Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

Dapat Penawaran Kartu Kredit Gratis, Terima atau Tolak Ya?

Tanpa disangka-sangka kamu mendapat tawaran kartu kredit gratis dari salah satu bank ternama. Kalau punya kartu kredit adalah rencanamu sejak lama, tawaran tersebut pasti langsung diterima. Tapi kalau tidak, saat ini kamu mungkin sedang galau sendiri, soalnya kamu sudah tahu berbagai manfaat kartu kredit.

Sebagai alat pembayaran, jelas kartu kredit bisa bikin transaksi jadi lebih praktis. Apalagi kalau kamu hobi belanja dari e-commerce atau online shop luar negeri. Urusan pembayaran bakal lebih gampang.

Bank penerbit kartu kredit pastinya punya cara jitu untuk memikat calon nasabahnya. Mulai dari iming-iming gratis iuran tahunan sampai tawaran limit besar, semua dianggap ampuh bikin nasabah luluh.

Tapi kamu juga sudah tahu konsekuensi punya kartu kredit. Dengan hasrat belanja yang suka sulit ditahan, mengantongi kartu kredit bisa mengancam keuangan.

Ditambah adanya fasilitas cicilan nol persen yang bikin berutang terasa bagai menabung. Pembayaran yang besar bisa dipecah sehingga lebih ringan tanpa dikenakan bunga sama sekali.

Jadi, sebaiknya penawaran kartu kredit gratis ini diterima atau ditolak saja ya?

Daripada ragu tak berkesudahan atau malah mengambil keputusan keliru, pertimbangkan dulu beberapa hal berikut ini yuk. Terima atau tolak, mari kita cari tahu jawabannya.

1. Seberapa perlu kamu punya kartu kredit?

Kartu kredit memang punya banyak keunggulan. Meski begitu tak berarti semua orang membutuhkan kartu kredit, termasuk kamu.

Kalau selama ini banyak transaksi yang terhambat karena tak ada kartu kredit, mungkin kamu memang membutuhkannya. Atau kamu butuh alat pembayaran yang praktis untuk menunjang hobi liburan. Nah, fitur dan fasilitas kartu kredit travel bakal sangat berguna.

Tapi kalau selama ini kamu merasa fitur kartu debit sudah memfasilitasi kebutuhan transaksi. Ditambah kini telah banyak aplikasi tabungan digital, sehingga transaksi bisa dilakukan dengan mudah tanpa alat pembayaran tambahan.

Pada kondisi tersebut, kartu kredit bisa berakhir sebagai pemanis dompet. Sejumlah manfaat kartu kredit pun bakal sia-sia saja. Sementara itu, ada biaya iuran tahunan yang tetap perlu dilunasi.

Lebih bahaya lagi jika kepemilikan kartu kredit justru memicu kamu jadi lebih konsumtif. Kamu jadi sulit membedakan keinginan dan kebutuhan lantaran merasa bisa membayarnya dengan mudah dan cepat.

Untuk itu, tanyakan kepada diri sendiri dan jawablah dengan jujur, apakah benar kamu butuh kartu kredit?

2. Cek kondisi keuangan

Merasa siap punya kartu kredit berarti harus siap juga bayar tagihannya. Apalagi kalau sebelumnya kamu sudah punya kartu kredit. Artinya, tagihan yang diterima pun jadi berlipat.

Bank memberikan penawaran kartu kredit gratis memang tak ke sembarang orang. Mereka yang terpilih dianggap punya arus kas lancar sehingga risiko kredit macet pun kecil.

Tapi, tetap saja hanya kamu yang benar-benar memahami kemampuan keuanganmu. Jika merasa tak siap menanggung tagihan baru, jangan paksakan diri menambah kartu kredit.

Sejumlah konsultan keuangan sepakat, idealnya besar utang tak lebih dari 30 persen penghasilan. Misalnya, apabila saat ini penghasilanmu sebesar Rp 10 juta per bulan, artinya total tagihan yang kamu tanggung sebaiknya tak lebih dari Rp 3 juta.

Kalau kriteria ini terpenuhi dan kamu cukup percaya diri mampu bayar tagihan, maka sah-sah saja menerima tawaran kartu kredit gratis.

3. Cek fitur dan fasilitas kartu kredit

Tiap jenis kartu kredit punya fitur dan fasilitas yang berbeda. Maka beda kebutuhan, beda pula jenis kartu kredit yang diperlukan.

Sebagai contoh, bagi kamu yang sering belanja bulanan, kartu kredit cashback mungkin lebih berguna dibanding kartu kredit travel. Selain kebutuhan, kamu pun perlu menyesuaikan jenis kartu kredit dengan tujuan keuangan.

Misalnya, kamu ingin bisa liburan secara rutin, manfaat kartu kredit travel mungkin bisa sangat membantu. Soalnya, kamu bisa mengumpulkan poin yang bisa ditukar dengan air miles atau tiket penerbangan.

(Baca:

Cara Mengajukan Dana Tunai Kartu Kredit, Syarat, dan Risikonya)

4. Cek bunga dan biaya kartu kredit

Kartu kredit gratis bisa dimiliki tanpa melalui prosedur pengajuan yang rumit. Bebas iuran tahunan pula. Pihak bank mungkin akan meyakinkan kamu bahwa tak ada ruginya menerima tawaran tersebut. Kan bebas biaya jadi tak akan membebani keuangan.

Kalau belum diperlukan pun bisa disimpan dulu, lalu digunakan sewaktu-waktu saat butuh. Jangan lupa juga ada fasilitas tarik tunai alias cash advance yang bikin kamu seperti punya dana cadangan. Jika mendesak, dana ini bisa langsung ditarik di mesin ATM terdekat.

Jangan langsung tergoda ya. Meski judulnya gratis, bukan berarti bisa bebas biaya selamanya. Memang beberapa kartu kredit menawarkan fasilitas gratis iuran tahunan, tapi jangan lupa ada syarat dan ketentuan yang berlaku.

Misalnya, kamu harus belanja dulu hingga nominal tertentu atau iuran tahunan bebas biaya hanya berlaku untuk satu tahun pertama.

Itu baru biaya, belum lagi bunganya. Kalau tagihan kartu kredit selalu dilunasi tepat waktu sih tak masalah. Tapi kalau terbiasa bayar dengan pembayaran minimum, coba perhitungan dulu beban bunga yang bakal ditanggung.

(Baca:

Mau Pakai Kartu Kredit Tanpa Bunga? Begini Triknya)

5. Cek keamanan penerbit kartu kredit

Seseorang bisa saja mengaku dari pihak bank, memberikan penawaran produk menarik, lalu meminta informasi pribadi yang kelak disalahgunakan.

Untuk itu, meski merasa senang dengan tawaran yang diberikan, jangan lupa untuk tetap merasa waspada. Jika penawaran diterima melalui telepon, pastikan nomor yang terdaftar sebagai instansi terkait, bukan nomor pribadi. Kamu patut merasa curiga jika pihak penelepon meminta informasi sensitif, seperti kode OTP, password dan pin kartu kredit yang telah kamu punya.

Dengan menjawab pertanyaan dan melakukan tips di atas, kini kamu sudah tahu keputusan yang perlu kamu ambil. Menolak penawaran kartu kredit bisa jadi keputusan paling bijak jika kamu merasa belum siap memilikinya.

Namun apabila menerima kartu kredit, jangan lupa gunakan dengan bijak agar manfaatnya bisa terasa optimal. Selamat memutuskan!

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site