Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

Harga Emas Sentuh Rp 1 Juta, Saatnya untuk Investasi Emas?

Emas seringkali menjadi investasi pilihan masyarakat karena dianggap aman dan seakan menjamin keuntungan pada masa depan. Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, investasi emas juga menjadi pilihan utama di seluruh dunia.

Harga emas yang cenderung lebih stabil dibandingkan investasi lain menjadi salah satu alasan mengapa emas dinilai sebagai bentuk investasi yang risikonya paling rendah. Bahkan, terkadang ada yang memperlakukan emas sebagai “tabungan” semata-mata agar dana yang dimiliki tidak habis digunakan untuk keperluan lain.

Saat ini, emas sedang menjadi incaran di seluruh dunia. Buktinya, harga logam mulia ini sudah mencapai lebih dari Rp1 juta per gram.

Bahkan, laporan bank investasi global Goldman Sachs Group Inc. dan Bank of America Corp memprediksi harganya bisa terus naik pada tahun ini.

Apakah Sekarang Saatnya Investasi Emas?

Apakah kamu termasuk para pemilik emas yang mendapat keuntungan dari kondisi ini? Apakah kamu tergoda untuk menambah kepemilikan emas? Ataukah termasuk yang masih berpikir ulang untuk berinvestasi emas karena khawatir harganya akan turun?

Pertanyaan terkait kapan waktu yang tepat untuk membeli emas pun sering muncul. Sebenarnya ini adalah pertanyaan yang wajar karena, seperti halnya jenis investasi yang lain, selalu ada risiko fluktuasi harga.

Tapi, pada dasarnya, harga emas cenderung naik dalam jangka panjang. Sehingga, jawaban yang tepat dari pertanyaan, “Kapan waktu yang tepat untuk beli emas?” yaitu kalau kamu sudah memiliki dana khusus untuk investasi.

Investasi emas lebih baik dilakukan secara rutin, yaitu dengan membeli emas setiap kali memiliki dana lebih. Ingat peribahasa “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”? Peribahasa ini bisa kamu terapkan dalam membeli emas.

Apalagi, sekarang mudah sekali membeli emas karena bisa dilakukan secara online, termasuk melalui berbagai platform marketplace. Tapi, pastikan marketplace atau e-commerce tempat kamu membeli emas sudah bekerja sama secara resmi dengan lembaga terpercaya, seperti PT Pegadaian (Persero) atau langsung bermitra dengan produsen emas seperti PT Aneka Tambang Tbk.

(Baca:

8 Pilihan Investasi Emas Online Terpercaya, Mulai Rp 100!)

Selain itu, ada pula program Tabungan Emas yang dijalankan Pegadaian. Uang yang ditabung nasabah akan dikonversi menjadi emas sesuai harga saat itu.

Di samping ketersediaan dana, waktu yang tepat untuk membeli emas adalah ketika harganya sedang turun. Seperti disampaikan di awal, harga emas cenderung mengalami kenaikan dalam jangka panjang.

Jadi, membeli emas saat harga turun merupakan kesempatan yang baik untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang.

Mengutip laman resmi Pegadaian, tren harga emas juga relatif dapat diprediksi sepanjang tahun. Harga emas cenderung rendah sekitar April hingga pertengahan Juni. Pada waktu yang sama, permintaan emas dari investor juga meningkat.

Sementara itu, periode November-Desember bukanlah waktu terbaik membeli emas karena harganya cenderung mengalami kenaikan pada waktu-waktu tersebut.

Tapi, pergerakan ini memang tidak selalu sama setiap tahunnya. Di tengah pandemi sekarang misalnya, harga emas justru terus mengalami kenaikan sejak awal 2020. Jadi, yang paling baik tentu dengan memantau sendiri naik turunnya harga.

Faktor yang Memengaruhi Harga Emas

Ada beberapa faktor yang bisa membantu memproyeksi pergerakan harga emas, seperti berikut ini:

1. Kurs dolar AS

Hubungan antara emas dan dolar AS berbanding terbalik. Artinya, harga emas cenderung naik saat nilai tukar dolar AS sedang mengalami pelemahan. Demikian pula sebaliknya.

Pergerakan kurs dolar AS banyak dipengaruhi oleh isu-isu ekonomi global dan domestik AS. Jadi, banyak membaca perkembangan ekonomi internasional bisa membantu kamu mengetahui kemungkinan naik turunnya harga emas.

2. Isu geopolitik global

Sama seperti isu-isu ekonomi internasional dan domestik AS, isu geopolitik dunia juga sedikit banyak berpengaruh terhadap harga emas.

Kenapa? Karena emas dianggap sebagai bentuk investasi yang paling aman.

Sehingga, ketika kondisi politik internasional sedang tidak stabil, misalnya ada ancaman perang di Korea atau konflik antara AS dengan China, maka emas akan terus menjadi incaran utama. Baik oleh investor biasa maupun para investor kelas kakap.

3. Suplai emas global

Sebagai barang tambang, suplai emas ikut ditentukan oleh perusahaan-perusahaan penambangnya.

Kalau produksi mereka tinggi, maka harganya bisa lebih murah. Tapi, kalau produksinya rendah, harganya juga akan terpengaruh.

4. Permintaan dari industri perhiasan

Emas termasuk barang baku utama di industri perhiasan. Konsumen umumnya lebih memilih emas dibandingkan perak, apalagi untuk momen-momen penting seperti cincin pernikahan.

Oleh karena itu, kalau permintaan dari industri ini tinggi, maka harga emas batangan juga bisa ikut naik.

5. Pembelian emas oleh bank sentral dunia

Emas bukan cuma jadi pilihan investasi yang dianggap aman oleh investor ritel seperti kita. Pandangan yang sama juga dimiliki oleh bank-bank sentral seluruh dunia. Makanya, bank-bank sentral, seperti Bank Indonesia (BI), pasti memiliki cadangan emas.

Ketika bank sentral suatu negara memutuskan untuk menambah cadangan emasnya, maka bisa jadi pasokan emas di pasar global mengalami penurunan. Hal ini pun ikut berpengaruh terhadap harga.

(Baca:

Cara Meraup Untung dari Investasi Emas buat Pemula)

Jadi, kapan waktu yang tepat buat investasi emas? Jawabannya adalah sekarang. Ketika kamu ada dana menganggur, langsung beli emas sebagai instrumen investasi. Karena harga emas cenderung naik dalam jangka panjang, maka hampir bisa dipastikan kalau danamu juga akan berlipat di masa depan.

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site