GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

Macam-macam Pinjaman Uang dari Bank, Definisi dan Fungsinya

Ketika sedang membutuhkan tambahan uang atau modal, bank menjadi lembaga keuangan yang paling terpercaya untuk dituju. Tapi, ada banyak sekali jenis pinjaman uang dari bank yang bisa dipilih. Bagaimana mengetahui mana yang cocok?

Memang ada banyak sekali jenis pinjaman uang yang ditawarkan perbankan. Nama produknya pun berbeda-beda di tiap bank. Untuk menentukan mana jenis pinjaman yang cocok dengan kebutuhanmu, ada beberapa hal yang harus kamu pastikan lebih dulu.

Misalnya, apakah pinjaman itu digunakan untuk kebutuhan pribadi atau perusahaan? Apakah pinjaman itu digunakan untuk menambah modal usaha atau untuk membeli rumah? Apakah kamu memiliki barang atau properti yang dapat diagunkan? Berapa besaran pinjaman yang kamu harapkan?

Berbagai pertanyaan itu bisa menjadi panduan untuk kamu menentukan pinjaman yang tepat dari berbagai macam pinjaman uang yang ada. Lalu, apa saja pinjaman uang yang ditawarkan bank? Simak ulasannya berikut ini.

1. Pinjaman uang untuk modal usaha

Ada berbagai jenis pinjaman yang bisa diperoleh untuk mendapatkan modal usaha dari bank. Biasanya jenisnya dibedakan sesuai skala usaha atau model bisnis yang kamu jalankan. Jenis-jenisnya, yaitu:

– Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Ini adalah program pemerintah yang bertujuan membantu pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM). Bunganya 7 persenper tahun dengan plafon sampai Rp 500 juta. KUR tersedia di lebih dari 30 bank di seluruh Indonesia dan beberapa koperasi.

Tahun ini, target penyaluran KUR mencapai Rp 190 triliun, lebih tinggi dari tahun lalu yang sebesar Rp 140 triliun. Nah, karena ini program pemerintah, debiturnya mendapatkan pembebasan pembayaran bunga dan penundaan pembayaran pokok selama 6 bulan untuk usaha yang terdampak Covid-19.

Secara umum, persyaratan dan dokumen yang diperlukan untuk mengajukan permohonan KUR sama saja di tiap bank, yaitu kartu identitas, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)/Tanda Daftar Perusahaan (TDP), akta pendirian usaha, dan laporan keuangan. Informasi lebih detail terkait apa saja ketentuan di masing-masing bank bisa kamu lihat di sini.

(Baca:

Kredit Usaha Rakyat (KUR): Pinjaman Tanpa Agunan untuk Bisnis)

– Kredit Modal Kerja (KMK)

KMK adalah fasilitas kredit untuk usaha untuk memenuhi modal kerja, misalnya untuk membeli bahan baku atau membayar gaji pegawai. Sifatnya produktif, yang artinya kredit ini bertujuan menciptakan produk atau jasa dari kegiatan usaha sehingga dapat menghasilkan keuntungan untuk membayar angsuran setiap bulannya.

KMK adalah pinjaman dengan tenor atau jangka waktu yang singkat, umumnya hanya berlangsung selama 12 bulan. Namun, tenornya bisa saja diperpanjang sesuai kondisi dan kesepakatan antara debitur dengan pihak bank. Jenis pinjaman ini bisa diberikan dalam rupiah atau valuta asing (valas) dan baru dapat diajukan setelah usaha yang kamu jalankan sudah berjalan setidaknya duatahun.

Selain memerlukan agunan, persyaratan yang harus dipenuhi ketika mengajukan KMK di antaranya fotokopi akta perusahaan, fotokopi anggaran dasar perusahaan, fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan laporan pajak perusahaan. Meski demikian, KMK tidak hanya diberikan bagi perusahaan karena juga bisa diajukan oleh perorangan asal memang untuk kebutuhan modal.

KMK terbagi lagi dalam beberapa jenis pinjaman, yaitu:

a. Pinjaman rekening koran
Pinjaman rekening koran dikenal juga dengan istilah overdraft. Sifatnya berulang atau revolving, sehingga pinjaman ini dapat ditarik dan dilunasi secara berulang-ulang selama jangka waktu pinjaman dengan maksimal penarikan sebesar limit pinjaman yang disetujui. Pinjaman ini umumnya ditujukan untuk memenuhi arus kas harian dan pengeluaran musiman atau tidak terduga.

b. Pinjaman aksep
Sama seperti pinjaman rekening koran, pinjaman aksep juga bersifat revolving. Tujuan pinjamannya saja yang berbeda dengan pinjaman rekening koran, contohnya untuk pembelian bahan baku atau modal kerja bulanan.

