Artikel ini berisi tautan ke produk atau layanan dari satu atau lebih pengiklan atau mitra kami. Kami mungkin menerima komisi saat Anda mengeklik atau melakukan pembelian dengan menggunakan situs kami. Pelajari lebih lanjut tentang bagaimana kami menghasilkan uang.

Cara Top Up Pinjaman Bank Mandiri, BRI, CIMB Niaga dan Lainnya

Top up pinjaman bank bisa diajukan selama kamu tak pernah telat bayar tagihan. Begini caranya.

Siapa pun pasti tak ingin berutang. Meski begitu, fasilitas pinjaman bank dapat menjadi alternatif solusi saat butuh dana mendesak, seperti biaya kesehatan.

Pada situasi tak terduga, terkadang bahkan muncul kebutuhan darurat lain yang tak terhindarkan. Padahal, cicilan pinjaman sebelumnya belum terlunasi. Misalnya, butuh dana renovasi rumah yang terkena banjir.

Jika sudah begini, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mencari pinjaman dana kembali.

Untuk kondisi seperti itu, beberapa bank menawarkan solusi top up pinjaman atau penambahan limit kredit. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan, sekalipun cicilan pinjaman sebelumnya belum terlunasi.

Satu hal yang pasti, bank hanya memberikan fasilitas top up kredit kepada nasabah yang dinilai mampu membayar cicilan pinjaman. Ini dibuktikan dengan kelancaran pembayaran cicilan utang selama periode tertentu.

Jadi, jika kamu merasa sering molor bayar angsuran atau bahkan sedang kredit macet, jangan coba-coba top up pinjaman dulu ya. Sementara, kalau pembayaranmu selalu lancar dan punya kebutuhan mendesak lain, fitur top up kredit ini mungkin cocok buat kamu.

Woman calculates monthly expenses from book bank statement

Berikut ini cara top up pinjaman bank Mandiri, CIMB Niaga, Standard Chartered dan BRI.

Top up pinjaman Bank Mandiri

Saat ini Bank Mandiri belum menyediakan layanan pengajuan aplikasi secara online, termasuk untuk top up pinjaman. Oleh sebab itu, pengajuan top up hanya bisa dilakukan di kantor cabang pembuka rekening pinjaman.

Bisa dibilang top up pinjaman Bank Mandiri susah-susah gampang buat diajukan. Sebab, salah satu persyaratannya adalah minimal pinjaman telah berjalan selama satu tahun dan harus ada kenaikan gaji.

Jika kamu memenuhi kedua persyaratan tersebut, selanjutnya tinggal menyiapkan syarat dokumen, berupa:

  • KTP
  • Slip gaji atau surat keterangan penghasilan terakhir
  • Surat pernyataan penyerahan dokumen persyaratan kredit, maksimal tiga hari kerja setelah pencairan kredit.

Bawa semua dokumen ke kantor cabang. Nantinya, pihak bank akan meninjau kembali limit pinjaman tambahan yang bisa kamu terima.

(Baca: 5 Cara Mengajukan KTA Mandiri Biar Langsung Disetujui)

Top up pinjaman Bank CIMB Niaga

Top up pinjaman Bank CIMB Niaga dapat diajukan jika cicilan yang kamu punya sudah berjalan 9 kali dan tidak ada tunggakan.

Selain itu, kamu pun harus memiliki penghasilan minimal Rp 3 juta per bulan dan rekening CIMB Niaga atau kartu kredit CIMB Niaga atau bank lain.

Pengajuan top up dilakukan dengan cara mengunjungi cabang CIMB Niaga pembuka KTA dengan membawa dokumen persyaratan berikut ini:

  • KTP asli
  • NPWP untuk pinjaman di atas Rp 50 juta
  • Slip gaji terbaru atau rekening koran 3 bulan terakhir

(Baca: Pinjaman Online atau KTA Bank, Mana yang Lebih Baik?)

Top up pinjaman Bank Standard Chartered

Dibandingkan Bank Mandiri, syarat top up pinjaman Bank Standard Chartered terbilang lebih longgar. Nasabah sudah bisa melakukan top up setelah enam bulan masa cicilan tanpa keterlambatan bayar.

Sebetulnya, fitur top up Bank Standard Chartered diberikan kepada nasabah melalui penawaran, namun kamu tetap bisa mengajukan top up pinjaman melalui layanan nasabah Bank Standard Chartered di 021 57999988 atau 68000 dari ponsel.

