GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

Mau Merdeka Finansial di Usia Muda? Ini 5 Caranya

Hidup nyaman di usia tua merupakan impian banyak orang. Sayangnya, banyak orang hanya bermimpi tanpa berupaya mewujudkannya atau masih tidak tahu bagaimana mencapainya. Jangan khawatir, hanya dibutuhkan lima langkah untuk merdeka finansial di usia muda.

Merdeka finansial bisa diartikan sebagai kondisi di mana seseorang memiliki kekuatan keuangan yang cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Keuangan yang cukup ini bisa berarti tidak memiliki beban utang atau mempunyai aset yang melimpah. Jadi, tidak perlu menjadi orang kaya atau memiliki penghasilan hingga tiga digit untuk bisa merdeka secara finansial.

Untuk bisa merdeka secara finansial, tentu kamu harus sudah bisa memenuhi kebutuhan hidup saat ini dan kebutuhan hidup masa tua. Oleh karena itu, tentunya dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Kalau saat ini pengeluaran bulananmu mencapai Rp 15 juta misalnya, maka kamu mesti memproyeksi berapa dana yang harus kamu miliki supaya bisa hidup nyaman setelah pensiun. Ada perhitungan inflasi yang juga harus kamu perhitungkan, sehingga bisa jadi dana yang harus perlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pada usia 56 tahun bukan lagi Rp 15 juta per bulan tetapi sudah mencapai 2 kali lipatnya. Belum lagi kamu tidak tahu akan seberapa panjang usiamu.

Dana yang besar ini memang memerlukan waktu untuk bisa terkumpul. Tapi, bukan berarti kamu tidak bisa meraihnya dengan lebih cepat lho. Bagaimana caranya?

1. Atur pola pikir dan gaya hidup

Apakah kamu pernah mendengar tentang the latte factor? Ini adalah pengeluaran-pengeluaran kecil yang membuat kita boros dan seringkali dilakukan tanpa disadari. Pengeluaran sekecil apapun kalau dilakukan secara rutin maka lama-lama akan menjadi besar.

Nah, supaya bisa bebas finansial sejak dini, maka kita harus memiliki pola pikir dan gaya hidup yang bisa mendukung tujuan tersebut. Pasang pola pikir bahwa kamu tidak mau terbebani masalah keuangan pada masa tua, salah satu caranya dengan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan. Sesuaikan pula gaya hidup dan pengeluaranmu dengan pendapatan yang kamu miliki. Berapapun besarnya pendapatan yang dimiliki sekarang kalau tidak dibarengi dengan kesadaran tentang kebutuhan pada masa depan, maka bisa habis untuk hal-hal yang sebenarnya bukan prioritas.

(Baca:

Pandemi Covid, Ini Cara Mengatur Keuangan dengan Dana Minim)

2. Tentukan tujuan keuangan dan susun anggaran pengeluaran

merdeka-finansial

Langkah kedua ini berkaitan erat dengan langkah pertama tadi. Setelah menetapkan pola pikir dan gaya hidup, tentukan tujuan keuanganmu secara spesifik termasuk apa yang ingin kamu raih, berapa dana yang kamu butuhkan, bagaimana cara mendapatkannya, dan kapan bisa menggunakannya. Misalnya, kamu ingin memiliki rumah sendiri di usia 27 tahun, maka kamu harus menghitung berapa dana yang dibutuhkan, berapa lama waktu yang tersisa untuk mewujudkannya, dan bagaimana cara mendapatkan dana tersebut.

Anggaran pengeluaran yang disusun dengan detail dan dilakukan secara rutin akan membantu kamu dalam menghitung serta menyiapkan dana yang dibutuhkan. Masukkan semua pengeluaran rutin untuk kebutuhan sehari-hari dan tagihan bulanan, agar perhitunganmu tidak keliru. Tentukan prioritas pengeluaranmu dan disiplinmu dengan rencana anggaran yang sudah kamu buat.

(Baca:

Rekomendasi 10 Aplikasi Pengatur Keuangan, Gratis!)