– Kredit Investasi

Kalau KMK digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal, maka Kredit Investasi ditujukan untuk membiayai ekspansi atau penambahan usaha. Misalnya, membeli atau membuka pabrik baru, menjalankan proyek baru, membeli mesin baru, membeli lahan untuk perluasan usaha, atau lainnya. Rata-rata tenornya minimum satutahun.

Persyaratan yang harus dipenuhi relatif sama dengan KMK, yakni legalitas usaha, identitas diri, akta perusahaan jika yang mengajukan adalah badan usaha, fotokopi rekening koran, serta laporan pajak. Karena tujuan pengajuannya untuk ekspansi bisnis, maka Kredit Investasi bisa bernilai hingga puluhan miliar rupiah.

2. Pinjaman uang untuk properti

pinjaman-uang

Kalau mendengar pinjaman untuk properti, maka kita biasanya langsung merujuk pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR). KPR adalah fasilitas kredit yang diberikan bank kepada nasabah yang akan membeli atau memperbaiki rumah. Tapi, ternyata KPR bisa dibedakan lagi menjadi beberapa jenis, yaitu KPR Subsidi dan KPR Non Subsidi.

– KPR Subsidi

Ini adalah KPR yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang ingin memiliki rumah. KPR jenis ini dikenal juga dengan nama Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang sudah berjalan setidaknya sejak 2010.

Bentuk subsidi yang diberikan dapat berupa keringanan kredit atau menambah dana pembangunan/perbaikan rumah. Oh iya, KPR Subsidi juga merupakan salah satu program pemerintah untuk mengatasi backlog (kekurangan pasokan) rumah di masyarakat. Per 2015 saja, pemerintah mencatat backlog perumahan mencapai 11,45 juta rumah tangga.

Nah, karena ini merupakan program subsidi dari pemerintah, persyaratannya pun ditetapkan oleh pemerintah. Misalnya, dalam hal penghasilan pemohon maupun nilai maksimum kredit yang dapat diberikan. Dalam hal penghasilan, nasabah harus memiliki gaji maksimum Rp 8 juta per bulan. Dalam hal nilai kredit yang dapat diberikan, besarannya berbeda-beda di tiap daerah dan bisa kamu cek di sini.

Lewat FLPP, nasabah bisa membeli rumah layak huni dengan uang muka mulai dari 1 persendari harga jual, suku bunga flat 5 persenper tahun, dan jangka waktu angsuran hingga 20 tahun. Konsumen juga dibebaskan dari premi asuransi dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

– KPR Non Subsidi

Sesuai namanya, jenis KPR ini tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Ketentuannya ditetapkan oleh perbankan, sehingga besaran kredit maupun suku bunganya akan berbeda-beda di tiap bank. Meski demikian, secara umumpersyaratannya sama di masing-masing bank, yaitu identitas seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK), keterangan penghasilan, NPWP, fotokopi sertifikat rumah, dan fotokopi IMB.

Kalau kamu tidak memiliki uang tunai yang cukup untuk membeli atau membangun rumah, KPR adalah cara termudah untuk memiliki rumah sendiri. Biasanya, jangka waktu angsuran KPR memiliki rentang antara limatahun hingga 20 tahun. Makin besar uang muka yang kamu setorkan, makin kecil dan singkat pula pembayaran cicilan per bulannya.

KPR Non Subsidi ini juga mencakup KPR syariah. Persyaratan KPR syariah sama saja dengan KPR konvensional, tetapi dengan akad yang berbeda. Untuk KPR syariah, transaksinya menggunakan prinsip akad murabahah (jual beli) atau musyarakah mutanaqishah (kerja sama sewa).

3. Pinjaman uang untuk kendaraan bermotor

pinjaman-uang

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut jenis pinjaman ini sebagai Kredit Kepemilikan Kendaraan (K3), tetapi nama yang lebih kita kenal adalah Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Nasabah bisa mengajukan KKB untuk mendapatkan pinjaman atau pembiayaan untuk membeli kendaraan baru maupun bekas. Khusus untuk kendaraan bekas, bank biasanya menetapkan batasan usia kendaraan yang dapat dibiayai.

