Artikel ini berisi tautan ke produk atau layanan dari satu atau lebih pengiklan atau mitra kami. Kami mungkin menerima komisi saat Anda mengeklik atau melakukan pembelian dengan menggunakan situs kami. Pelajari lebih lanjut tentang bagaimana kami menghasilkan uang.

Cara Mengajukan Dana Tunai Kartu Kredit, Syarat dan Risikonya

Butuh dana mendadak? Cari tahu apakah dana tunai kartu kredit solusi yang tepat untuk kebutuhan daruratmu.

Ada banyak sekali jenis produk pinjaman di Indonesia. Salah satunya adalah fasilitas dana tunai kartu kredit. Sudah kenal dengan layanan yang satu ini?

Dana tunai kartu kredit adalah fasilitas yang diberikan kepada pemegang kartu kredit untuk meminjam sejumlah uang yang dikirim ke rekening tabungan. Dana pinjaman ini berasal dari limit kartu kredit. Umumnya, bank menetapkan maksimum dana yang bisa dicairkan sebagai dana tunai adalah sebesar 50 persen dari sisa limit.

Misalnya, kamu punya kartu kredit dengan limit sebesar Rp 100 juta dan telah digunakan untuk bertransaksi sebesar Rp 10 juta. Maka, limit dana tunai kartu kredit yang bisa kamu terima adalah maksimal Rp 45 juta, yaitu 50 persen dari sisa pagu sebesar Rp 90 juta.

Bagi pemegang kartu kredit, fasilitas dana tunai ibarat mengantongi dana cadangan. Dibandingkan dengan KTA bank atau pinjaman online fintech, dana tunai kartu kredit ini lebih praktis. Sebab, proses pengajuan umumnya hanya membutuhkan informasi kartu kredit, seperti nomor kartu kredit dan nama sesuai kartu, tidak memerlukan banyak dokumen.

Proses pencairan dana tunai pun tergolong cepat, yaitu berkisar antara 1 hingga 2×24 jam setelah permohonan disetujui. Semakin tinggi limit kredit semakin besar pinjaman dana tunai yang bisa digunakan. Adapun, tenor pinjaman mulai dari 3-36 bulan.

Tapi, mengingat kartu kredit sejatinya merupakan alat pembayaran, bukan alat utang, tak semua kartu kredit punya fasilitas ini. Beberapa kartu kredit yang memiliki fitur dana tunai kartu kredit adalah kartu kredit Citibank, kartu kredit BCA, kartu kredit BRI, kartu kredit Mandiri serta kartu kredit BNI.

Woman withdrawing money from credit card at ATM

Cara mencairkan limit kartu kredit jadi dana atau pinjaman tunai

Dana tunai sering juga disebut dengan loan on phone. Sebab, fasilitas ini biasanya ditawarkan oleh bank melalui telepon kepada nasabah yang terpilih. Mereka yang jarang menggunakan kartu kredit atau pengguna kartu kredit pasif biasanya bakal lebih sering mendapatkan tawaran ini.

Meski begitu, tak perlu khawatir kalau kamu tidak pernah mendapatkan penawaran ini. Soalnya, kamu tetap bisa mengajukan pinjaman atau mencairkan limit kartu kredit. Berikut ini cara mencairkan limit kartu kredit pada beberapa bank ternama di Indonesia.

  1. Kartu kredit BCA
    • Transfer dana melalui mesin ATM menggunakan personal identification number (PIN) cash advance
  2. Kartu kredit Mandiri
    • Melalui Aplikasi Online Power Cash
    • Menghubungi Mandiri Call 14000
  3. Kartu kredit BNI
    • Menghubungi BNI Call di 1500046
  4. Kartu kredit BRI
    • Menghubungi kontak BRI di 14017/1500017 atau Whatsapp ke Loan On Phone BRI
  5. Kartu kredit Citibank
    • Melalui fitur Citibank Online
    • Melalui Live Chat di situs Citibank setelah login akun Citibank Online
    • Melalui Citiphone

Syarat mengajukan dana tarik tunai kartu kredit

Pertama, tentu saja kamu harus memiliki kartu kredit dengan fasilitas dana tarik tunai. Selanjutnya, kamu harus memiliki rekening tabungan di bank yang sama dengan rekening kartu kredit. Sebab, dana pinjaman akan ditransfer ke rekening tersebut.

Sekalipun pengajuan dana tarik tunai tak membutuhkan sejumlah dokumen persyaratan, bukan berarti bank bakal langsung menyetujui permohonanmu. Bank tetap akan melihat riwayat kredit pemilik kartu kredit. Jika kamu sering menunggak bayar cicilan atau bahkan masuk daftar blacklist, permohonan pinjaman kartu kredit ini sudah pasti ditolak.

Terakhir, kartu kredit yang dimiliki harus merupakan kartu kredit personal bukan corporate.

