsuran semestinya sudah disampaikan juga oleh pihak pinjol ketika terjadi kesepakatan dengan peminjam. Dengan demikian, informasinya menjadi jelas bagi kedua belah pihak dan mengurangi risiko kredit macet.

Mengutip CNBC, pinjol hanya bisa menagih cicilan yang tertunggak maksimal 90 hari. Setelahnya, pinjaman tersebut tidak bisa lagi ditagih atau hangus. Menurut OJK, hal ini merupakan bagian dari risiko P2P Lending.

Namun, bukan berarti si peminjam bisa bebas meminjam di tempat lain. Mereka akan masuk daftar hitam alias tidak akan bisa lagi mendapatkan pinjaman dari pinjaman online maupun perbankan.

Kalau kamu mencurigai atau menemukan pinjol ilegal, segera laporkan ke OJK atau Satgas Waspada Investasi melalui tautan ini, nomor telepon 021-1500665, atau melalui surel di alamat waspadainvestasi@ojk.go.id. Walaupun membutuhkan dana cepat, jangan terburu-buru dalam memilih pinjoldan cocokkan delapan ciri pinjaman online ilegal ini dengan pinjol tersebut. Selalu waspada sebelum meminjam dana ya.

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked
Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site