Selain untuk mobil, KKB juga bisa diajukan untuk membeli motor. Jangka waktu angsuran KKB rata-rata mulai dari enam bulan sampai tujuhtahun. Besaran bunganya mulai dari kisaran 4 persenper tahun, tergantung bank tempat kamu mengajukan pinjaman.

Secara umum, persyaratan untuk mendapatkan KKB di bank adalah menyerahkan fotokopi identitas, slip gaji atau keterangan penghasilan, fotokopi rekening bank, serta spesifikasi kendaraan yang ingin dibiayai.

Kalau kamu mengajukan KKB di bank yang memiliki anak usaha multifinance (perusahaan pembiayaan), biasanya pengajuan kamu akan diteruskan ke anak usaha ini. Tapi, tidak perlu khawatir karena pelayanannya sama saja.

4. Pinjaman uang multiguna

Pinjaman multiguna adalah jenis pinjaman yang fleksibel, artinya dapat digunakan untuk berbagai tujuan yang berbeda sesuai kebutuhan nasabah. Ada beberapa jenis pinjaman uang multiguna, yaitu kredit yang tidak menggunakan jaminan dan kredit yang mensyaratkan jaminan. Apa bedanya?

– Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Seperti namanya, calon debitur KTA tidak memerlukan agunan atau jaminan untuk mendapatkan pinjaman dari bank. Oleh karena itu, jenis pinjaman ini tergolong mudah dan cepat untuk diajukan serta disetujui karena hanya memerlukan KTP, rekam jejak kartu kredit, dan surat keterangan dari perusahaan. Oleh karena itu, KTA sering menjadi incaran baik oleh pengusaha maupun bukan.

Dari sisi bunga, kalau KTA diajukan untuk memenuhi modal usaha, maka bunganya terbilang kompetitif jika dibandingkan produk kredit lainnya. Tapi, kalau dibandingkan kredit untuk pemenuhan kebutuhan pribadi alias bukan untuk usaha, maka bunganya relatif lebih tinggi.

Umumnya, plafon yang disediakan untuk KTA sekitar ratusan juta rupiah. Tapi, ada juga beberapa bank yang memberikan KTA hingga di atas Rp 1 miliar. Tenornya juga pendek, rata-rata hanya berkisar 36 bulan.

Selain untuk modal usaha, KTA dapat digunakan untuk berbagai hal seperti merenovasi rumah atau membayar biaya kesehatan di rumah sakit.

(Baca:

7 Pinjaman Modal Usaha Tanpa Jaminan Terbaik 2020)

– Kredit Multiguna

Jenis kredit ini adalah kebalikan dari KTA, yakni debitur harus menyerahkan agunan atau jaminan. Dengan demikian, besaran pinjaman yang diberikan disesuaikan dengan taksiran harga barang yang dijadikan jaminan.

Makin besar aset yang diagunkan, maka nilai pinjaman yang diberikan juga akan makin besar. Bahkan, besaran pinjamannya bisa mencapai miliaran rupiah. Keunggulan lainnya dari jenis pinjaman ini adalah tenornya panjang, bisa 10 tahun atau lebih.

Namun, dalam hal tujuan pinjaman yang diberikan, Kredit Multiguna dapat digunakan untuk berbagai hal seperti halnya KTA. Misalnya, untuk merenovasi rumah, menambah biaya pernikahan, biaya pendidikan anak, sampai menambah modal usaha.

Tapi, karena menggunakan agunan yang nilainya tidak sedikit, maka perhitungan pembayaran angsurannya pun harus ekstra hati-hati. Jangan sampai di tengah jalan tidak mampu membayar karena salah perhitungan kondisi keuangan. Jika ini terjadi, maka aset yang diagunkan bakal melayang.

Dokumen persyaratan yang harus dilampirkan kurang lebih sama dengan KMK atau Kredit Investasi, yakni identitas diri, surat keterangan kerja bagi individu dan legalitas perusahaan bagi korporasi, laporan pajak dan rekening koran, dan sertifikat barang yang diagunkan.

Ternyata ada berbagai jenis pinjaman uang dari bank yang tersedia dan bisa kamu pilih sesuai kebutuhan. Meski namanya mungkin berbeda-beda di tiap bank, tetapi pada dasarnya berbagai kredit yang ditawarkan masuk dalam empat kategori besar ini. Sudah tahu mana yang sesuai untuk kebutuhanmu?

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked
Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site