GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

Ternyata, Ini Lho Skor Kesehatan Keuangan Indonesia di 2020

Seberapa yakin kamu dengan kesehatan keuangan kamu sekarang dan masa depan? Percaya tidak percaya, orang Indonesia termasuk salah satu yang paling optimistis terhadap kondisi keuangannya. Tapi, data dari GoBear Financial Health Index menunjukkan keyakinan ini tak selalu sejalan dengan kenyataan.

Financial Health Index (FHI) adalah laporan hasil survei yang menunjukkan bagaimana masyarakat di Asia mengatur keuangan mereka. Survei tahunan ini dilakukan atas sekitar 1.000 responden di rentang usia 18-65 tahun yang memiliki akses terhadap internet. Secara keseluruhan, ada enam kawasan yang disurvei, yaitu Indonesia, Singapura, Hong Kong, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Ada tiga pilar utama yang menjadi komponen indeks ini, yaitu literasi keuangan, keamanan finansial, dan inklusi keuangan. Hasilnya tentu berbeda-beda di tiap negara. Tapi, Singapura masih mempertahankan posisi juara umum setelah menghasilkan skor tertinggi di seluruh kategori, sama seperti tahun lalu.

Skor Kesehatan Keuangan Indonesia

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Nah, skor total Indonesia ternyata hanya 59% pada 2020, turun dari FHI tahun lalu yang sebesar 60%. Jika dibandingkan dengan lima kawasan lainnya, skor Indonesia sama dengan Thailand dan Vietnam. Skor Indonesia masih jauh di bawah Singapura yang memiliki skor 67%.

kesehatan keuangan indonesia

(Baca:Belum Melek Finansial, Ini Skor Literasi Keuangan Orang Indonesia)

Jika dibandingkan dengan skor rata-rata Asia Pasifik yang sebesar 62%, skor Indonesia ini juga masih berada di bawahnya.

Kalau dilihat per kategori, hanya skor literasi keuangan Indonesia yang mengalami peningkatan dalam FHI 2020, itu pun masih di bawah Asia Pasifik yang sebesar 70%. Tahun ini, skor Indonesia adalah 67% atau sedikit di atas pencapaian tahun lalu yang sebesar 66%. Skor literasi keuangan Indonesia ini hanya lebih baik dari Vietnam, yang skornya 64%.

Meski demikian, skor inklusi keuangan turun dari 45% menjadi hanya 44%. Dengan skor ini, posisi Indonesia hanya lebih baik dari Filipina yang memiliki skor 37%. Bahkan, Indonesia ada di bawah Vietnam yang skornya 46%.

Adapun skor keamanan keuangan bahkan turun lebih besar lagi, yakni menjadi 54% dari tahun lalu yang sebesar 57%. Meski skor ini sama dengan nilai rata-rata Asia Pasifik, tetapi masih cukup jauh di bawah Singapura yang memiliki skor tertinggi, yaitu 59%.

Penurunan Skor Keamanan Keuangan karena Covid-19

kesehatan keuangan indonesia

Secara keseluruhan, skor keamanan keuangan seluruh negara yang disurvei memang mengalami penurunan. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, penurunan skor yang dialami Indonesia di kategori ini adalah yang kedua terbesar setelah Thailand, yang turun dari 55% menjadi 50%.

Pandemi corona menjadi faktor terbesar turunnya skor keamanan keuangan ini. Temuan GoBear menunjukkan bahwa meski orang Indonesia masih tetap optimistis terhadap keamanan finansialnya, situasi ekonomi sekarang menjadi semacam alarm untuk mengevaluasi kembali kondisi keuangan masing-masing.

Sebanyak 8 dari 10 responden mengatakan situasi saat ini membuat mereka lebih hati-hati dalam mengelola keuangan. Sementara itu, sekitar 5 dari 10 responden mengungkapkan kondisi keuangan mereka terancam karena situasi saat ini, sehingga membuat mereka merasa tak aman dalam hal finansial.

Kemudian, selain situasi ekonomi yang masih serba tak pasti, masyarakat Indonesia menyebutkan beban utang atau pinjaman sebagai hal yang mengancam keamanan finansial mereka.

Perencana keuangan Tejasari Assad mengatakan pandemi Covid-19 memang menyadarkan banyak orang terhadap kondisi keuangan mereka yang sebenarnya. Tidak sedikit masyarakat yang tidak memiliki dana cadangan ketika situasi ekonomi memburuk sehingga keamanan finansialnya terganggu.

“Banyak masyarakat Indonesia yang hanya mengandalkan penghasilan atau gaji. Mereka tidak punya dana darurat dan keuangannya tidak dikelola dengan matang,”katanya.

(Baca:

Dana Darurat itu Penting! Ini Cara dan Tempat Menyiapkannya)

Selain itu, banyak yang tingkat konsumsinya lebih tinggi dibandingkan untuk menabung atau berinvestasi, termasuk mereka yang masih berusia muda. Akibatnya, ketika situasiserba tidak pasti seperti sekarang, mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tejasari menambahkan, kondisi ini menjadi lebih buruk bagi masyarakat yang sebelumnya sudah memiliki utang cukup besar, baik kepada bank maupun pinjaman online (pinjol). Utang ini tidak melulu berupa uang, tetapi juga bisa berbentuk kredit mobil, rumah, atau lainnya.

“Kalau utang ke bank masih bisa direstrukturisasi atau dapat relaksasi. Utang ke pinjol ini yang cukup sulit,” kata Tejasari.

Dia mengatakan sekarang adalah momentum untuk memperbaiki kondisi kesehatan keuangan. Caranya dengan mengatur kembali pembayaran utang, perkuat keuangan dengan menyisihkan pemasukan untuk dana darurat atau tabungan, dan mencari penghasilan tambahan.

Apakah hasil FHI GoBear ini sesuai dengan kondisi keuangan kamu sekarang? Kalau iya, berarti sudah waktunya untuk bangun dan mengatur kembali kondisi finansial kamu.

Kalau kamu merasa masih aman dan sehat secara keuangan, selamat! Jangan kendor dalam mengatur kesehatan keuanganmu ya!

kesehatan keuangan indonesia

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked
Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site