Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

Perlukah Asuransi Kesehatan dengan Cover Risiko Covid-19?

Selama masa pandemi, pernahkah menerima tawaran asuransi cover Covid-19? Kalau iya, kamu tidak sendirian. 

Di awal kemunculan wabah Covid-19, sejumlah perusahaan asuransi mulai gencar mengumumkan memiliki perlindungan tambahan terhadap infeksi Covid-19 atau virus corona. Bahkan, meski WHO telah menetapkan telah menetapkan virus corona sebagai pandemi. Virus Covid-19 tetap tak jadi pengecualian. 

Umumnya, proteksi terhadap risiko kesehatan akibat penyakit berstatus pandemi tidak tidak diberikan dalam polis asuransi. Meski begitu, tiap polis asuransi memiliki ketentuan masing-masing, termasuk terkait proteksi terhadap risiko virus corona. 

Sebagai contoh, AIA memberikan manfaat tambahan tunai rawat inap sebesar Rp 1,5 juta per hari, selama 30 hari bagi nasabah yang positif Covid-19. Ada pula asuransi FWD Life yang memberikan manfaat sebesar Rp 5 juta untuk satu kali masa karantina bagi nasabah PDP (pasien dalam pengawasan).

(Baca: 

4 Cara Siasati Mahalnya Biaya Rumah Sakit di Ibu Kota)

Persoalannya, apakah kita perlu mengajukan asuransi kesehatan demi manfaat perlindungan terhadap Covid-19 tersebut? Simak ulasan berikut ini untuk tahu jawabannya. 

Manfaat asuransi kesehatan cover Covid-19 

Biaya penanganan rumah sakit bagi pasien corona memang tidak sedikit. Mulai dari biaya administrasi pelayanan, ruang rawat inap, tindakan di ruangan, hingga biaya medis dan obat-obatan. 

TABEL TOP UP

ODP/PDP/Konfirmasi Covid-19 tanpa komplikasi

No.

Kriteria

Top-up per hari (Rp)

1

ICU dengan ventilator

15.500.000

2

ICU tanpa ventilator

12.000.000

3

Isolasi tekanan negatif dengan ventilator

10.500.000

4

Isolasi tekanan negatif tanpa ventilator

7.500.000

5

Isolasi non tekanan negatif dengan

ventilator

10.500.000

6

Isolasi non tekanan negatif tanpa

ventilator

7.500.000

ODP/PDP/Konfirmasi Covid-19 dengan komplikasi

No.

Kriteria

Top-up per hari (Rp)

1

ICU dengan ventilator

16.500.000

2

ICU tanpa ventilator

12.500.000

3

Isolasi tekanan negatif dengan ventilator

14.500.000

4

Isolasi tekanan negatif tanpa ventilator

9.500.000

5

Isolasi non tekanan negatif dengan

ventilator

14.500.000

6

Isolasi non tekanan negatif tanpa

ventilator

9.500.000

Sementara, pertanggungan untuk pemulasaraan jenazah adalah sebagai berikut:

No.

Kriteria

Besaran (Rp)

1

Pemulasaraan jenazah

550.000

2

Kantong jenazah

100.000

3

Peti jenazah

1.750.000

4

Plastik erat

260.000

5

Desinfektan jenazah

100.000

6

Transport mobil jenazah

500.000

7

Desinfektan mobil jenazah

100.000

Selanjutnya, pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh yang dibuktikan dari pemeriksaan laboratorium, namun masih membutuhkan perawatan lanjutan untuk penyakit penyerta, dapat menggunakan layanan BPJS atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Atas manfaat pembiayaan perawatan Covid-19 di atas, pasien tidak perlu repot mengajukan klaim. Sebab, pihak rumah sakit yang akan mengajukan klaim secara kolektif kepada Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan. Dengan kata lain, pasien tidak akan dipusingkan dengan segala urusan biaya rumah sakit. 

Nah, untuk itu pertanggungan asuransi kesehatan dengan proteksi Covid-19 sebetulnya tidak diperlukan. Namun, untuk memastikannya, kita pun perlu mengetahui spesifikasi manfaat tambahan yang ditawarkan. Ini bisa berbeda-beda antar polis asuransi kesehatan. 

Mulai dari perpanjangan batas waktu penyerahan klaim, tambahan manfaat rawat inap yang bisa didapatkan nasabah, hingga pertanggungan penuh biaya rumah sakit akibat virus corona. 

(Baca: 

Syarat dan Cara Bebas Pajak PPh 21 Selama Pandemi Covid-19)

Kesimpulan

Pada dasarnya, asuransi kesehatan memberikan penggantian biaya kesehatan jika pemegang polis memerlukan tindakan medis. 

Seperti yang kita tahu, risiko terkena penyakit atau risiko kesehatan lain akibat kecelakaan bisa menimpa siapa saja.  Padahal, biaya rumah sakit dan obat-obatan bisa menguras keuangan. Oleh sebab itu, kamu butuh perlindungan asuransi kesehatan untuk mendapatkan perawatan yang dibutuhkan tanpa membuat dompet jadi sekarat. 

Nah, untuk itu warga negara Indonesia wajib mengikuti BPJS Kesehatan. Asuransi kesehatan milik pemerintah ini memiliki layanan yang terbilang sudah cukup lengkap.

Mulai dari tanggungan biaya obat-obatan, rawat jalan, inap, hingga biaya persalinan. Dibandingkan asuransi kesehatan swasta, premi BPJS Kesehatan pun terhitung lebih murah. 

Namun, asuransi kesehatan swasta punya keunggulan yang belum dimiliki BPJS Kesehatan. Salah satunya, asuransi kesehatan swasta umumnya memiliki prosedur pelayanan yang lebih singkat sehingga pasien bisa mendapatkan penanganan dengan lebih cepat. Salah satu penyebabnya adalah skema rujukan yang diterapkan di BPJS Kesehatan. 

Dengan demikian, jika kamu membutuhkan pelayanan yang lebih optimal dan bisa diandalkan saat darurat, memiliki BPJS dan asuransi kesehatan swasta sekaligus lebih disarankan. 

Artinya, asuransi kesehatan memang penting buat dimiliki, baik swasta maupun milik pemerintah. Tapi, mengantongi asuransi kesehatan tidak semata-mata untuk mendapatkan perlindungan terkait risiko Covid-19. Sebab, seluruh biaya perawatan yang diperlukan terkait Covid-19 telah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui kementerian kesehatan. 

Dibandingkan manfaat tambahan terkait Covid-19, biaya premi, pertanggungan, serta cakupan rumah sakit dapat menjadi pertimbangan yang lebih tepat dalam memilih asuransi kesehatan.

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site