GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

Cara Menghitung Bunga Kartu Kredit yang Benar

Kartu kredit kini bukan lagi dianggap sebagai barang mewah karena sudah jamak digunakan oleh banyak orang. Alat pembayaran ini memang praktis digunakan dan menawarkan banyak promo bagi para pemiliknya. Tapi, tahukah kamu cara menghitung bunga dalam tagihan kartu kredit?

Hampir setiap bank di Indonesia menerbitkan kartu kreditnya masing-masing. Suku bunga yang ditetapkan oleh tiap bank umumnya berbeda-beda, tetapi tetap sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia (BI) yaitu maksimal 2,25%. Namun, per 1 Mei 2020, batas maksimum suku bunga kartu kredit diturunkan menjadi 2% per bulan. 

Pemangkasan bunga diharapkan mampu meringankan beban para pemegang kartu kredit dalam membayar cicilan di tengah pandemi Covid-19. Sifatnya yang cashless juga dinilai mendukung implementasi protokol kesehatan. Tapi, penurunan ini hanya berlaku sementara, yaitu sampai 31 Desember 2020.

Denda terlambat bayar juga diturunkan dari 3% atau maksimal Rp 150 ribu menjadi 1% atau maksimal Rp 100 ribu.

Tapi, ini bukan alasan untuk menunda bayar tagihan kartu kredit kamu ya. Menunda pembayaran sama saja dengan menangguhkan tagihan ke bulan berikutnya, sehingga justru bisa makin membebani kondisi finansialmu. 

Mengacu ke Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 14/2/PBI/2012 tentang Perubahan Atas PBI Nomor 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu, ada beberapa hal yang terkait dengan besaran bunga kartu kredit:

  • Bunga dibebankan apabila pemegang kartu tidak melakukan pembayaran, melakukan pembayaran tidak penuh, atau melakukan pembayaran penuh setelah tanggal jatuh tempo
  • Penghitungan hari bunga atas utang kartu kredit didasarkan dan dimulai dari tanggal pembukuan (posting) penerbit kartu
  • Biaya dan denda, serta bunga terutang, dilarang digunakan sebagai komponen penghitungan bunga
  • Penetapan bunga harian didasarkan pada perhitungan jumlah hari kalender dalam setahun dan ditetapkan selama 365 hari

Lalu, bagaimana cara menghitung bunga kartu kredit supaya bisa mengira-ngira berapa nilai tagihan bulan depan?

Sebelum mulai menghitung bunga kartu kredit, kamu harus lebih dulu mengetahui tanggal-tanggal penting dalam hal penagihan dan penghitungan jumlah tagihan yang harus dibayar. Ada yang disebut sebagai tanggal pembukuan, tanggal tagihan, dan tanggal jatuh tempo.

  • Tanggal pembukuan, yaitu tanggal saat transaksi tercatat di rekening kartu kredit. Tanggal pembukuan bisa sama atau berbeda dengan tanggal terjadinya transaksi. Hal ini karena tanggal pembukuan juga menunjukkan tanggal riil penerbit kartu kredit membayar transaksi terkait kepada merchant.
  • Tanggal tagihan, yaitu tanggal dicetaknya lembar penagihan kartu kredit.
  • Tanggal jatuh tempo, yaitu tanggal terakhir pembayaran tagihan harus dilakukan.

Selain itu, ada pula periode bebas bunga (interest-free period), di mana kamu akan dibebaskan dari bunga kalau melakukan pembayaran tagihan secara penuh sebelum tanggal jatuh tempo. Kalau kamu terlambat melakukan pembayaran, maka bunga akan otomatis dikenakan dengan melihat selisih hari pembukuan dan tagihan. 

