Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

Kartu Kredit Dibobol? Ini yang Harus Kamu Lakukan

Tagihan kartu kredit membengkak atas transaksi yang tidak kamu lakukan? Waduh, jangan-jangan kartu kredit dibobol orang.

Siapa pun pasti panik kalau mengalami hal serupa. Bayangkan, kamu harus tagihan besar atas transaksi yang tidak kamu lakukan.

Sekalipun kartu kredit aman di dompet, risiko kartu kredit disalahgunakan tetap bisa terjadi. Sebab, pembobolan kartu kredit bisa dilakukan dengan mencuri identitas kartu kredit secara online alias carding.

Saat informasi kartu kredit telah didapatkan, pelaku carding dapat bertransaksi dan mencairkan limit kartu ke rekening miliknya.

Risiko ini membuat pemilik kartu kredit harus ekstra hati-hati. Namun, meski sudah merasa menggunakan kartu kredit secara aman, ada saja celah yang bisa dimanfaatkan para pelaku pembobolan kartu kredit.

Jika kartu kreditmu dibobol orang, memang tak mudah untuk langsung merasa tenang. Meski begitu, kamu bisa terbebas dari tanggungan tagihan kartu kredit tersebut kok.

Silakan lakukan langkah-langkah berikut ini untuk mengamankan kartu kredit milikmu kembali, serta meminimalisasi kerugian yang dialami.

1. Hubungi call center bank penerbit kartu

Begitu menyadari transaksi mencurigakan pada tagihan kartu kredit, segera hubungi call center bank penerbit kartu.

Laporkan semua transaksi pada tagihan yang tidak kamu lakukan. Pihak bank juga akan meminta informasi riwayat transaksi terakhir untuk melacak transaksi yang mencurigakan tersebut.

Setelah itu, mintalah kepada pihak bank agar kartu kredit diblokir sementara. Dengan begitu, aksi pencuri siber ini bisa segera dihentikan.

Jika ada, kamu pun bisa melakukan pemblokiran kartu kredit secara mandiri melalui mobile banking.

(Baca:

Wajib Tahu! Ini Seluk Beluk Kartu Kredit yang Harus Dipahami)

2. Layangkan surat sanggahan transaksi

Kirimkan surat sanggahan transaksi kepada pihak bank agar terbebas dari kewajiban membayar tagihan kartu kredit atas transaksi yang dilakukan oleh orang lain.

Format surat sanggahan transaksi bisa kamu dapatkan di situs bank penerbit kartu kredit terkait atau dengan meminta langsung kepada customer service bank yang bertugas. Secara umum, surat ini membuat rincian transaksi yang ingin kamu sanggah.

Selanjutnya, pihak bank akan melakukan penyelidikan terhadap indikasi pembobolan tersebut, serta memintamu menunggu sampai hasil penyelidikan keluar.

3. Membuat laporan ke kepolisian

Jika pembobolan terjadi karena kartu kredit hilang atau dicuri orang, bank akan meminta surat bukti kehilangan dari kantor polisi.

Untuk itu, kamu perlu membuat laporan ke Kepolisian. Tenang saja, prosesnya tak butuh waktu lama, yaitu sekitar 5-10 menit. Pembuatan surat laporan kehilangan juga bebas biaya alias gratis.

Adapun, persyaratan yang perlu disiapkan antara lain:

  • Surat pengantar dari Desa atau Kelurahan
  • Identitas diri atau KTP
  • Foto kartu kredit yang hilang (jika ada)

Buatlah surat laporan kehilangan di kantor polisi yang besar atau Polres sehingga terdapat tempat pengaduan dan pelayanan masyarakat, bukan di kantor pos polisi kecil atau Polsek.

Surat bukti kehilangan hanya berlaku selama 14 hari. Oleh karena itu, segera gunakan surat ini untuk pengurusan di bank. Jangan lupa juga fotokopi surat bukti kehilangan sebelum digunakan, agar kamu memiliki salinan data jika diperlukan.

