GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

Tips Belanja Bahan Makanan Buat Seminggu yang Hemat dan Aman

Ada berbagai tips belanja untuk menghemat pengeluaran. Tapi, di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, selain berhemat, kamu juga perlu belanja kebutuhan makanan secara aman.

Bagi ibu rumah tangga, hal ini bisa bikin kepala pusing. Sebab, untuk mencegah penyebaran virus corona, semua warga Indonesia dianjurkan untuk tetap berada di rumah. Jaga jarak dan jaga kesehatan.

Tapi biar bagaimana pun, persediaan bahan makanan dan kebutuhan pokok tetap harus terpenuhi. Dengan anjuran untuk tetap di rumah, apa jadinya kalau persediaan mulai menipis, bahkan sampai habis?

Kehabisan stok makanan saat sedang melakukan isolasi diri secara mandiri memang mengkhawatirkan. Hal ini membuat beberapa orang mulai melakukan panic buying. Padahal, bukan hanya rentan pemborosan, panic buying juga dapat menyusahkan banyak orang.

Memang, idealnya kamu tidak bepergian selama masa pandemi. Tapi untuk keperluan mendesak, seperti belanja kebutuhan sehari-hari, kamu masih bisa pergi ke supermarket secara aman, tanpa perlu melakukan panic buying, loh.

Mau tahu caranya? Coba enam tips belanja untuk stok selama seminggu secara aman dan tetap hemat berikut ini.

6 Tips belanja untuk seminggu, hemat dan aman selama pandemi virus corona

1. Tentukan menu masakan selama seminggu

Menu masakan sering jadi persoalan bagi beberapa orang, terutama para ibu. Daripada setiap hari harus memikirkan masakan yang akan dibuat, lebih baik sediakan satu waktu untuk menentukan menu masakan selama seminggu.

Perencanaan menu masakan dapat membantumu mengetahui stok bahan makanan yang benar-benar diperlukan. Jadi, tak ada sayuran atau bahan makanan yang busuk dan terbuang karena terlalu lama tak diolah. Tips belanja satu ini juga memudahkanmu dalam membuat daftar belanjaan.

Supaya tak bosan, jangan ragu untuk mencoba menu-menu baru. Dengan memasak menu yang berbeda, nutrisi yang didapatkan pun bisa lebih beragam.

Untuk mendapatkan inspirasi, kamu bisa mencari berbagai resep masakan secara online di media sosial ataupun di buku resep masakan.

2. Tulis daftar belanjaan di kertas

Kunci belanja yang paling efektif adalah mengetahui barang yang akan dibeli. Ini dapat mencegah kamu membeli barang yang tidak diperlukan atau justru melupakan barang yang dibutuhkan.

Jadi, bujet belanja bisa lebih terkontrol.

Punya daftar belanjaan juga bikin waktu yang kamu habiskan di supermarket lebih efisien. Kamu jadi tak perlu berlama-lama di area supermarket sehingga kemungkinan terpapar virus corona menjadi lebih rendah.

Jika biasanya kamu mencatat daftar belanjaan di ponsel, kali ini buatlah di secarik kertas. Tujuannya, untuk menghindari penyebaran partikel virus ke ponsel. Selain itu, catatan dalam kertas bisa langsung dibuang setelah selesai digunakan.

(Baca: 7 Kartu Kredit Terbaik 2019 Buat Belanja di Supermarket)

3. Hindari belanja pada jam-jam sibuk

Saat ini beberapa pusat perbelanjaan telah memberlakukan batasan jumlah penggunjung dalam satu waktu. Pengunjung akan mendapatkan nomor antrean untuk masuk ke dalam supermarket secara bergantian.

Jika supermarket langgananmu sudah menerapkan aturan ini, maka praktik physical distancing bakal lebih mudah untuk dilakukan.

Tapi jika belum, kamu bisa menyiasatinya dengan belanja pada waktu yang tepat alias saat supermarket sedang sepi pengunjung.

Datanglah saat supermarket baru saja buka atau jelang waktu tutup. Sebab, biasanya pada jam-jam tersebut, supermarket tidak terlalu ramai pengunjung. Sebaliknya, hindari datang ke supermarket pada jam-jam sibuk, seperti saat akhir pekan atau sore menjelang malam pada hari kerja.

Selain mengantisipasi virus corona, cara ini juga bisa menghindarkan kamu dari antrean panjang di kasir. Jadi bisa hemat waktu dan juga tenaga.

4. Bawa selalu hand sanitizer

Menurut informasi dari organisasi kesehatan dunia atau WHO, virus corona dapat bertahan di permukaan barang selama beberapa jam atau bahkan hari.

Artinya, barang yang terkontaminasi virus corona dari droplet atau percikan cairan orang yang terinfeksi ketika batuk dan bersin dapat menyebabkan penularan virus ke orang yang belum terinfeksi.

Nah, saat belanja di supermarket, kamu mungkin akan menyentuh berbagai barang, mulai dari pegangan pintu, keranjang atau troli belanja, rak, sampai kemasan makanan.

Untuk itu, bawa hand sanitizer selalu dan gunakanlah usai belanja. Setibanya di rumah, jangan lupa segera cuci tangan dan berganti pakaian.

5. Bersihkan barang belanjaan

Tidak seperti bakteri, virus corona tidak bertahan pada makanan. Namun, tidak menutup kemungkinan, virus corona melekat pada kemasan barang belanjaan, seperti kantong plastik.

Oleh sebab itu, sebaiknya segera semprotkan cairan disinfektan pada kemasan barang belanjaan saat tiba di rumah.

Tenang, tak perlu keluar bujet besar untuk cairan disinfektan rumahan, sebab kamu dapat membuatnya sendiri hanya dengan mencampurkan 20 ml Bayclin atau 40 ml Wipol dengan satu liter air.

6. Gunakan pembayaran non-tunai

Ada berbagai keuntungan yang bisa diperoleh dari pembayaran non-tunai.

Pertama, pengeluaran yang dilakukan tercatat rapi dalam aplikasi maupun riwayat transaksi. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah memonitor dan mengevaluasi pengeluaran rutin yang dilakukan.

Kedua, pembayaran non-tunai lebih praktis dibandingkan pembayaran tunai. Kamu tak perlu belanja dengan dompet tebal berisi banyak uang kertas. Saat transaksi di kasir, prosesnya pun bakal jadi lebih cepat.

Ketiga, pada masa pandemi seperti sekarang ini, pembayaran non-tunai lebih aman bagi kesehatan. Sebab, virus corona juga dapat bertahan pada permukaan kertas.

Dengan membayar secara cashless, tidak ada perpindahan uang antara kamu dan petugas kasir sehingga penyebaran virus pun bisa dihindari.

Untuk menjaga bahan makanan bisa bertahan selama seminggu, tentu ada trik penyimpanan yang perlu diperhatikan. Misalnya, untuk sayur-sayuran, seperti kangkung atau bayam, simpanlah di dalam wadah kedap udara yang sudah dialasi tisu atau kain bersih.

Selain enam tips belanja di atas, kamu pun bisa belanja bahan makanan secara online. Apalagi saat ini, sejumlah supermarket sudah menyediakan layanan pembelian secara online.

Selain itu, kamu juga bisa mencari opsi tempat belanja bahan makanan dari pasar tradisional yang telah berafiliasi dengan ecommerce, seperti Shopee dan Tokopedia.

(Baca:

Kartu Kredit Citi Cash Back, Banjir Cashback Buat Belanja!)

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site