GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

9 Cara Menabung yang Bisa Dicoba, Mana Paling Cocok Untukmu?

Menabung merupakan cara paling sederhana dan mudah untuk menyiapkan masa depan, tetapi juga cara yang paling sering diselepekan. Kalau kamu termasuk sulit menabung dengan konsisten, mungkin cara menabung saat ini yang tidak cocok. Sebelum mulai menabung lagi, ada baiknya kamu melihat dulu apa saja metode menabung yang bisa kamu terapkan.

Salah satu hal yang menjadi penghambat dalam menabung biasanya adalah adanya perasaan terbebani dalam melaksanakannya. Selain itu, ada pula godaan untuk mengeluarkan uang demi memenuhi keinginan semata. Alhasil, uang yang seharusnya dialokasikan untuk menabung pun jadi menguap.

Walaupun terasa sulit, jangan buru-buru menyerah. Biar bagaimanapun, menabung memiliki banyak manfaat. Tabungan bisa membantu kamu mencapai rencana finansial dan menopang kehidupan di hari tua nanti.

Berikut Finder kumpulkan berbagai cara menabung yang bisa kamu praktikkan:

1. Metode 50/30/20

Metode ini termasuk yang paling populer dan mungkin juga yang kamu praktikkan selama ini. Seperti dikutip dari The Washington Post, metode ini dipopulerkan oleh Senator AS Elizabeth Warren, yang juga pakar finansial, pada 2005.

Lewat metode ini, kamu menyisihkan 50 persen penghasilan untuk pengeluaran kebutuhan pokok, 30 persen untuk kebutuhan personal, dan 20 persen untuk tujuan finansial.

Yang dimaksud pengeluaran kebutuhan pokok adalah pengeluaran rutin bulanan yang harus dipenuhi. Contohnya, cicilan rumah, biaya pendidikan anak, belanja bulanan, premi asuransi, tagihan listrik dan air, pulsa dan internet, dan semacamnya.

Kemudian, pos kebutuhan personal berupa anggaran makan di luar, alokasi liburan dan hiburan, serta belanja. Misalnya, kamu ingin membeli handphone baru, maka uangnya kamu masukkan ke pos ini.

Nah, yang terakhir adalah tujuan finansial. Pos ini digunakan untuk menyimpan dana yang dialokasikan untuk investasi, membayar utang di luar cicilan rumah atau kartu kredit, serta produk tabungan.

Metode yang satu ini memang terbilang saklek alias tidak fleksibel karena berapapun penghasilanmu, pembagiannya haruslah 50/30/20.

(Baca:

Ternyata, Inilah Alasan Utama Orang Indonesia Menabung)

2. Metode 75/25

Alokasi tabungan dalam metode ini memang lebih kecil ketimbang metode 50/30/20. Dengan metode ini, 75 persen penghasilan masuk dalam pos pengeluaran dan 25 persen dalam pos menabung. Tapi, kamu lebih leluasa dalam mengatur pengeluaran karena anggarannya lebih besar.

Kalau ternyata masih ada sisa, maka dananya bisa kamu tambahkan ke tabungan atau untuk investasi. Tapi ingat, kamu juga harus punya pertahanan diri yang kuat supaya tetap disiplin dengan bujet pengeluaran ya!

3. Metode 5/10/10/15/60

Nah, metode yang satu ini bahkan lebih ketat dibandingkan metode 50/30/20, dengan pembagian penghasilan yang disiplin di berbagai pos sebesar 5%-10%-10%-15%-60%. Perinciannya begini:

– 5 persen dari penghasilan masuk ke pos kebutuhan sosial seperti zakat
– 10 persen masuk ke dana darurat dan asuransi
– 10 persen untuk gaya hidup atau hiburan
– 15 persen masuk ke tabungan dan investasi
– 60 persen untuk kebutuhan rutin bulanan.

Kelihatannya memang ketat, tapi perhitungan ini justru bisa membantu kamu yang kurang disiplin jadi lebih termotivasi karena alokasinya sangat spesifik.

4. Menabung pecahan uang tertentu

Cara menabung ini cukup sederhana, fleksibel, dan bisa dipraktikkan siapa saja karena kamu tinggal menentukan uang pecahan berapa yang akan kamu tabung. Misalnya, kamu memutuskan untuk menabung uang pecahan Rp 20 ribu. Maka, setiap kamu memiliki uang dengan pecahan tersebut, uangnya langsung kamu masukkan ke celengan, dompet, atau tempat khusus lainnya untuk disimpan dan dikumpulkan.

Dengan menetapkan pecahan yang kecil, tidak akan terasa kalau kamu sedang menabung sehingga bebannya pun tidak terlalu berat. Meski demikian, jumlahnya pasti akan tetap bertambah seiring waktu kalau kamu disiplin.

5. Menabung sesuai tanggal

Seperti namanya, dengan metode ini kamu menabung dengan besaran yang berbeda setiap hari, disesuaikan dengan tanggal pada hari tersebut. Contohnya, pada tanggal 1 kamu menabung Rp 1.000, tanggal 2 Rp 2.000, dan seterusnya sampai pada tanggal 30 kamu menabung Rp 30 ribu.

