GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

Relaksasi Kredit Diperpanjang, Bagaimana Cara Mengajukannya?

Pandemi Covid-19 yang berlangsung lebih lama dari perkiraan membuat pemerintah memutuskan untuk memperpanjang masa relaksasi atau keringanan kredit. Sekarang, nasabah yang keuangannya benar-benar terganggu dan masih kesulitan membayar cicilan, bisa mengajukan keringanan lagi. Bagaimana cara mengajukannya?

Keringanan pembayaran kredit ini dimulai pada April 2020 dan berlaku bagi nasabah perbankan maupun multifinance. Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020, bank diperkenankan menerapkan kebijakan yang mendukung bagi debitur yang terkena dampak penyebaran Covid-19, termasuk debitur yang berskala Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Sementara itu, landasan hukum untuk perusahaan pembiayaan adalah POJK Nomor 14/POJK.05/2020.

Mengacu ke duaaturan itu, restrukturisasi atau perubahan struktur kredit yang dapat meringankan nasabah dilakukan dengan beberapa cara. Skema keringanan bisa berbentuk penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit, dan konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara dan atau lainnya sesuai kesepakatan baru.

Jadi, bisa saja satu nasabah mendapatkan penurunan suku bunga, sedangkan nasabah lain memperoleh perpanjangan jangka waktu pinjaman.

Dalam dua aturan itu, disebutkan bahwa kebijakan ini diterapkan untuk kredit atau pembiayaan dengan plafon hingga Rp10 miliar. Selain bagi UMKM, prioritas juga diberikan kepada para pekerja informal dan mereka yang berpenghasilan harian.

Lalu, bagaimana cara mendapatkan keringanan kredit bagi yang belum pernah mengajukannya? Caranya sebenarnya mudah sekali, yaitu tinggal bertanya langsung ke pihak bank.

Debitur sebenarnya tidak perlu datang langsung ke bank demi meminimalisir kemungkinan penyebaran Covid-19. Tunggu serta ikuti pengumuman yang disampaikan bank melalui laman resmi atau call center resmi mereka.

(Baca:

Daftar Call Center Bank di Indonesia, Lengkap!)

Meski demikian, kalau kamu merasa tidak yakin pinjaman yang sudah diajukan bisa mendapat restrukturisasi, kamu bisa menghubungi pihak bank terkait untuk memastikan apakah kamu masuk dalam daftar relaksasi ini. Selain menghubungi call center, akan lebih baik kalau menghubungi staf yang dulu mengurus pengajuan kreditmu. Bank akan meminta nasabahnya untuk mengunduh dan mengisi formulir khusus untuk diserahkan kepada staf atau Relationship Manager (RM) yang selama ini berhubungan denganmu.

relaksasi-kredit

Hal yang sama juga berlaku bagi para nasabah perusahaan pembiayaan.

Kalau pembayaran cicilan nasabah selama ini selalu lancar, dalam artian tidak ada tunggakan, tidak pernah menunggak, atau tidak pernah terlambat membayar, maka kemungkinan besar pengajuan yang dilakukan akan diterima. Hal ini sesuai dengan prinsip kehati-hatian yang ditekankan oleh OJK. Jangan sampai program ini justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang sebenarnya tidak layak mendapatkan keringanan karena tidak terdampak oleh pandemi.

Aturan ini sebenarnya hanya berlaku sampai 31 Maret 2021, atau setahun setelah ketentuan tersebut dirilis.Tapi, OJK kemudian mengatakan siap memperpanjang kebijakan restrukturisasi ini sampai 2022 kalau memang diperlukan. Berdasarkan data OJK seperti dikutip dari CNBC, restrukturisasi cicilan perbankan sudah diberikan kepada 7,38 juta nasabah dengan nilai Rp 884,46 triliun. Untuk nasabah multifinance, sudah diberikan kepada 4,63 juta nasabah dengan nilai Rp 170,17 triliun.

Nah, bagi nasabah yang masa restrukturisasinya sudah atau akan jatuh tempo tetapi masih kesulitan kalau kembali membayar cicilan secara penuh, maka mereka bisa mengajukan perpanjangan. Caranya sama saja dengan ketika mengajukan keringanan pertama kali, yaitu tinggal menghubungi pihak bank atau multifinance dan jelaskan kondisi yang dialami saat ini. Jika bank atau multifinance bisa memverifikasi apa yang disampaikan nasabah, maka keringanan kredit pun akan diperpanjang sampai periode tertentu.

Perlu diperhatikan juga bahwa persyaratan maksimal plafon Rp 10 miliar bukanlah harga mati. Artinya, tidak ada salahnya untuk bertanya ke pihak bank atau perusahaan pembiayaan mengenai peluang apakah kamu juga mendapatkan relaksasi.

Selain itu, mekanisme dan penilaian apakah seorang nasabah bisa mendapatkan keringanan atau tidak bisa saja berbeda di tiap bank atau multifinance, tergantung kepada kebijakan internal perusahaan.

Khusus untuk Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), OJK sudah melarang perusahaan pembiayaan untuk menggunakan jasa debt collector dan menarik paksa kendaraan nasabah. Jadi, kalau kamu menemukan pelanggaran seperti ini, laporkan saja ke aparat berwajib dan OJK.

Nasabah pun diharapkan hanya mengikuti informasi resmi dari pihak bank atau perusahaan pembiayaan. Ini penting supaya masyarakat tidak termakan hoaks.

Nah, sebenarnya mudah bukan mengajukan keringanan kredit selama pandemi? Kebijakan ini diharapkan bisa memberikan sedikit waktu bagi para nasabah untuk mengatur ulang dana yang ada. Jadi, kalau kamu atau usahamu termasuk yang terdampak pandemi, manfaatkanlah perpanjangan relaksasi kredit ini dengan baik ya.

(Baca:

Mau Dapat Keringanan Cicilan Pinjaman Bank? Begini Caranya)

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked
Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site