GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

Ini Pentingnya Memilih Pinjaman Online yang Terdaftar di OJK

Saat ini, ada banyak sekali pilihan platform pinjaman online (pinjol) yang bisa dipilih kalau kita membutuhkan dana dengan cepat. Bahkan, ada yang terafiliasi dengan bank-bank tertentu. Tapi, sebelum memutuskan meminjam dari pinjol, pastikan dulu kamu memilih pinjaman online yangterdaftar diOtoritas Jasa Keuangan (OJK) ya!

Pernahkah kamu meminjam di pinjol? Kalau pernah, bagaimana cara kamu memilih pinjol tersebut dari sekian banyak platform pinjaman online yang ada? Apakah kamu memilihnya dari review nasabah, tergoda iming-iming bunga rendah, atau memilihnya secara acak?

Bagaimanapun caranya, mudah-mudahan kamu memilih pinjol yang sudah terdaftar atau berizin di OJK ya.Kenapa? Simak nih alasannya.

1. Besaran bunga dan denda yang sudah diatur

Apakah kamu sering mendengar kabar ada nasabah yang mengadu karena merasa dirugikan akibatbesarnya denda bunga keterlambatan pembayaran?

Nah, OJK menyatakan bunga pinjol tidak boleh lebih besar dari 0,8 persenper hari atau 24 persensebulan. Hal ini memang tidak diatur dalam regulasi khusus, tetapi merupakan bagian dari kode etik yang disusun oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Sebelumnya, banyak pinjol yang menerapkan bunga 1 persenper hari.

Selain itu, denda yang dibebankan ke peminjam juga ditetapkan maksimal 100 persendari pokok. Misalnya, kalau kamu meminjam Rp 1 juta dan terjadi tunggakan cicilan, maka denda maksimalnya adalah Rp 1 juta. Jadi, secara total yang harus kamu bayarkan ke pinjol adalah Rp 2 juta.

(Baca:

4 Tips Memilih Pinjaman Online yang Aman dan Terpercaya)

2. Data dijamin aman

pinjaman-online-yang-terdaftar-di-ojk-3

Alasan kedua kenapa kamu harus memilih pinjaman onlineyang terdaftar di OJK adalah supaya data kamu aman. Selain masalah bunga dan denda, keluhan lain yang sering disampaikan nasabah pinjol adalah cara penagihan yang tidak sopan atau bahkan teror dari debt collector.

Tidak sedikit pula yang mengaku pihak pinjol menghubungi nomor telepon yang ada di daftar kontak handphone peminjam tanpa sepengetahuan maupun seizin peminjam. Dengan kata lain, pinjol tersebut meretas data kontak handphone peminjam.

Sejak 2019, hal ini sudah dilarang dilakukan oleh anggota AFPI. Seperti halnya masalah bunga, hal ini juga tercantum di dalam kode etik asosiasi dan bisa mendapat sanksi kalau dilanggar.

Pinjol yang tidak terdaftar atau berizin di OJK sudah pasti statusnya ilegal. Karena ilegal, OJK tidak bisa mendeteksi atau memberi sanksi apapun terhadap pinjol tersebut kalau ada masalah yang muncul. Ujung-ujungnya, kamu juga yang menjadi korban.

Aplikasi dan sistem elektronik pinjol ilegal tersebut juga nantinya akan diblokir oleh instansi terkait, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

(Baca:

Benarkah Utang Pinjaman Online Ilegal Tak Perlu Dibayar?)

Untuk data terakhir pinjol apa saja yang sudah terdaftar dan berizin di OJK, kamu bisa mengeceknya langsung disitus OJK. Datanya bisa berubah setiap bulan karena biasanya OJK melakukan update setiap bulan. Bisa saja ada pinjol yang sebelumnya sudah terdaftar, tetapi kemudian hilang di data bulan berikutnya.

Beda Terdaftar dan Berizin

Hilangnya nama pinjol dari data status terdaftar dan berizin ini bisa terjadi kalau pinjol tersebut tidak mengajukan perizinan hingga batas waktu yang ditetapkan. Status terdaftar dan berizin ini memang berbeda. Apa bedanya?

Sebelum menjalankan kegiatan operasionalnya, penyelenggara pinjol harus mendapatkan tanda terdaftar dari OJK. Setelah itu, maksimal satutahun setelah mendapatkan tanda terdaftar, pinjol tersebut wajib mengajukan permohonan perizinan ke OJK kalau mau melanjutkan operasionalnya.

Jadi, kalau pinjol tersebut tidak mengajukan permohonan perizinan setelah satutahun, pinjol ini harus mengembalikan tanda terdaftarnya ke OJK dan tanda terdaftarnya dinyatakan batal. Pinjol yang tanda terdaftarnya sudah dinyatakan batal tidak bisa lagi mengajukan permohonan terdaftar ke OJK. Mereka juga tidak bisa beroperasi lagi dan harus menyelesaikan hak serta kewajiban para peminjamnya sesuai surat pernyataan rencana penyelesaian.

Nah, di sinilah perbedaannya dengan pinjol yang sudah berizin. Pinjol yang sudah mendapat status berizin tidak memiliki masa kedaluwarsa atas tanda berizin yang dimilikinya. Jadi, selama mereka beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku, pinjaman dan data kamu semestinya aman di pinjol-pinjol ini.

Syarat Pinjaman Online Terdaftar di OJK

pinjaman-online-yang-terdaftar-di-ojk

Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi pinjol supaya bisa terdaftar di OJK, yaitu:

  1. Mengisi dokumen pendaftaran
  2. Mengirimkan berkas pendaftaran
  3. Lolos proses verifikasi berkas
  4. Lolos live demo dan penilaian kesesuaian
    Di tahap ini, pinjol harus mempresentasikan model bisnisnya dan melakukan simulasi sistemnya. OJK juga melakukan penilaian dan uji kesesuaian terhadap pemilik, direksi, dan dewan komisaris pinjol tersebut.
  5. Lolos site visit
    OJK akan mengunjungi kantor pinjol dan memeriksa kesiapan operasionalnya. Oleh karena itu, pinjol harus memiliki kantor fisik yang representatif.

Sebagai bentuk pengawasan setelah beroperasi, pinjol harus memberikan laporan berkala ke OJK, yang berupa laporan bulanan, laporan tigabulanan, dan laporan tahunan. Seperti halnya yang berlaku di lembaga keuangan lainnya, pinjol juga harus melapor setiap ada perubahan di jajaran manajemen, produk atau layanan sistem elektronik, nama dan alamat perusahaan, atau kerja sama lain yang terkait dengan penagihan dan pemasaran.

Informasi lebih detail tentang tata cara pendaftaran dan apa yang boleh serta tidak boleh dilakukan pinjol bisa kamu cek di sini.

Bagaimana, sudah lebih paham tentang pentingnya memilih pinjaman onlineyang terdaftar atau berizin di OJK? Meski begitu, tetap hati-hati tiap meminjam uang ya. Selalu sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuanmu, ok!

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked
Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site