GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

Ampuh! Ini 20 Cara Menghemat Uang yang Mudah dan Efektif

Gaya hidup hemat sangat mudah untuk diucapkan, tetapi terkadang praktiknya tak semudah itu. Terkadang, meski kita sudah berusaha menghemat dengan mengatur pengeluaran, ada saja “kebocoran” yang terjadi tanpa kita tahu ke mana uang kita mengalir. Jangan khawatir, ada berbagai cara menghemat uang yang bisa kamu praktikkan untuk mengamankan isi rekening.

Mungkin kondisi pandemi saat ini menjadi pemicu kamu untuk mulai mengatur ulang keuangan dan hidup berhemat. Mungkin juga kamu sudah lama berniat menerapkan gaya hidup hemat tapi bingung bagaimana memulainya. Apapun tujuan kamu berhemat, ikuti saja 20 cara mudah dan efektif ini supaya hasilnya maksimal:

1. Buat catatan pemasukan dan pengeluaran

Dengan mengalokasikan pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya, akan terlihat apakah kondisi keuangan kamu sehat atau tidak. Kalau ternyata besar pasak daripada tiang, maka sudah pasti ada masalah dalam kondisi keuangan kamu. Artinya, kamu harus menyusun lagi kebutuhan apa saja yang menjadi prioritas supaya tidak terjadi defisit.

Kalau pengeluaranmu sudah seimbang atau lebih kecil dari pemasukan, bukan berarti kamu bisa santai begitu saja. Lihat lagi di pos pengeluaran mana uangmu keluar paling banyak dan perhatikan apakah ada bocor halus yang terjadi. Kalau ada, maka kamu masih harus berupaya menutup kebocoran tersebut dan jangan sampai membesar.

2. Buat rekening bank terpisah

Buatlah rekening bank yang terpisah dari rekening gajianmu. Setelah gajian dan mengatur anggaran, transferlah sekian rupiah sesuai bujet pengeluaran atau tabunganmu. Dengan cara menghemat uang yang satu ini, kamu akan lebih mudah mengatur anggaran dan mengamankan tabungan.

Kalau rekening terpisahmu digunakan untuk tabungan, maka lebih baik kalau kamu tidak memiliki kartu ATM untuk rekening ini. Jadi, uangmu lebih aman karena tidak bisa ditarik seenaknya.

3. Rencanakan waktu belanja

Dengan memiliki anggaran pemasukan dan pengeluaran yang detail, maka kamu tidak bisa seenaknya berbelanja di luar anggaran tersebut. Agendakan waktu belanjamu sesuai anggaran yang ada, jangan membeli sesuatu secara mendadak atau di luar pos pengeluaran bulanan. Apalagi, kalau barang tersebut tidak termasuk kebutuhan wajib.

Dengan berbelanja di waktu yang sudah ditentukan, kamu akan lebih disiplin dalam mematuhi anggaran yang sudah disusun. Berbelanja secara impulsif hanya karena diskon bisa mengganggu arus kas kamu.

4. Manfaatkan point rewards atau diskon

Walaupun kita harus menahan diri dari godaan diskon, tapi diskon atau promo khusus bisa dimanfaatkan kalau barang yang ditawarkan memang kita perlukan. Misalnya, ketika berbelanja bahan makanan atau kebutuhan rumah.

Ada promo beli 1 gratis 1 untuk sampo ukuran besar? Beli! Terkadang ada pula supermarket atau toko roti yang memberikan diskon setelah pukul 20.00. Tentu saja ini bisa kamu manfaatkan.

Point rewards dari penggunaan kartu kredit juga dapat kamu manfaatkan untuk berbelanja keperluan lain. Jadi, perhatikan penawaran point rewards dari bank penerbit kartu kredit kamu ya.

5. Berbelanja barang second

Barang second tidak selalu bekas dan barang bekas tidak selalu berarti tidak layak digunakan. Ada beberapa platform atau komunitas yang menyediakan barang-barang second untuk dijual kembali, terutama pakaian, sepatu, dan tas. Barang elektronik seperti handphone atau laptop pun cukup banyak dijual kembali karena berbagai alasan.

Tidak perlu alergi dengan barang-barang second karena terkadang barang tersebut dijual lagi karena salah ukuran, salah warna, atau baru dipakai sekali dan pemiliknya merasa tidak cocok. Apalagi, harganya pun bisa jauh lebih murah dari harga asli. Singkirkan gengsi, karena cara menghemat uang yang satu ini bisa jadi jawaban buat kamu yang bujet bulanannya bocor terus.

6. Menunda pembelian

Kalau kamu termasuk impulsif ketika berbelanja, cobalah berlatih menunda pembelian. Contohnya, ketika kamu menemukan barang yang menarik tapi tidak masuk dalam anggaran belanja bulanan, tahanlah keinginan untuk membelinya selama beberapa hari, misalnya tiga hari atau seminggu.