(Baca: 

6 Cara Melunasi Utang Kartu Kredit di Tengah Pandemi)

Nah, untuk mencari tahu berapa tagihan yang harus dibayar, ada rumus tertentu yang digunakan, yaitu:

Selisih hari : (Tanggal penagihan dicetak-Tanggal pembukuan)+1

Bunga : (Selisih hari x suku bunga tahunan (%) x nilai transaksi) 365 hari

Supaya lebih mudah menghitungnya, coba kita lihat dengan contoh kasus. Misalnya, A adalah pengguna kartu kredit BNI, yang memiliki bunga 2% per bulan atau 24% per tahun. Tanggal jatuh tempo adalah tanggal 10 setiap bulan berikutnya. 

Pada 20 Maret, dia menggunakan kartu kredit tersebut untuk berbelanja bulanan senilai Rp 1 juta. Kemudian, pada 23 Maret, A membeli celana seharga Rp 200 ribu. 

Tanggal

Keterangan

Nilai (Rp)

21 Maret

Pembukuan transaksi 1

1.000.000

24 Maret

Pembukuan transaksi 2

200.000

Total tagihan April

1.200.000

Pembayaran minimum

120.000

Ketika tagihan datang, A memilih untuk hanya melakukan pembayaran minimum sebelum waktu jatuh tempo. Beberapa hari kemudian, setelah tanggal jatuh tempo, dia kembali membeli aksesoris olahraga senilai Rp 500 ribu. 

Jika A hanya melakukan pembayaran tagihan minimum sebelum waktu jatuh tempo, maka ilustrasinya akan seperti berikut:

Tanggal

Keterangan

Nilai (Rp)

Total tagihan April

1.200.000

9 Mei

Pembayaran tagihan April

(120.000)

11 Mei

Pembukuan transaksi 3

500.000

Bunga

52.639

Total tagihan Mei

1.632.639

Pembayaran minimum

163.264

Dari mana bunga Rp 52.639 datang? Ini perhitungannya:

Keterangan

Tgl Perhitungan Bunga

Tgl Tagihan

Selisih Hari

Saldo (Rp)

Bunga (Rp)

Pembukuan transaksi 1

21 Maret

20 April

31

1.000.000

22.932

Pembukuan transaksi 2

24 Maret

20 April

28

200.000

4.142

Tagihan sebelumnya

21 April

20 Mei

30

1.200.000

26.630

Pembayaran

9 Mei

20 Mei

12

(120.000)

(1.065)

Total bunga

52.639

Dengan perhitungan tadi, maka pembayaran minimum yang harus dibayar A adalah Rp 163.264.

Tapi, kalau A memutuskan untuk langsung melunasi tagihan kartu kredit bulan April, maka ilustrasinya menjadi seperti ini:

Tanggal

Keterangan

Nilai (Rp)

Total tagihan April

1.200.000

9 Mei

Pembayaran tagihan April

1.200.000

11 Mei

Pembukuan transaksi 3

500.000

Bunga

0

Total tagihan Mei

500.000

Pembayaran minimum

50.000

Belum ada bunga untuk tagihan bulan Mei, karena masih dalam periode interest-free tadi.

Ilustrasi ini bisa menunjukkan bahwa kartu kredit haruslah digunakan dengan hati-hati. Ingatlah kalau setelah setiap berbelanja menggunakan kartu kredit, ada tagihan dan cicilan yang harus dibayar. Terkait transaksi tarik tunai, ingat juga kalau BI sudah melarang praktik yang dikenal dengan gesek tunai (gestun) ini karena dinilai dapat merugikan konsumen.

Nah, setelah memahami cara menghitung bunga kartu kredit, bisa terlihat bahwa memang lebih baik untuk membayar tagihan secara penuh sebelum tanggal jatuh tempo. Untuk itu, pilihlah kartu kredit yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kamu. Kalau kamu bingung mau memilih kartu kredit yang mana, cek saja informasinya di GoBear ya!

(Baca: 

Utang Kartu Kredit Vs Paylater, Mending Pilih yang Mana?)

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked
Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site