GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

9 Pinjaman untuk Modal Usaha Ini bisa Diajukan Online

Modal usaha adalah salah satu hal terpenting ketika memulai dan menjalankan bisnis sendiri. Ada banyak institusi dan platform keuangan yang menyediakan pinjaman modal usaha untuk para pelaku bisnis yang membutuhkan. Pengajuannya pun kini makin banyak yang bisa dilakukan secara online sehingga makin mudah dan praktis.

Jika dulu pinjaman modal usaha hanya dapat diajukan ke bank, maka kini prosesnya makin mudah karena ada banyak sekali platform financial technology (fintech) yang bisa dipilih. Sejalan dengan perkembangan teknologi dan besarnya permintaan, jumlah fintech yang beroperasi di Indonesia memang terus bertambah. Hal ini membuat alternatif sumber dana menjadi makin banyak. 

Tapi, tentu saja ada berbagai hal yang harus dipertimbangkan ketika mengajukan kredit modal usaha secara online. Mulai dari kredibilitas pihak peminjam, besaran pinjaman yang akan diajukan, sampai apakah skema pinjaman yang ada sesuai dengan model bisnis yang dijalankan.

Biar tidak salah pilih, berikut GoBear rangkum daftar fintech dan bank yang menyediakan layanan ini.

1. Investree

Investree adalah platform fintech lending yang sudah beroperasi selama lebih dari 5 tahun. Ada beberapa jenis pinjaman yang ditawarkan yaitu:
Buyer financing, yakni fasilitas pinjaman bagi pembeli grosir dari perusahaan ritel besar
Working capital term loan, yakni pinjaman modal kerja bagi pelaku usaha
Invoice financing, yakni pinjaman yang menggunakan invoice sebagai jaminannya
Online seller financing, yakni pinjaman untuk para penjual online di e-commerce yang menjadi mitra Investree

Bunga pinjaman di Investree mulai dari 1% per bulan, didasarkan pada sistem skoring kredit tiap peminjam. Karena sifatnya sebagai Peer-to-Peer (P2P) lending, maka dana yang diberikan oleh Investree berasal dari publik, yakni para pemberi pinjaman (lender). 

Untuk menjamin kenyamanan para peminjam dan pemberi pinjaman, maka ada jaminan tambahan yang bisa diminta oleh Investree. Selain invoice, peminjam juga akan diminta menyerahkan giro mundur dan jaminan pribadi . 

Platform ini juga memiliki pembiayaan berskema syariah. Alur pengajuan pinjaman konvensional dan syariah sama. Kamu tinggal mendaftar secara online di situs resmi Investree dan melampirkan beberapa dokumen yang dibutuhkan, termasuk invoice dan dokumen legalitas perusahaan yang masih berlaku. Setelah itu, aplikasi pembiayaan akan dianalisis dan diseleksi menggunakan sistem skoring kredit. Kalau disetujui, maka pembiayaan yang diajukan akan ditampilkan di marketplace Investree.

Untuk skema konvensional, pinjaman yang diberikan maksimal 80% dari nilai invoice atau atau maksimal Rp 800 juta. Untuk fasilitas pembiayaan syariah, yang diberikan maksimal 80% dari nilai invoice atau maksimal Rp 2 miliar per invoice

Secara umum, pelaku usaha yang mendapat pinjaman adalah yang bisnisnya tidak terkait dengan risiko tinggi. Untuk pembiayaan syariah, industri yang dibiayai adalah yang tidak melanggar unsur syariah. Investree juga punya Dewan Pengawas Syariah yang bertugas memastikan aktivitas fintech ini sesuai dengan prinsip syariah. 

2. Modalku

Fintech P2P lending yang beroperasi di Indonesia, Singapura, dan Malaysia ini didirikan pada 2015. Saat ini, total pendanaan yang sudah disalurkan di kawasan Asia Tenggara diklaim mencapai Rp 18,25 triliun. 

Modalku fokus ke Usaha Kecil Menengah (UKM). Tapi, saat ini cakupan wilayahnya baru di kawasan Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya.

Peminjam tinggal mendaftar di situs Modalku dan mengisi berbagai data yang dibutuhkan, kemudian tim Modalku akan memproses aplikasi pinjaman. Kalau lolos, para pemberi pinjaman di Modalku akan mendanai pinjaman tersebut dengan proses crowdfunding alias urun dana. Setelah proses crowdfunding ini selesai, peminjam akan menerima dana yang diajukan. 

Nilai pinjaman yang bisa dibiayai mulai dari Rp 50 juta sampai Rp 2 miliar, tergantung jenis pinjaman yang diajukan. Para pelaku usaha online juga bisa mengajukan pinjaman ke Modalku, dengan nilai mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 100 juta. 