4. Mengajukan kartu kredit pengganti

Datanglah ke kantor cabang bank penerbit kartu kredit terdekat untuk minta dibuatkan kartu kredit pengganti. Sebagai langkah keamanan, jangan lupa lakukan penutupan rekening kartu kredit yang lama terlebih dulu.

Umumnya, kamu sudah bisa menerima kartu kredit dalam waktu 24 jam setelah pengajuan.

Kamu mungkin akan dikenakan biaya kartu kredit pengganti mulai dari Rp 50 – Rp 100 ribu, sesuai kebijakan bank penerbit kartu kredit.

(Baca:

5 Cara Mengurus Kartu Kredit Hilang Agar Tidak Kebobolan)

Bagaimana jika bank menolak surat sanggahan transaksi?

Cara mengatasi pembobolan kartu kredit di atas mungkin tampak mudah. Namun, tak sedikit pengajuan surat sanggahan transaksi yang berakhir penolakan atau tak ditanggapi pihak bank.

Jika kamu mengalami hal tersebut , ada dua langkah yang bisa ditempuh, yaitu:

1. Menulis surat pembaca

Surat pembaca adalah rubrik yang disediakan media untuk melayani kepentingan publik. Siapa pun dapat menyampaikan berbagai hal dalam rubrik ini, termasuk keluhan atau pengaduan kepada publik. Cara ini dinilai cukup ampuh untuk mendapatkan tanggapan dari pihak yang terlibat.

Untuk menindaklanjuti surat sanggahan transaksi yang menggantung, kamu pun bisa melayangkan pengaduan melalui surat pembaca.

Caranya, pilih media yang akan memuat pengaduan. Misalnya, Detik, Kompas, Republika, Hukum Online, Tempo, dan lainnya. Selanjutnya, buat akun di media terkait dan isi formulir secara lengkap sesuai petunjuk yang diberikan.

Saat menuliskan pengaduan, jelaskanlah kronologis kejadian secara lengkap dan sertakan juga bukti-bukti pendukung yang kamu punya ya.

2. Melakukan pengaduan ke YLKI

Selain melalui surat pembaca, kamu bisa melakukan pengaduan secara langsung ke lembaga terkait, seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Direktorat Investigasi dan Mediasi Perbankan Bank Indonesia, dan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen setempat.

Pengaduan ke YLKI dapat dilakukan secara online melalui situs Pelayanan YLKI dengan membuat akun di situs tersebut.

Lakukan pengaduan melalui menu “Buka Tiket Baru” dan ikuti petunjuk yang diberikan hingga selesai. Kamu juga bisa memantai status pengaduanmu di situs yang sama pada menu “Cek Status Tiket”.

Jika ingin melakukan konsultasi terlebih dulu atau diskusi secara langsung, silakan hubungi 021 7981858.

Menjaga keamanan kartu kredit tak sekadar memastikan kartu tak berpindah tangan. Kamu juga perlu menjaga kerahasian data pribadi, seperti nomor KTP dan nama orang tua, serta informasi terkait kartu kredit, seperti nomor kartu kredit, expire date dan nomor CVV pada bagian belakang kartu.

Jika ada orang yang mengaku dari pihak bank dan meminta kode OTP atau PIN kartu kredit, bisa dipastikan hal tersebut adalah penipuan. Maka, abaikanlah dan segera putus jalur komunikasi.

Selain itu, jangan pernah masuk ke situs melalui link yang tak jelas sumbernya untuk menghindari pembobolan kartu kredit dengan jebakan phising atau pencurian identitas.

Mengurus kartu kredit yang dibobol ini bisa menguras energi dan waktu, belum lagi risiko kerugian yang bisa ditimbulkan cukup tinggi. Oleh sebab itu, gunakan kartu kreditmu secara aman dan hati-hati ya!

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site