3. Menabung

Jangan langsung tergoda untuk berinvestasi, lebih baik mulai dengan rutin menabung terlebih dulu. Manfaat menabung sangat banyak, mulai dari mengelola pemasukan, menghindari berutang, memiliki dana darurat, hingga belajar sabar dan disiplin. Dua hal yang disebut terakhir ini akan sangat membantumu ketika berinvestasi nantinya.

Ada banyak metode menabung yang bisa kamu pilih, misalnya metode 50/30/20 yang membagi 50% penghasilan untuk kebutuhan pokok, 30% kebutuhan personal, dan 20% tujuan finansial atau metode 75/25 yang membagi 75% penghasilan untuk pengeluaran dan 25% untuk ditabung, dan lain-lain. Selain menyimpannya di rekening tabungan terpisah supaya lebih aman, kamu juga dapat menyimpan uangnya dalam bentuk emas atau reksa dana.

4. Berinvestasi sejak dini

merdeka-finansial

Setelah bisa rutin menabung dan mengelola pendapatan dengan baik, maka kamu juga harus mulai berinvestasi untuk mencapai tujuan finansial yang telah ditetapkan. Investasi menjadi cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi laju inflasi pada masa depan. Dalam memilih instrumen investasi, kamu harus mempertimbangkan tujuan finansial yang ingin diraih dan profil risiko yang dimiliki.

Jenis-jenis instrumen investasi yang tersedia sangat banyak, mulai dari emas, saham, obligasi, properti, sampai Peer-to-Peer (P2P) lending alias pinjaman online (pinjol). Pertimbangan dengan matang mana yang paling sesuai untukmu dan hitung imbal hasil atau keuntungan balik yang bisa kamu peroleh dari investasi di instrumen yang dipilih.

Lalu, pastikan kamu berinvestasi di instrumen yang menawarkan imbal hasil yang masuk akal. Jangan tergoda dengan iming-iming imbal hasil yang jauh di atas rata-rata industri, karena kemungkinan besar itu adalah investasi ilegal. Bandingkan dengan imbal hasil yang ditawarkan oleh industri keuangan formal, misalnya bunga deposito atau imbal hasil reksa dana. Jika ada yang menawarkan imbal hasil hingga belasan persen atau bahkan puluhan persen sebulan, maka sudah bisa dipastikan itu adalah investasi bodong.

Pastikan juga kamu berinvestasi melalui pihak-pihak yang sudah memiliki izin dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian, investasimu mendapat jaminan perlindungan dari regulator dan pemerintah.

5. Batasi utang konsumtif

Langkah berikutnya untuk bisa merdeka finansial di usia muda adalah membatasi utang konsumtif. Yang dimaksud utang konsumtif adalah berutang untuk membeli barang atau jasa yang tidak bisa digunakan atau diputar untuk kembali menghasilkan uang nantinya. Misalnya, menggunakan kartu kredit untuk berbelanja gawai baru setiap ada model teranyar yang keluar, menggunakan pembiayaan dari pinjol untuk membeli sepatu baru setiap 3 bulan hanya karena modelnya menarik, dan semacamnya.

Ingatlah bahwa kartu kredit dan pembiayaan pinjol itu harus dibayar kembali. Utang-utang tersebut berisiko menumpuk dan menjadi besar kalau tidak segera dilunasi. Apalagi, ada bunga yang juga dikenakan.

Tidak masalah kalau kamu mengambil pinjaman untuk sesuatu yang sifatnya produktif, misalnya sebagai modal usaha. Karena, pembayaran cicilan bisa diambil dari pendapatan atau keuntungan yang diperoleh dari bisnis tersebut. Membeli gawai untuk mendukung pekerjaan juga bisa masuk dalam kategori ini, seperti membeli laptop super canggih karena diperlukan untuk mengedit video.

Inilah lima langkah yang bisa kamu lakukan untuk mencapai kemerdekaan finansial di usia muda. Makin awal kamu memulai, maka makin panjang juga rentang waktu yang bisa kamu manfaatkan untuk mengumpulkan pundi-pundi uang demi mencapai tujuan finansial. Tapi, bukan berarti ada kata terlambat untuk memulai asalkan kamu konsisten dan disiplin. Jadi, ayo mulai sekarang!

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked
Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site