Tenornya mulai dari 3 bulan sampai 24 bulan sehingga sangat fleksibel dengan kemampuan peminjam. Proses pencairannya juga cukup singkat, yaitu kurang dari seminggu. 

(Baca: 

7 Pinjaman Modal Usaha Tanpa Jaminan Terbaik 2020)

3. Koinworks

Fasilitas pinjaman yang diberikan oleh Koinworks bernama KoinBisnis. Layanan ini memiliki bunga antara 0,75%-1,67% per bulan dan nominal pinjaman hingga Rp 2 miliar. Tenornya terbilang fleksibel, antara 6-24 bulan. 

Dalam memproses dan menganalisis aplikasi pinjaman, Koinworks melakukan integrasi antara akun rekening bank dan bisnis online yang dijalankan peminjam sehingga persetujuan terhadap pinjaman yang dilakukan menjadi lebih cepat. Keunggulan platform ini adalah penggunaan Artificial Intelligence (AI) yang membuat proses pencairan dana cepat selesai. Koinworks mengklaim teknologi AI yang digunakan membuat prosesnya bisa selesai dalam waktu 1-3 hari saja. 

Sementara itu, lolos tidaknya pinjaman serta besaran bunga didasarkan pada skoring kredit dan persetujuan pihak peminjam.

Kalau kamu memiliki dana lebih dan ingin melunasi pinjaman lebih cepat dari tenor yang ditentukan, lakukan saja segera. Koinworks tidak menjatuhkan biaya tambahan maupun denda untuk pinjaman yang dilunasi lebih cepat. 

4. Akseleran

Akseleran memberikan pinjaman bagi pelaku usaha hingga Rp 2 miliar, dengan bunga antara 6,48% sampai 17% per tahun. Meski demikian, tenor, jenis agunan, dan frekuensi pembayaran cicilan bisa disesuaikan dengan kebutuhan tiap peminjam. 

Kamu tinggal membuat akun di situs resmi Akseleran dengan melengkapi data diri seperti KTP, nomor rekening bank, dan NPWP. Setelah data kamu diverifikasi paling lambat 1×24 jam, maka kamu bisa langsung mengajukan pinjaman.

Persyaratan pengajuan pinjaman adalah:
– Usaha yang dijalankan sudah berjalan selama lebih dari 1 tahun dan berlokasi di Jabodetabek, Banten, atau Bandung. Usaha yang berlokasi di luar wilayah-wilayah tersebut juga bisa menggunakan layanan Akseleran dengan nilai pinjaman minimal Rp 200 juta.
– Usaha yang dijalankan sudah berhasil mencetak laba bersih pada 1 tahun terakhir
– Memiliki laporan keuangan (minimal laba rugi), yang akan dikroscek dengan rekening koran 3 bulan terakhir
– Membuat proposal pinjaman dan melengkapi dokumen pendukung yang diperlukan

5. Amartha

Sedikit berbeda dengan P2P lending lainnya, Amartha lebih banyak menyasar pengusaha mikro perempuan yang tidak memiliki akses keuangan di pedesaan. Pembiayaan yang diberikan juga menggunakan sistem berkelompok, terdiri atas 15-20 orang, untuk menguatkan semangat bersama jika terjadi kredit macet. Karena targetnya adalah pengusaha skala mikro, maka modal usaha yang diberikan mulai dari Rp 1,5 juta.

Selain memberikan pinjaman, Amartha juga memberikan pendampingan mingguan seputar pengelolaan dana untuk usaha maupun rumah tangga peminjam. Dengan demikian, Amartha dapat memastikan penerima pinjaman mampu membayar pembiayaan yang mereka dapatkan tepat waktu. Perbedaan lainnya dengan P2P lending lain adalah cicilan dibayarkan secara mingguan. 

6. Commonwealth Bank

Bank asal Australia ini memiliki layanan bernama CommBank BizLoan, yaitu Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang dapat diajukan oleh para mitra merchant yang sudah bekerja sama dengan Commonwealth Bank. KTA ini bisa digunakan sebagai sumber modal usaha atau modal kerja.

Pinjaman ini dapat diajukan melalui situs atau aplikasi mitra Commonwealth Bank, yakni Cashlez dan Moka. Nilai pinjamannya mulai dari Rp 10 juta sampai Rp 200 juta, dengan tenor 12 bulan, 24 bulan, atau 36 bulan. Bunga yang diberikan antara 1,19%-1,49% flat per bulan atau setara dengan 2,07%-2,63% efektif per bulan. 