Kalau kamu sudah tidak memikirkannya, artinya kamu memang tidak memerlukan barang tersebut. Tapi, kalau kamu masih memikirkan barang tersebut, pikirkan lagi untuk apa barang itu kamu beli atau memang hanya tergoda dengan harga dan tampilannya.

Untuk barang elektronik, jangan langsung membelinya ketika produk tersebut baru dirilis. Tunggulah beberapa saat setelah harganya mulai turun. Apalagi, kalau ternyata barang yang kamu gunakan sekarang masih bisa mengakomodasi kebutuhanmu tanpa masalah.

7. Jangan berbelanja ketika lapar

Percaya atau tidak, berbelanja ketika lapar justru membuat kamu ikut lapar mata. Bukan hanya kamu jadi lebih tergoda membeli makanan, tapi juga barang-barang lain. Jadi, usahakan isi perutmu dulu sebelum berbelanja supaya kamu fokus hanya membeli barang-barang yang sudah ada di daftar belanjaan. Cara menghemat uang yang satu ini layak dicoba.

8. Berbelanja dengan cerdas

Ada promo beli 3 gratis 1? Cek dulu harganya dan bandingkan dengan harga satuan barang tersebut. Lalu, hitung apakah harga promonya lebih murah atau justru harga satuannya yang lebih murah. Strategi marketing seperti ini bisa mengecoh konsumen loh. Terkadang, ada yang justru lebih murah kalau dibeli secara satuan.

Tapi, berbelanja dalam jumlah besar biasanya lebih murah kalau barangnya berupa bahan makanan. Bahkan, sekarang ada beberapa toko yang menjual barang-barang kebutuhan dapur, perlengkapan mandi, dan kebutuhan rumah lainnya secara grosiran dan mengharuskan konsumennya membawa kantong belanja sendiri. Jadi, selain menghemat, kamu juga membantu melindungi lingkungan.

(Baca:

New Normal, Ini 7 Tempat Belanja Sayur Online Harga Pasar Tradisional)

9. Libatkan keluarga

Supaya tujuan keuanganmu tercapai, kamu perlu mendapat dukungan dari orang-orang sekitar. Libatkan keluargamu untuk ikut berhemat dan disiplin mengeluarkan uang. Jelaskan kepada kepada mereka kenapa berhemat itu perlu dan kondisi keuangan kamu saat ini.

10. Berteman dengan orang yang tepat

Selain dengan keluarga, lingkungan pertemananmu juga berpengaruh terhadap keberhasilanmu berhemat. Banyak-banyaklah berteman dengan orang-orang yang tidak boros dan pintar mengatur keuangan. Siapa tahu kamu bisa mendapatkan tips mengelola keuangan yang lebih baik dari mereka.

11. Hindari persaingan gaya hidup

Rekan kerjamu punya handphone baru? Tetanggamu punya mobil baru? Tahan godaan untuk ikut upgrade gadget atau mobilmu kalau kamu sudah berniat berhemat. Menyerah pada godaan seperti ini tidak akan ada habisnya karena kamu hanya akan terus tergoda pada hal-hal lain.

Fokuslah pada dirimu sendiri dan rawatlah gadget serta mobilmu dengan baik supaya awet. Lihat lagi isi rekeningmu supaya kamu fokus dengan targetmu sendiri.

12. Gunakan uang tunai

Transaksi non tunai memang mudah dan praktis. Tapi, jenis transaksi ini kadang membuatmu seenaknya dalam mengeluarkan uang dan lupa sebenarnya berapa anggaran yang sudah tetapkan. Jadi, untuk kebutuhan sehari-hari, ada baiknya kamu menggunakan uang tunai saja karena lebih terasa “nyata” pengeluarannya.

13. Bijak menggunakan kartu kredit

Kartu kredit bisa jadi pedang bermata dua. Di satu sisi, pembayaran menjadi lebih mudah dan bisa dicicil. Di sisi lain, bisa membuatmu lupa kalau transaksi yang sudah “digesek” harus dibayar kemudian. Padahal, kalau tidak membayar kartu kredit secara penuh, maka bunga kartu kreditmu akan berbunga lagi. Inilah yang sering menjadi penyebab seseorang terlilit utang kartu kredit.

Jadi, bijaklah dalam menggunakan kartu kredit. Kamu bisa menggunakannya ketika membeli barang dengan harga yang cukup tinggi tetapi dengan jangka waktu yang singkat. Misalnya, membeli handphone dengan masa cicilan 12 bulan.

Selain itu, manfaatkan juga point rewards, diskon, dan promo yang ditawarkan kartu kredit kamu dalam berbelanja. Dengan begitu, kamu bisa berbelanja sambil berhemat.

