GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

Pengeluaran Naik Meski di Rumah? Ini 7 Tips Hemat saat Pandemi

Tidak terasa sudah hampir 8 bulan sejak pandemi Covid-19 melanda. Selama itu pula, ada banyak hal yang berubah termasuk dari sisi ekonomi. Meski aktivitas di luar rumah sudah banyak berkurang, bisa jadi kamu justru kebingungan bagaimana menghemat pengeluaran yang malah meningkat.

Pandemi memang tak hanya berdampak terhadap sektor kesehatan, tetapi merembet lebih luas ke berbagai sektor lain terutama keuangan. Tidak sedikit karyawan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dirumahkan sementara, dipaksa mengambil cuti tanpa tanggungan, atau mengalami pemotongan gaji. Mengutip Kompas.com, Kementerian Ketenagakerjaan menyebutkan per Juli 2020 saja, sudah lebih dari 3,5 juta pekerja yang di-PHK.

Sementara itu, pengeluaran harian bisa jadi justru terasa lebih besar dibandingkan sebelum pandemi. Meningkatnya jumlah aktivitas di rumah dapat berpengaruh terhadap biaya listrik yang lebih besar, kebutuhan kuota internet yang lebih tinggi untuk bekerja atau sekolah, atau biaya makan yang meningkat karena makin sering menggunakan jasa pesan antar makanan. Belum lagi rayuan belanja daring yang makin menggoda.

Oleh karena itu, perlu perencanaan keuangan yang lebih baik supaya krisis karena pandemi tidak ikut menyebabkan krisis finansial di rumah. Berikut tips menghemat pengeluaran saat pandemi yang sudah dirangkum GoBear:

1. Tetapkan anggaran bulanan

Sangat penting untuk memiliki anggaran keuangan bulanan. Masukkan anggaran belanja mulai dari belanja bulanan, tagihan rutin, hingga belanja kebutuhan sekunder. Dengan mempunyai daftar pemasukan dan pengeluaran selama sebulan penuh, kamu akan memiliki skala prioritas mengenai apa yang bisa dan tidak bisa kamu beli.

Kalau pemasukan dan pengeluaranmu mepet, bisa jadi ada hal-hal yang sebenarnya tidak menjadi prioritas dan tidak perlu masuk anggaran. Atau, dapat menjadi pertanda bahwa kamu memang harus mencari pendapatan tambahan. Anggaran bulanan juga bermanfaat untuk mengetahui apakah ada dana yang bisa disisihkan untuk ditabung, diinvestasikan, atau membeli premi asuransi.

2. Manfaatkan promo dan diskon

tips-hemat-saat-pandemi

Saat ini, banyak toko daring dan toko fisik berlomba memberikan promo dan potongan harga yang tidak sedikit. Hal ini perlu dilakukan agar toko mereka tetap bisa berjalan dengan menarik pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan lama.

Meski terlihat menggoda, usahakan jangan terburu-buru mendapatkan promo atau diskon di sebuah toko. Jika dirasa perlu, bandingkan beberapa toko untuk mendapatkan harga dan kualitas terbaik. Harga yang terlalu murah di bawah rata-rata pasar juga patut diperhatikan apakah kualitasnya memang baik atau tidak, terutama di kategori makanan dan minuman.

Jangan lupa manfaatkan juga voucher atau point reward dari kartu kredit atau debit untuk mendapatkan penawaran terbaik. Tidak sedikit kartu kredit yang bekerja sama dengan supermarket atau department store dan memberikan promo-promo menarik.

(Baca:

Ampuh! Ini 20 Cara Menghemat Uang yang Mudah dan Efektif)

3. Filter langganan aplikasi hiburan

Disney+ menambah panjang daftar platform hiburan yang beroperasi di Indonesia. Sebelum memutuskan berlangganan, cek dulu anggaran bulananmu. Pastikan pendapatan bulananmu masih mencukupi dan tidak menambah beban pengeluaran sama sekali. Tapi, kalau ternyata justru membuatmu makin kesulitan memenuhi kebutuhan bulanan yang utama, maka jangan memaksakan diri.