Selain menjadi merchant atau seller dari Cashlez atau Moka, calon peminjam harus berusia antara 21-65 tahun, melampirkan e-KTP, melampirkan NPWP untuk pinjaman Rp 50 juta ke atas, tidak memiliki pinjaman aktif di Commonwealth Bank, dan usaha yang dijalankan berada di cakupan wilayah operasional Commonwealth Bank. 

(Baca: 

Butuh Modal Usaha Buat Bisnis Online? 5 Pinjaman Ini Solusinya)

7. Bank Sahabat Sampoerna

Bank yang berada di bawah Grup Sampoerna ini memiliki fasilitas kredit modal usaha yang dapat diajukan secara online bernama ProBiz dan ProKar.

ProBiz 
Memberikan pinjaman mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 25 juta dan dapat digunakan untuk berbagai jenis usaha. Bisnis yang dijalankan juga tidak harus sudah stabil sebelumnya, karena fasilitas ini bisa diajukan oleh pemilik usaha yang baru merintis. 

Jaminan yang diagunkan bisa berupa sertifikat tanah atau bangunan, maupun BPKB, dengan syarat lokasinya berada dalam jarak 50 kilometer (km) dari cabang Bank Sampoerna terdekat. Bank Sampoerna mengklaim prosesnya bisa selesai hanya dalam 5 hari jika seluruh dokumen lengkap.

ProKar
Plafon pinjaman yang disediakan oleh ProKar mulai dari Rp 25 juta sampai Rp 3 miliar, sehingga cocok untuk pelaku usaha yang butuh modal lebih besar. Perinciannya, pinjaman hingga Rp 3 miliar untuk bisnis yang baru berjalan dengan lama usaha di atas 6 bulan, sedangkan pinjaman sampai Rp 1 miliar untuk lama usaha kurang dari 6 bulan. Bunganya efektif 14% per tahun, dengan provisi 2%.

Jaminan yang dipersyaratkan adalah properti (rumah tinggal, ruko, apartemen, tempat usaha, pabrik, gudang) sampai 70% dari NJOP atau 40% dari nilai pasar. 

ProKar ditujukan bagi pelaku usaha yang masih berprofesi sebagai karyawan, dengan minimal status karyawan tetap selama 1 tahun. Jadi, kalau kamu bermimpi memiliki usaha sampingan atau memang sudah memilikinya, fasilitas ini bisa menjadi pilihan. 

8. BRI Agroniaga

Anak usaha Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini punya aplikasi pinjaman bernama Pinang. Nilai pinjaman yang diberikan mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 20 juta, sehingga cocok sebagai alternatif pendanaan untuk pelaku usaha skala mikro dan kecil. Tenornya mulai dari 1 bulan sampai 12 bulan, dengan bunga yang cukup kompetitif yaitu sebesar 1,24% per bulan. 

Karena sifatnya KTA, proses pencairan dana diklaim hanya membutuhkan waktu 15 menit. Tapi, layanan ini cuma dapat digunakan oleh nasabah BRI atau BRI Agro. 

9. Jenius

Sejak mulai beroperasi pada 2016, Jenius menjadi salah satu aplikasi yang selalu menjadi perhatian publik karena praktis dan layanannya cukup banyak. Jenius, yang berada di bawah Bank BTPN, juga punya fasilitas pinjaman yang bisa digunakan untuk modal usaha, yaitu Flexi Cash.

Kamu tinggal memilih menu Flexi Cash di aplikasi Jenius, lengkapi informasi data diri yang ada di dalamnya, lalu submit form tersebut. Aplikasi pinjaman kamu pun akan diproses oleh Jenius, maksimal memakan waktu 5 hari kerja. Persyaratan yang harus dipenuhi hanya tiga, yaitu berstatus WNI, berusia antara 21-50 tahun, dan memiliki KTP. 

Bunga yang ditetapkan mulai dari 1,75% per bulan dengan tenor hingga 36 bulan. Tapi, besaran bunganya bisa saja berbeda-beda tiap orang karena didasarkan pada profil risiko masing-masing nasabah. 

Bagaimana, apakah ada aplikasi atau layanan yang cocok untukmu? Perlu diingat, sebelum mengajukan pinjaman pastikan dulu pihak peminjam sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), supaya pinjaman dan data pribadi serta data bisnis kamu dijamin aman. Jangan tergiur dengan bunga murah, karena itu bukan jaminan kualitas layanan yang diberikan.

Menariknya, bank-bank yang memiliki layanan pengajuan kredit modal usaha secara online bukanlah bank-bank besar. Hal ini bisa menunjukkan bank-bank skala menengah lebih cepat berinovasi untuk menarik nasabah. Semoga daftar 9 pinjaman modal usaha yang bisa diajukan secara online ini bisa membantu bisnis kamu berjalan lebih baik. 

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked
Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site