Bunga dan biaya pinjaman dana tarik tunai kartu kredit

Untuk menikmati dana tunai kartu kredit, kamu harus membayar biaya bunga dan biaya layanan. Besar biaya bervariasi tergantung kepada jenis kartu kredit dan tenor serta limit pinjaman yang diajukan.

Secara umum, bunga dana tarik tunai kartu kredit berkisar antara 0,99 hingga 1,5 persen flat per bulan. Menggunakan sistem bunga flat sebetulnya kurang menguntungkan nasabah. Sebab, besar bunga akan tetap sampai masa akhir cicilan sekalipun pokok pinjaman sudah berkurang.

Sementara, jika menggunakan sistem bunga efektif, besar bunga pinjaman tarik tunai setara dengan 20 hingga 27 persen per tahun. Pada skema ini, bunga akan berkurang seiring berkurangnya sisa pinjaman.

Selain bunga, nasabah juga akan dikenakan biaya administrasi atau biaya layanan. Besarnya tergantung kepada limit pinjaman, dengan kisaran mulai dari Rp 150 ribu atau hingga 1 persen dari jumlah pinjaman.

(Baca: Ini Alasan Tarik Tunai Kartu Kredit Sebaiknya Dihindari)

Cara membayar pinjaman dana tarik tunai kartu kredit

Tagihan dana tarik tunai akan dimasukkan ke dalam tagihan kartu kredit dalam bentuk cicilan. Dengan begitu, nasabah akan membayar cicilan kartu kredit serta cicilan pinjaman. Maka, cara pembayaran pinjaman kartu kredit sama saja dengan membayar tagihan kartu kredit secara umum.

Tapi ingat, jika pinjaman dilunasi lebih awal atau sebelum jangka waktu cicilan berakhir, kamu akan dikenakan sisa bunga cicilan dan biaya penalti, mulai dari Rp 100 hingga 300 ribu.

Risiko mengajukan dana tunai kartu kredit

Menggunakan fasilitas dana tunai kartu kredit memang mudah. Bunga pinjaman juga cenderung lebih ringan jika dibandingkan bunga pinjaman online fintech yang bisa mencapai 30 persen per bulan. Sementara, dibandingkan dengan bunga KTA bank, pinjaman kartu kredit ini pun masih cukup bersaing.

Tapi, sama halnya dengan semua produk pinjaman yang ada, dana tarik tunai kartu kredit pun tidak bebas risiko. Jika dihitung-hitung, bunga dan biaya dana tarik tunai pun cukup menguras keuangan.

Biar lebih mudah dipahami, yuk lihat contoh kasus penggunaan fitur Citi Quick Cash, fasilitas dana tunai kartu kredit dari kartu kredit Citibank.

Misalnya, Budi mengambil pinjaman senilai Rp 5 juta dengan jangka waktu cicilan selama 12 bulan. Bunga pinjaman sebesar 1,25 persen flat per bulan atau 2,22 persen efektif per bulan. Maka, selama 12 bulan, jumlah cicilan yang harus dibayar Budi adalah sebesar Rp 479,167 (menggunakan tabel perhitungan pada situs Citibank).

Dengan demikian, untuk mendapatkan dana pinjaman senilai Rp 5 juta, kamu harus membayar sebesar Rp 5.750.004. Itu pun belum termasuk dengan biaya transfer atau pun biaya tambahan lainnya.

Nah, tapi risiko terbesar dari dana tarik tunai kartu kredit adalah jika kamu terlambat bayar tagihan.

Soalnya, beban biaya yang ditanggung bukan hanya denda keterlambatan tapi juga bunga keterlambatan dari masing-masing transaksi. Kamu bagai menunggak dua jenis utang sekaligus, yaitu utang transaksi ritel kartu kredit dan utang pinjaman dana tunai kartu kredit.

Begitu pula jika kamu membayar tagihan dengan minimum payment. Bunga pinjaman dana tarik tunai akan otomatis berubah menjadi bunga ritel yang besarnya hampir dua kali lipat bunga dana tunai kartu kredit.

Kesimpulan

Memang, sah-sah saja memanfaatkan fitur dana tunai kartu kredit. Terutama jika ada kebutuhan mendesak saat tak memiliki dana yang memadai. Tapi, menjadikan fasilitas pinjaman kartu kredit sebagai dana cadangan tentu tak baik bagi kondisi keuangan.

Namun jika memang tak ada pilihan lain selain menggunakan fitur pinjaman ini, pastikan kamu sudah punya rencana penggunaan dana dan pembayaran cicilan. Jadi, tidak ketar-ketir saat surat tagihan datang.

Biar tak perlu mengandalkan layanan pinjaman di saat mendesak, maksimalkan menabung dana darurat. Dengan begitu, hidup tenang tanpa takut terlilit utang. Sepakat?

(Baca: Pinjaman KTA atau Tarik Tunai Kartu Kredit, Pilih yang Mana Ya?)

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site