GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

Belum Melek Finansial, Segini Skor Literasi Keuangan Orang Indonesia

Literasi keuangan adalah salah satu modal utama untuk meningkatkan kesejahteraan finansial.

Mengutip laman gln.kemdikbud.go.id, literasi finansial adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan efektif terkait finansial untuk meningkatkan kesejahteraan, baik secara individu maupun sosial.

Tanpa literasi keuangan yang memadai, orang akan cenderung mengambil keputusan keuangan yang berisiko. Misalnya, terbiasa menggunakan layanan cicilan untuk kebutuhan konsumtif hingga terjerat dalam investasi ilegal.

Sebaliknya, mereka yang melek finansial dapat mengelola keuangan dengan baik, serta memilih dan memanfaatkan produk dan jasa keuangan sesuai kebutuhan.

Apakah masyarakat Indonesia sudah melek finansial?

Melihat pentingnya literasi keuangan bagi kondisi finansial seseorang, muncul pertanyaan: apakah orang Indonesia sudah memiliki literasi keuangan yang cukup?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Finder pun meluncurkan survei keuangan Finder Financial Index (FHI) di empat negara di Asia, yakni Indonesia, Singapura, Thailand, dan Hong Kong. Survei keuangan ini melibatkan lebih dari 4.000 responden masyarakat kelas menengah, berusia antara 18-65 tahun.

Hasilnya? Berdasarkan FHI, skor literasi keuangan orang Indonesia ternyata hanya sebesar 66 persen. Ini merupakan yang terendah jika dibandingkan Singapura (78%), Hong Kong (72%), dan Thailand (68%).

Menariknya, dari data survei ditemukan bahwa sebanyak 59 persen orang Indonesia yakin bahwa literasi keuangan mereka paling tidak berada di atas rata-rata. Agak ironis, karena ketika dihadapkan dengan sejumlah pertanyaan soal pengetahuan dasar keuangan, mayoritas responden gagal menjawab dengan benar.
 

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa skor pengetahuan keuangan masyarakat Indonesia kebanyakan masih di bawah rata-rata skor Asia.

Hal ini berbanding terbalik dengan keyakinan mayoritas masyarakat Indonesia bahwa pengetahuan keuangan mereka berada di atas rata-rata. Artinya, ada kesenjangan yang besar antara persepsi pengetahuan keuangan orang Indonesia dengan realita sesungguhnya di lapangan.

Ini berbeda dengan Singapura, yang sekalipun memiliki skor literasi keuangan tertinggi di Asia Tenggara, 40 persen penduduknya mengaku bahwa mereka kurang memahami optimasi keuangan. Alhasil, mereka cenderung mengambil keputusan keuangan dengan hati-hati dan terencana.

Hal yang sama juga terjadi di Hong Kong dan Thailand. Masyarakat Hong Kong merasa belum terlalu menguasai soal perencanaan keuangan, walau pada kenyataannya skor literasi keuangan mereka cukup tinggi.

Sementara Thailand, meskipun skor keuangannya tergolong rendah, ini sejalan dengan persepsi masyarakatnya akan pengetahuan keuangan mereka yang juga rendah.
 

Dari data tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat Indonesia terlampau percaya diri alias terlalu optimis akan pengetahuan keuangan mereka. Jika tidak hati-hati, kondisi ini dapat mendorong kita membuat keputusan finansial secara sembrono dan terburu-buru.

Lebih lanjut, riset FHI juga menemukan bahwa masyarakat Indonesia cenderung lebih memahami produk keuangan standar, seperti kartu kredit, tabungan, asuransi kesehatan, dan asuransi jiwa.

Sebaliknya, untuk produk-produk keuangan yang lebih teknikal, seperti saham, obligasi, dan produk derivatif, skor pengetahuan masyarakat Indonesia masih di bawah skor rata-rata negara lain di Asia.

Temuan ini sejalan dengan hasil riset FHI yang menyebutkan bahwa sebanyak 88 persen responden Indonesia masih memilih tabungan sebagai instrumen keuangan untuk menyimpan uangnya. Selain itu, membeli aset fisik seperti emas dan properti juga menjadi cara yang populer untuk menabung.

(Baca:

Ternyata, Inilah Alasan Utama Orang Indonesia Menabung)

Apa yang bisa dilakukan?

Nah, sekarang sudah tahu kan ternyata skor literasi keuangan Indonesia itu masih lebih rendah jika dibandingkan dengan Singapura, Hong Kong, dan bahkan Thailand? Jadi apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan pengetahuan finansial kita?

1. Belajar!

Jangan pernah berhenti belajar. Rasanya slogan ini memang tepat diimplementasikan kapan pun, di mana pun, dan dalam kondisi apapun. Termasuk halnya untuk urusan keuangan.

Mau keuangan rapi dan teratur? Belajar cara merencanakan keuangan dan bikin bujet bulanan. Mau investasi supaya uang berlipat? Belajar caranya investasi yang baik dan benar. Mau beli asuransi yang tepat? Belajar soal asuransi dan jenis-jenisnya yang ada di pasaran. Intinya, jangan malas belajar kalau mau keuanganmu lancar.

2. Update terus

Di zaman teknologi seperti sekarang, perubahan makin cepat terjadi. Tak terkecuali di industri keuangan.

Lima tahun lalu, tidak ada yang namanya pinjaman online atau paylater. Sekarang? Jumlah pinjol sudah menjamur, layanan paylater juga makin populer di kalangan netizen.

Nah, info-info seperti ini tidak akan kamu dapat kalau kamu tak rajin update diri dengan membaca berita-berita terkini seputar finansial dan bisnis. Alhasil, kamu pun jadi ketinggalan informasi terbaru yang mungkin saja dapat memudahkanmu dalam mengatur keuangan.

3. Jangan malu bertanya

Pengin pinjam uang ke bank tapi tak tahu prosedurnya? Tak usah malu bertanya. Tanya siapa saja, bisa teman, keluarga, atau tanya customer service bank yang kamu tuju.

Ketika akan mengambil keputusan finansial dan tak yakin kamu mengambil langkah yang benar, selalu lakukan riset atau tanya orang terpercaya. Jangan sampai kamu merasa tahu dan malah membuat keputusan yang salah. Ingat, ini urusannya sama duit. Satu langkah yang salah, bisa berujung utang berkepanjangan lho.

Lebih baik menempatkan diri jadi orang bodoh dan bersikap hati-hati, daripada merasa pintar dan akhirnya bertindak sembrono. Prinsip ini yang perlu kamu pegang tiap akan mengambil keputusan finansial.

Jadi, sudah siap lebih pintar mengurus keuangan? Jangan khawatir, Finder akan terus setia menemani kamu di tiap langkah kok!

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site