GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

Waduh, Keamanan Keuangan Orang Indonesia Turun karena Corona

Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal di hidup kita. Bukan hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga keuangan. Tidak sedikit yang merasa kondisi keuangannya sekarang tidak bisa menjamin pemenuhan kebutuhan hidupnya untuk jangka panjang. Bagaimana dengan kamu?

Kalau kamu merasakan hal yang sama, kamu tidak sendiri. Laporan Financial Health Index (FHI) 2020 yang diluncurkan GoBear baru-baru ini menunjukkan bahwa rasa aman terhadap kondisi keuangan yang dimiliki masyarakat Indonesia memang mengalami penurunan. Pada 2020, skor keamanan finansial (financial security) Indonesia adalah 54%, turun dari skor tahun lalu yang sebesar 57%.

Skor ini sama dengan skor yang diraih Vietnam dan skor keseluruhan Asia Pasifik. Skor terbesar dipegang oleh Singapura, dengan 59%.

Di Indonesia, GoBear melakukan survei FHI terhadap lebih dari 1.000 responden. Berdasarkan survei GoBear, hanya 11% responden yang merasa sangat aman dengan kondisi finansialnya. Jumlah ini turun 2% dari tahun sebelumnya.

Dari skor 1-10, dengan 1 sebagai tanda paling tidak aman dan 10 sebagai perasaan sangat aman, persentase responden yang memilih skor 8 juga turun dari 26% menjadi 24%. Bahkan, jumlah responden yang sebelumnya memilih skor 9 juga berkurang drastis dari 18% menjadi hanya 11%.

Hasil survei GoBear juga memperlihatkan hanya 32% responden yang saat ini masih memiliki keuangan yang mencukupi plus dana cadangan. Meski demikian, jumlah ini turun sampai 14% dari hasil survei 2019.

Kemudian, jumlah responden yang harus memangkas pengeluarannya demi memenuhi kebutuhan hidup, naik dari sebelumnya 11% menjadi 24%. Kelompok yang tidak bisa mencukupi kebutuhannya dengan penghasilan yang diperoleh saat ini pun bertambah dari 2% menjadi 3%. Dari tiga kelompok ini, terlihat kalau ada indikasi penurunan pendapatan yang cukup besar.

keamanan keuangan

Untuk menambal kurangnya pemasukan, ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat. Selain berhemat ekstra, metode seperti menggunakan tabungan, menggunakan fitur dana tunai di kartu kredit, serta mengandalkan subsidi pemerintah menjadi jalan keluar. Padahal, tidak sedikit yang sebelumnya sudah memiliki utang sehingga bebannya pun bertambah.

Data ini menunjukkan bahwa kondisi keamanan finansial masyarakat Indonesia sekarang lebih buruk dibandingkan dengan tahun lalu. Rupanya, situasi ini disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Survei GoBear memperlihatkan sebanyak 43% masyarakat Indonesia menilai pandemi sebagai ancaman terbesar terhadap kondisi keamanan finansial mereka.

(Baca:

Ternyata, Ini Lho Skor Kesehatan Keuangan Indonesia di 2020)

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Keuangan RakyatIndonesia

Karena pandemi membatasi mobilitas dan aktivitas masyarakat, maka banyak sektor perekonomian yang tidak bisa lagi berjalan seperti sebelumnya atau bahkan berhenti total. Sektor yang paling terdampak contohnya pariwisata dan hiburan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 2,97%dan bahkan memburuk sampai minus 5,32%pada kuartal berikutnya. Situasi ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi hampir di seluruh dunia, dan diperkirakan baru mulai pulih pada 2021.

Lebih lanjut, terganggu atau berhentinya aktivitas bisnis membuat tingkat pengangguran di Indonesia meningkat. Mengutip Detik.com, Kementerian Ketenagakerjaan menyebutkan total pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) maupun dirumahkan sudah mencapai 3,5 juta orang. Jumlah ini belum termasuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang sebanyak 6,3 juta orang.

Demi mencukupi kebutuhan hidup, masyarakat Indonesia pun menjadi lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan selama pandemi. Hal ini ditunjukkan dengan 82% responden mengatakan jauh lebih hati-hati dalam mengelola keuangannya. Hanya 5% yang sangat minim atau bahkan sama sekali tidak melakukan pengelolaan finansial yang lebih hati-hati.

keamanan keuangan

Pandemi Covid-19 seakan menjadi momen yang menyadarkan kita akan kondisi keuangan riil yang kita miliki dan apa prioritas sebenarnya. Apalagi, masih ada ancaman hilangnya pendapatan karena gaji dipotong, PHK, atau perusahaan tutup. Oleh karena itu, survei Gobear juga berusaha mencari tahu prioritas keuangan masyarakat Indonesia selama pandemi.

Hasilnya,makanan, kesehatan, dan kebutuhan esensial lainnya menjadi tiga kategori teratas dalam daftar pengeluaran prioritas masyarakat sejak pandemi berlangsung. Sementara itu, pengeluaran untuk layanan keuangan, pembayaran utang, restrukturisasi utang, dan properti tidak menjadi fokus utama.

Menariknya, dengan masuknya kategori kesehatan dalam daftar prioritas pengeluaran menunjukkan bahwa masyarakat makin sadar bahwa kesehatan adalah hal yang tidak bisa diabaikan dan bahkan bisa mengancam kondisi keamanan keuangan. Dalam hal finansial, hal ini bisa berarti minat untuk memiliki asuransi makin tinggi, makin rajin berolahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh, atau naiknya pengeluaran untuk membeli suplemen serta vitamin.

(Baca:

Yuk, Cek Skor Literasi Keuangan Indonesia di 2020!)

Saatnya Benahi Keuangan!

Perencana keuangan Tejasari Assad mengatakan keamanan finansial masyarakat Indonesia makin terganggu saat pandemi karena banyak yang sebelumnya sudah terbebani dengan utang dan tidak mengelola keuangannya dengan baik walaupun memiliki pendapatan yang cukup besar. Akibatnya, banyak yang akhirnya hanya mengandalkan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dia juga sepakat kalau sekarang adalah momen yang tepat untuk membenahi keuangan, sehingga tingkat keamanan finansial bisa membaik ke depannya. Kalau masih memiliki pendapatan lebih, maka menyisihkannya untuk tabungan menjadi hal wajib. Apalagi, pandemi ini masih belum diketahui kapan akan berakhir.

“Sekarang juga harus bisa menciptakan penghasilan sendiri. Misalnya, mencari pekerjaan tambahan atau berjualan. Bagaimana caranya agar ada income,” katanya.

Setelah melihat FHI 2020 ini, apakah kamu termasuk yang masih merasa sangat aman dengan kondisi keuangannya sekarang atau justru berada di kelompok yang merasa sangat tidak aman? Apa cara kamu untuk menjaga agar keuanganmu tetap kuat saat ini? Dampak pandemi memang cukup besar, tetapi jangan sampai putus harapan. Cek terus informasi dari GoBear untuk membantumu menjaga keamanan finansial saat ini dan ke depannya.

keamanan keuangan

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked
Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site