Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

Cara Mengelola Uang Bantuan Tunai Covid-19 dengan Baik

Sebagai bagian dari upaya mengatasi dampak pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan stimulus ekonomi. Ada bantuan sembako, insentif pajak, pelatihan kerja, sampai uang tunai bagi masyarakat miskin serta subsidi gaji karyawan.

Sederet stimulus tersebut tentu sangat membantu, terutama buat mereka yang ekonominya tengah limbung dihantam pandemi. Namun hati-hati, khususnya bagi penerima stimulus dana dari pemerintah, harus tahu cara mengelola uang bantuan itu dengan baik agar betul-betul bisa menyokong ekonomi.

Pemerintah menggelontorkan uang bantuan tunai untuk membantu pengeluaran masyarakat supaya roda ekonomi tetap berjalan. Tapi bukan berarti kamu bebas menghabiskannya untuk kebutuhan konsumsi. Bila mampu mengelola uang bantuan tunai ini, kamu akan dapat menarik manfaat ekonomi yang besar.

Cara mengelola uang bantuan Covid-19 yang paling baik adalah dengan lebih dulu melihat situasi keuangan kamu saat ini serta target keuangan jangka pendek, menengah, dan panjang.

Jika kamu terkena pemutusan hubungan kerja atau kehilangan pendapatan akibat Covid, uang bantuan ini akan berguna untuk memenuhi kebutuhan finansial yang bersifat mendesak. Sedangkan bila kamu masih menerima penghasilan seperti biasa, uang bantuan ini berpotensi menjadi penguat fondasi finansial lewat tabungan atau investasi.

1. Penuhi Kebutuhan Mendesak

Poin pertama ini penting khususnya bagi yang kehilangan pendapatan, baik sebagian maupun semuanya di tengah pandemi Covid. Kamu sebaiknya mengelola uang bantuan untuk memenuhi kebutuhan yang benar-benar mendesak. Sebab, kamu tak bisa lagi mengandalkan pendapatan yang sebelumnya ada tiap bulan.

Kebutuhan mendesak adalah kebutuhan yang harus dipenuhi saat itu juga agar tidak berdampak buruk pada keuangan, misalnya ada denda atau bunga yang justru bisa menambah beban. Contoh kebutuhan itu antara lain:

  • Tagihan kartu kredit (bisa bayar minimal dulu)
  • Cicilan barang atau sewa
  • Premi asuransi jika ada, termasuk BPJS Kesehatan
  • Iuran wajib

Manfaatkan program keringanan pembayaran kredit di bank dan lembaga finansial lain demi memperpanjang napas tabungan sembari berupaya memulihkan penghasilan.

2. Suntik Tabungan

Kalau tak memiliki utang atau bisa mengelola pembayaran utang, kamu dapat mengelola uang bantuan tunai sebagai suntikan baru ke tabungan. Sebaiknya pakai uang ini sebagai tabungan darurat, bukan tabungan reguler. Tabungan darurat adalah uang yang disimpan untuk digunakan hanya dalam keadaan darurat.

Contoh konkretnya ya periode krisis Covid ini. Bila punya tabungan darurat sebelumnya, kamu lebih berpeluang selamat dari badai ekonomi yang menerpa berbagai sektor ekonomi. Kalau belum ada, inilah momen untuk membentuk tabungan darurat untuk berjaga-jaga di masa depan.

3. Berinvestasi

Kadar dampak ekonomi dari Covid-19 yang diterima setiap orang berbeda-beda. Ada yang babak-belur, tapi ada pula yang masih stabil. Bila tergolong masih stabil, kamu sebaiknya mengelola uang bantuan ini untuk kebutuhan jangka panjang. Salah satunya lewat investasi. Apalagi jika kamu sudah punya tabungan darurat yang bisa dimanfaatkan setidaknya hingga akhir tahun.

Kamu bisa memilih jenis investasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi saat ini. Harga emas yang kian meroket membuat emas menjadi primadona investasi di tengah pandemi Covid. Kamu juga dapat mengelola uang bantuan itu sebagai dana tabungan pensiun atau tabungan pendidikan buat anak.

4. Berdonasi

Bagi yang keuangannya masih stabil atau tidak terlalu terkena dampak, alokasikan uang bantuan itu untuk donasi. Di luar sana banyak yang kondisinya lebih parah dan memerlukan uluran tangan. Kamu bisa memulainya dengan orang-orang di sekitar. Selain itu, banyak program pemberian bantuan Covid-19 yang tersedia di platform online.

Donasi ini tak harus selalu lewat pemberian uang tunai kepada mereka yang membutuhkan. Untuk pedagang kaki lima, misalnya, kamu dapat membeli dagangan mereka agar lebih laku. Cara lainnya adalah dengan membelikan bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng. Dengan menerima donasi berupa barang, penerima bantuan juga bisa lebih aman dari godaan menghamburkan uang tersebut untuk hal-hal non-kebutuhan pokok.

5. Meredakan Stres

Tidak ada salahnya mengelola uang bantuan tunai Covid untuk kegiatan rekreasi alias pereda stres. Apalagi bila kondisi keuanganmu terbilang masih baik. Tak bisa dimungkiri, situasi pandemi yang dibarengi dengan pembatasan di sana-sini dapat mengganggu suasana hati. Terlebih bagi orang tua yang mesti bekerja dari rumah sembari menjadi guru dadakan buat anaknya karena sekolah masih tutup.

Stres berpotensi menurunkan kualitas hidup dan menurunkan imun tubuh. Karena itu, coba lihat apakah ada kesempatan mengalokasikan uang bantuan untuk hiburan atau rekreasi. Tentu hiburan yang sehat dan tak menyalahi protokol kesehatan. Yang sederhana saja, misalnya memesan makanan dari rumah makan favorit keluarga. Bisa pula yang lain, asalkan bisa membuat kamu lebih bahagia, relaks, dan optimistis.

Apa pun jenis bantuan yang diterima di tengah Covid tentu akan sangat berguna. Tapi penerima stimulus tunai harus lebih berupaya ekstra mengelola uang bantuan tersebut agar manfaatnya benar-benar terasa.

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site