Kalau dihitung-hitung, dalam 30 hari kamu sudah menyimpan Rp 465 ribu. Cukup banyak bukan? Kalau dilakukan setiap bulan, maka dalam setahun kamu menabung sekitar Rp 5,5 juta loh.

6. Menabung terbalik tanggal

Nah, cara menabung ini adalah kebalikan dari metode nomor 5 tadi. Kalau kamu selalu mengalami sindrom tanggal tua setiap bulan, kamu bisa mencoba metode menabung terbalik tanggal ini.

Dengan metode ini, kamu menabung setiap hari dengan jumlah yang sesuai tanggal. Tapi, alih-alih menabung Rp 1.000 pada tanggal 1, kamu justru menabung Rp 30 ribu pada tanggal tersebut. Kemudian, pada tanggal 2 kamu menyimpan Rp 29 ribu, tanggal 3 Rp 28 ribu, tanggal 4 Rp 27 ribu, dan seterusnya sampai pada tanggal 30 kamu menabung Rp 1.000.

Jumlah uang yang kamu tabung akan sama dengan kalau kamu memilih metode menabung sesuai tanggal. Tapi, metode ini memastikan kamu untuk tidak boros pada awal bulan.

(Baca:

Amankan Uangmu, Ini 6 Tips Menabung di Tengah Pandemi COVID-19)

7. Menabung receh

Uang receh seperti Rp 500, Rp 1.000, Rp 2.000, atau Rp 5.000 seringkali disepelekan. Padahal, kalau dikumpulkan, jumlahnya bisa jadi membuatmu menyesal sudah meremehkannya. Bahkan, beberapa kali ada berita tentang konsumen yang membeli motor atau gadget dengan uang koin bernilai puluhan juta yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.

Karena nominalnya kecil, metode ini bisa dilakukan oleh siapapun dari semua kalangan dan semua umur, termasuk yang penghasilannya terbatas hingga anak SD sekalipun. Seperti halnya metode menabung dengan uang pecahan tertentu, kamu tidak akan terbebani dengan rasa “kewajiban” menabung. Tapi, tentunya kamu harus ekstra sabar karena membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai nominal tertentu.

8. Tantangan menabung 52 minggu

Kalau kamu senang tantangan, metode menabung selama 52 minggu bisa kamu ikuti. Beberapa waktu lalu, di media sosial sempat beredar tantangan menabung selama 52 minggu alias 52 weeks money challenge. Tantangan ini mengharuskan pesertanya untuk menabung setiap minggu selama setahun.

Tapi, bukan hanya rutin menyimpan uang selama setahun yang menjadi poin dalam tantangan ini. Pesertanya juga harus menaikkan nominal uang yang ditabung pada pekan berikutnya sesuai dengan nominal pada minggu pertama.

Misalnya, kamu menabung Rp 5.000 pada minggu pertama, maka pada minggu kedua tambahkanlah Rp 5.000 pada uang yang akan kamu tabung sehingga jumlahnya menjadi Rp 10 ribu. Pada minggu berikutnya, naikkan lagi jumlahnya menjadi Rp 15 ribu, begitu terus sampai minggu ke-52.

Kamu bebas memilih nominal berapapun untuk minggu pertama, sesuai kemampuan dan kemauan. Kalau kamu memilih Rp 5 ribu sesuai contoh tadi, pada akhir tahun jumlah tabungan kamu akan mencapai Rp 6,8 juta!

9. Autodebit saldo

Kalau kamu termasuk yang malas atau memilih untuk “melupakan” berapa nominal yang kamu tabung setiap bulan, ada opsi cara menabung dengan autodebit saldo saat gajian. Kamu tinggal meminta fitur pemotongan rutin secara otomatis ke bank tempat kamu memiliki rekening, yang dilakukan pada tanggal tertentu setelah gajian. Dengan cara ini, kamu tidak akan sempat menggunakan uang tersebut untuk keperluan apapun dan kemalasanmu tidak akan menghalangi bertambahnya uang yang ditabung.

Ternyata banyak juga metode menabung yang bisa kamu pilih dan praktikkan. Manapun yang kamu pilih, sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhanmu ya.

Kalau kamu mengejar target tertentu dalam periode yang singkat atau ingin menjadi lebih terorganisir, kamu bisa menggunakan metode yang ketat. Kalau rentang penghasilan dan pengeluaranmu cukup mepet karena berbagai hal, tidak perlu terlalu memaksakan diri dan coba terapkan metode yang lebih fleksibel.

Yang pasti, cara menabung manapun yang cocok untukmu, formula terpenting dalam menabung adalah disiplin dan konsisten. Sandingkan juga dengan bujet pengeluaran kamu supaya aliran dananya lebih terpantau, siapa tahu ada celah yang bisa dialihkan untuk tabungan. Ingat-ingatlah peribahasa “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.” Semangat!

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site