Meski biaya langganan platform hiburan ini terlihat tidak seberapa, hanya beberapa puluh ribu selama sebulan, tetapi kalau kamu berlangganan 10 aplikasi maka tetap saja jumlahnya menjadi ratusan ribu selama sebulan. Belum lagi biaya internetnya yang juga makin besar dan mesti kamu bagi untuk pekerjaan atau sekolah. Lihat lagi mana platform yang benar-benar menarik untukmu. Kalau platform tersebut menyediakan fitur berbagi akun, maka manfaatkan supaya biaya langganannya tidak terlalu besar.

4. Batasi belanja makanan secara online

tips-hemat-saat-pandemi

Layanan pesan antar makanan seringkali menjadi solusi paling efektif ketika sedang malas masak atau tidak tahu mau makan apa. Apalagi, banyak promo dan voucher yang disediakan oleh aplikasi pesan antar makanan daring maupun dari restoran. Tapi, kalau menggunakan jasa ini setiap hari maka hampir bisa dipastikan anggaran bulananmu akan jebol.

Lebih baik batasi anggaran atau frekuensi belanja makanan secara daring setiap bulan. Ada baiknya untuk berbelanja bahan mentah atau setengah jadi dalam jumlah besar. Selain lebih praktis diolah, harganya juga lebih murah kalau dibeli dalam jumlah banyak sekaligus.

5. Tunda pengeluaran untuk rumah

Lebih sering berada di rumah terkadang membuat kita memperhatikan hal-hal yang sebelumnya luput. Misalnya, ingin mengganti meja televisi yang sudah tua karena terlihat tidak lagi sesuai dengan suasana ruang keluarga yang lebih modern. Atau, panci yang dibeli di pasar setahun lalu sekarang terasa kurang keren karena tergoda panci-panci yang digunakan di kanal memasak langganan di YouTube. Atau, ingin membeli karpet baru semata-mata karena tergoda dengan katalog terbaru di sebuah marketplace.

Padahal, keinginan-keinginan ini sebenarnya tidak mendesak untuk diikuti. Tahan diri untuk tidak berbelanja hal-hal yang sebenarnya bisa ditunda, termasuk untuk rumah. Jika tidak memungkinkan, jangan paksakan diri untuk membangun satu sudut kerja khusus hanya agar bisa memamerkannya di media sosial.

Kecuali, kalau kondisinya memang sudah mendesak. Misalnya, plafon bocor karena hujan deras semalam.

(Baca:

5 Cara Hemat Listrik di 2020)

6. Hindari mengambil utang baru

Tidak ada yang bisa memastikan apakah pandemi ini akan berakhir pada awal tahun depan atau justru baru mereda pada 2022. Untuk itu, sebisa mungkin jangan mencari utang baru untuk kegiatan konsumtif.

Pertimbangkan apakah kamu mampu membayar angsurannya sesuai tenor yang ditetapkan. Pikirkan apakah pekerjaanmu aman hingga jangka waktu pembayaran cicilan selesai.

Kalau kamu berniat mengambil utang untuk memulai usaha, carilah pembiayaan dari bank atau platform financial technology (fintech) dengan bunga dan layanan yang paling menguntungkan. Dan, tentu saja yang sudah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

7. Disiplin mengaturgaya hidup

Yang paling penting dalam berhemat adalah hiduplah sesuai dengan penghasilan yang didapatkan. Jangan memaksakan untuk bisa tampil mewah padahal keadaan keuangan sedang resah. Memaksakan gaya hidup bukan hanya menyiksa secara finansial, tetapi mental pun akan terbebani.

Sebenarnya tips berhemat ini bukan hanya dapat dilakukan saat pandemi, tetapi juga dalam kondisi ekonomi yang normal. Tapi, terkadang memang dibutuhkan situasi khusus yang memaksa kita untuk keluar dari kebiasaan lama. Kalau sudah mampu menerapkan tips berhemat selama pandemi ini, jangan lupa alihkan sisa anggaran bulanan untuk dana darurat dan investasi ya.

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked
Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site