Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

Apa Itu Deposito dan Bagaimana Caranya Agar Untung Maksimal

Deposito tak pernah pudar daya tariknya sebagai salah satu pilihan investasi. Bagi investor pemula, deposito bisa menjadi batu loncatan untuk beralih ke instrumen investasi lain yang menjanjikan keuntungan lebih besar. Deposito adalah produk simpanan yang ditawarkan bank kepada nasabah. Terdapat beberapa jenis deposito, yakni:

  • Deposito berjangka: dana disimpan sesuai dengan jangka waktu atau tenor yang dikehendaki.
  • Deposito on call: dana bisa diambil kurang dari satu bulan. Tapi dana yang didepositokan harus dalam jumlah besar, misalnya Rp 50 juta.
  • Sertifikat deposito: penyimpanan dana dalam jangka waktu tertentu dengan dilengkapi sertifikat. Sertifikat ini bisa dijualbelikan atau dijadikan jaminan untuk pinjaman/kredit di bank atau gadai.

Secara umum, deposito mirip dengan produk tabungan di bank. Namun ada beberapa fitur perbedaan deposito dan tabungan, di antaranya:

  • Bunganya lebih tinggi
  • Tidak disertai dengan buku tabungan dan kartu ATM
  • Penyimpanan dilakukan dalam batas waktu tertentu
  • Uang simpanan bisa diambil setelah jatuh tempo batas waktu
  • Bila mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, ada biaya yang harus dibayar

Jika hendak disandingkan dengan jenis produk tabungan, deposito mirip tabungan rencana. Itu sebabnya nasabah kerap menggunakan deposito sebagai alternatif untuk mewujudkan rencana masa depan.

(Baca:

Perbedaan Deposito Berjangka dan Sertifikat Deposito)

Misalnya kamu yang hendak mengumpulkan dana untuk biaya pendidikan anak. Mereka bisa memilih deposito sebagai sarana penyimpanan dana. Maksimal periode simpanan deposito 24 bulan. Bila hendak menabung lebih dari 24 bulan, kamu bisa memperpanjang jatuh tempo itu. Ada istilah automatic roll-over (ARO) dalam deposito. Sistem ini membuat jangka waktu simpanan diperpanjang secara otomatis jika tak diambil ketika jatuh tempo.

Jika hendak mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, kamu akan dikenai denda atau penalti. Besaran denda tergantung kebijakan bank masing-masing. Bila deposito dicairkan pas jatuh tempo, dana yang diperoleh adalah pokok tabungan plus bunga yang telah dipotong pajak. Potongan pajak bunga deposito hanya dikenakan untuk simpanan di atas Rp 7,5 juta sebesar 20 persen.

Cara Memilih Deposito Terbaik

Deposito menjanjikan keuntungan besar bagi nasabahnya. Dana simpanan deposito pun terbilang aman karena dilindungi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan LPS. Selain itu, risikonya amat minim bila dibandingkan dengan jenis investasi lain. Pokok simpanan tidak akan berkurang sampai jatuh tempo.

Tapi, untuk memastikan agar untung maksimal, kamu harus pintar-pintar memilih deposito terbaik. Begini tipsnya:

1. Perhatikan reputasi bank

Ada banyak jenis bank di Indonesia, dari bank daerah hingga bank nasional. Dari jenis-jenis itu, ada bank dengan reputasi mentereng dan punya fondasi kuat, ada pula bank kecil yang kurang ternama. Demi keamanan, pilih bank yang telah punya reputasi dan fondasinya bagus. Tujuannya adalah menghindari masalah yang mungkin terjadi jika bank mengalami masalah keuangan, terutama kebangkrutan.