14. Minta fasilitas bebas biaya tahunan kartu kredit

Meski nominalnya tidak besar, tapi biaya tahunan kartu kredit cukup menambah pengeluaranmu. Mintalah fasilitas bebas biaya tahunan ke bank penerbit kartu kreditmu, apalagi kalau kamu sudah lama menjadi nasabahnya. Dana yang mengalir untuk membayarnya pun bisa kamu alihkan ke pos lain yang lebih penting.

15. Jaga kesehatan

Jagalah kesehatan kamu sebaik-baiknya. Meskipun kamu mendapat fasilitas asuransi kesehatan dari kantor atau sudah memiliki asuransi sendiri maupun BPJS Kesehatan, sakit tetaplah tidak enak. Selain itu, kalau asuransi yang kamu miliki tidak mencakup seluruh perawatan atau obat yang kamu terima, maka kamu tetap harus membayarnya sendiri.

Menjaga kesehatan sejak muda juga berpengaruh banyak terhadap tubuhmu pada masa tua. Jadi, siapkan waktu khusus untuk berolahraga rutin supaya kesehatan kamu tetap terjaga ya.

16. Bawa bekal makan dan minum sendiri

Cara menghemat uang yang satu ini bisa sangat membantu keuanganmu loh. Kalau sekali makan siang di luar saja kamu mengeluarkan Rp 100 ribu, maka dengan nominal yang sama kamu bisa membeli bahan makanan yang cukup untuk seminggu. Bayangkan berapa yang bisa kamu hemat dalam sebulan!

Membawa minum sendiri juga akan membuat kamu menghindari membeli air mineral atau minuman lain terlalu sering. Hal ini juga berlaku kalau kamu sering membeli kopi di kedai kopi. Tidak ada salahnya mengonsumsi kopi sachet atau kopi tubruk di warung makan belakang kantormu, yang sudah pasti jauh lebih murah.

17. Jangan simpan nomor kartu kredit atau kartu debit

Jangan simpan nomor kartu kredit atau kartu debitmu di aplikasi e-commerce atau marketplace. Hal ini bisa membuat kamu lupa dengan anggaran belanja yang sudah disusun, karena sangat mudah untuk menekan tombol transaksi pembayaran.

Tidak menyimpan nomor kartumu di aplikasi-aplikasi ini juga menghindari kemungkinan kamu menjadi korban peretasan data pribadi.

18. Hemat listrik dan air

Jangan boros dalam menggunakan listrik dan air. Meski terlihat sepele, tagihan listrik dan air bisa mengambil porsi yang cukup besar dalam pos pengeluaran bulananmu.

Cabut kabel listrik yang tidak digunakan supaya tidak terus menerus menyedot daya. Matikan TV kalau tidak ditonton, ganti AC dengan kipas angin, dan cabut kabel charger handphone kalau sudah selesai mengisi. Hal-hal sepele seperti ini bisa membuat tagihan listrikmu jebol.

Kalau memungkinkan, gunakan sistem token listrik supaya pemakaian listrik kamu lebih terkontrol. Penggunaan air juga harus diperkirakan dengan baik, jangan biarkan keran menyala kalau tidak digunakan dan ganti keran yang bocor sesegera mungkin.

(Baca:

5 Cara Hemat Listrik di 2020)

19. Pilih hiburan yang murah

Liburan dan hiburan tidak harus mengeluarkan uang banyak. Pandemi saat ini bisa jadi momen untuk kamu lebih dekat dengan alam, misalnya mengganti rutinitas berakhir pekan di mall dengan treking berburu curug atau mengeksplore kebun raya.

Menikmati layanan streaming musik atau film juga bisa menjadi pilihan. Apalagi, sekarang banyak layanan Video on Demand (VoD) dan streaming musik dengan biaya langganan yang relatif murah.

20. Pangkas biaya transportasi

Biaya transportasi bisa mengambil jatah yang cukup besar dalam pengeluaranmu. Pertimbangkan opsi apa saja yang bisa kamu ambil untuk menekan bujet di pos ini. Misalnya, menerapkan sistem menebeng dengan rekan kerja yang rumahnya searah, beralih ke sistem park and ride, atau memanfaatkan layanan antar jemput dari kantor.

Tapi, masa pandemi sekarang memang menjadi tantangan tersendiri bagi kamu yang masih harus ke kantor dan menggunakan transportasi umum. Jadi, pikirkan dengan matang apakah lebih baik tetap menggunakan transportasi umum atau kendaraan pribadi. Ingatlah bahwa kesehatanmu dan keluarga lebih penting!

Gaya hidup hemat sebenarnya bisa dipraktikkan oleh siapa saja, apapun tujuan finansialnya. Dua puluh cara menghemat uang ini dapat menjadi panduan untuk kamu dalam mengatur keuangan. Yang terpenting, disiplin lah dalam mematuhi anggaran yang sudah kamu susun ya!

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site