Top up pinjaman BRI

Pengajuan tambahan limit pinjaman Bank BRI dilakukan seperti mengajukan pinjaman KTA baru. Adapun, persyaratannya tergantung kepada jenis pinjaman BRI yang diambil. Berikut di antaranya:

Persyaratan pinjaman Briguna Karya

  • KTP, NPWP dan kartu keluarga
  • SK pengangkatan pertama dan terakhir
  • Slip gaji
  • Fotokopi buku tabungan
  • Surat rekomendasi dari atasan
  • Pas foto suami atau istri bila sudah menikah

Persyaratan pinjaman Briguna Purna

  • KTP, NPWP dan KK
  • SK pensiun asli
  • Daftar pembayaran pensiun
  • Kartu registrasi induk pensiun
  • Buku pensiun
  • Fotokopi buku tabungan BRI
  • Pas foto suami atau istri bila sudah menikah

Persyaratan Briguna Umum

  • KTP, NPWP dan kartu keluarga
  • SK pengangkatan pertama dan terakhir
  • Slip gaji
  • Fotokopi buku tabungan
  • Surat rekomendasi atasan
  • Pas foto suami atau istri bila sudah menikah

Namun, perlu diketahui bahwa tiap kantor cabang Bank BRI punya kebijakan yang berbeda-beda terkait fitur top up pinjaman.

Untuk itu, kamu bisa memastikan ketersediaan layanan top up beserta cara pengajuannya di kantor cabang bank BRI tempat kamu membuka pinjaman pertama kali.

Bagaimana jika bank menawarkan top up KTA?

Tak semua bank menyediakan fitur top up KTA. Misalnya Bank BCA dan Bank KEB Hana yang mewajibkan nasabah melunasi utang sebelum mengajukan utang baru.

Ada pula bank yang berikan fasilitas top up kredit melalui penawaran kepada nasabah terpilih, seperti Bank Permata dan Bank DBS.

Lantas bagaimana jika kamu tak berniat ajukan top up kredit tapi malah mendapatkan tawaran dari pihak bank?

Ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum menambah utang, apalagi jika masih punya beban cicilan yang tak sedikit. Berikut di antaranya:

1. Ketahui tujuan pinjaman bank

Kamu mungkin sudah tahu kalau ada dua jenis utang, yaitu utang produktif dan utang konsumtif. Utang produktif adalah pinjaman untuk membiayai barang atau jasa yang nilainya bertambah seiring berjalannya waktu. Misalnya, pinjaman untuk membeli mobil yang digunakan sebagai taksi online.

Sementara, utang konsumtif adalah utang yang nilainya berkurang dari waktu ke waktu. Misalnya, utang untuk membeli gadget baru yang tidak diperuntukkan sebagai penunjang pekerjaan.

Terjebak dalam utang konsumtif sangat berbahaya bagi kondisi keuangan. Jika mendapatkan tawaran top up KTA, lantas muncul pikiran untuk membeli barang-barang konsumtif baru, sama saja dengan menggali lubang kubur sendiri alias cari masalah.

2. Tambahan periode pinjaman

Kamu yang sedang berjuang melunasi cicilan, pasti miris melihat penghasilan bagai numpang lewat begitu saja. Jangankan untuk menambah dana tabungan, dana kebutuhan harian saja bisa terpangkas sama biaya angsuran.

Kalau kondisi kamu seperti ini, tak perlu tergoda tawaran top up KTA atau pinjaman bank dulu ya.

3. Fokus lunasi utang dulu

Jika tidak ada kebutuhan yang sangat mendesak untuk mengambil pinjaman tambahan, sebaiknya fokus untuk melunasi sisa cicilan yang ada. Apalagi jika utang yang kamu punya memiliki bunga dan biaya pinjaman yang tidak sedikit.

Perketat pengeluaran, mencari penghasilan tambahan atau bahkan menjual aset mungkin perlu dilakukan untuk membayar utang. Tahan diri untuk pemenuhan keinginan, terutama jika kebutuhan belum bisa terpenuhi dengan baik.

Lalu ketika utang sudah lunas, jangan lupa menabung untuk dana darurat. Dengan begitu, saat ada kebutuhan mendesak, kamu punya dana tabungan yang bisa diandalkan.

Memang, sah-sah saja punya utang. Tapi jangan sampai kondisi keuangan jadi berantakan. Ajukan pinjaman bank secara bijak agar tidak menyesal nantinya ya.

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site