2. Bandingkan semua

Setiap bank memiliki kebijakan tersendiri mengenai produk deposito yang dimiliki sesuai dengan aturan. Kamu sebagai nasabah sebaiknya membandingkan fitur-fitur deposito mereka untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Fitur itu antara lain:

  • Bunga: Pilih deposito dengan bunga tertinggi. Umumnya, makin lama periode simpanan, makin tinggi bunga yang ditawarkan.
  • Penalti: Tentu tak ada yang mau kena penalti deposito. Tapi ada kemungkinan kamu terpaksa menarik deposito sebelum jatuh tempo sehingga kena penalti. Sebagai langkah antisipasi, pilih biaya penalti paling rendah dari bank. Namun harus diperhatikan pula bunganya. Jangan sampai memilih deposito dengan penalti rendah tapi bunganya juga rendah. Harus seimbang.
  • Fasilitas: Ketahui fasilitas yang ditawarkan bank, misalnya bisa membuka deposito online, bisa langsung mencairkan deposito ke rekening tabungan, apakah ada sistem perpanjangan otomatis, dan lain-lain. Pilih yang paling banyak memberikan kemudahan.
  • Biaya administrasi: Beberapa bank menerapkan biaya administrasi untuk deposito. Sebaiknya cari deposito yang tanpa biaya administrasi atau biayanya paling kecil.

Kamu bisa menghubungi bank dulu untuk bertanya-tanya sebelum membuka deposito. Bisa pula dengan menelusuri informasi deposito di situs perbandingan produk finansial.

3. Awas tergiur bunga

Rumus menarik keuntungan maksimal dari deposito itu mudah. Makin banyak dana dan makin lama periode simpanan, imbal hasil dari bunga pun makin besar.

Tapi hati-hati, jangan sampai tergiur bunga yang besar saja. Pastikan memilih jangka waktu simpanan yang sesuai dengan kebutuhan. Sebab, jika kemudian di tengah jalan menarik dana karena keadaan, kamu harus membayar penalti sehingga bunga yang besar akan sia-sia belaka. Begitu pula soal jumlah dana. Alokasikan dana secukupnya untuk deposito. Kamu tetap harus bisa mengakses uang tunai yang lebih mudah untuk kebutuhan rutin.

(Baca:

Cara Menghitung Bunga Deposito Secara Sederhana)

4. Buka saat ada promosi

Bank kadang menawarkan promosi pembukaan deposito guna menarik nasabah. Promosi ini biasanya berupa suku bunga yang lebih besar. Cari tahu dulu apakah ada promosi yang sedang berjalan agar keuntunganmu maksimal. Kunjungi dulu situs bank tersebut untuk melihat promosinya.

Cara Membuka Deposito

Cara menjadi nasabah deposito semudah membuka rekening bank. Kamu bisa menjadi nasabah deposito di bank tempatmu menyimpan dana. Saat ini pun sudah banyak bank yang melayani pembukaan deposito online.

1. Ketahui syaratnya

Syarat membuka deposito di setiap bank umumnya sama, yakni:

  • Salinan identitas diri berupa kartu tanda penduduk (KTP) atau paspor
  • Salinan nomor pokok wajib pajak (NPWP)
  • Mengisi formulir pembukaan deposito
  • Dana yang hendak didepositokan

2. Datang ke bank

Setelah membawa berkas persyaratan, datanglah ke bank dan beri tahu petugas di depan tujuan kedatanganmu. Nantinya, petugas akan mengarahkan ke counter untuk membuka deposito, memberikan nomor antrean, sekaligus meminta kamu mengisi formulir. Beberapa bank menyediakan formulir deposito online yang bisa diisi di rumah sehingga kamu dapat menghemat waktu di bank.

3. Buka deposito

Datangi petugas bank di counter begitu nomor antreanmu dipanggil. Beri tahu bahwa kamu hendak membuka deposito sekaligus memberikan berkas persyaratan. Petugas akan memproses aplikasi pembukaan deposito dan meminta dana simpanan yang akan dimasukkan.

4. Simpan bilyet deposito

Bila kamu membuka deposito berjangka atau deposito on call, petugas akan memberikan bilyet atau semacam surat yang menjadi tanda bahwa kamu telah menjadi nasabah deposito. Slip itu antara lain berisi keterangan jumlah dana serta jatuh tempo deposito. Jika kamu memilih sertifikat deposito, petugas akan memberikan sertifikat tersebut. Simpan baik-baik bilyet dan sertifikat ini untuk kepentingan pencairan kelak.

Demikianlah sekelumit hal tentang deposito dan bagaimana agar bisa mendapatkan keuntungan maksimal darinya. Deposito adalah investasi yang aman dan sudah pasti menguntungkan. Tanpa perlu memikirkan pengelolaannya, dana akan terus berkembang hingga tiba saatnya dicairkan.

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site