GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

8 Tips Meminta Kenaikan Gaji Kepada Atasan

Kenaikan gaji adalah impian semua pekerja. Normalnya, gaji pekerja naik setiap tahun karena naiknya upah minimum regional. Tapi tidak tertutup kemungkinan seorang pekerja mengalami lebih dari sekali kenaikan gaji dalam setahun. Tentunya bukan semua pekerja yang dapat memperoleh keistimewaan itu.

Pada dasarnya, gaji pekerja dihitung dari level posisi dan tanggung jawabnya. Makin tinggi kedua aspek itu, makin tinggi pula gajinya. Namun beberapa perusahaan menerapkan standar berbeda dalam hal penggajian. Dua orang yang memiliki posisi dan tanggung jawab selevel bisa jadi memiliki gaji yang berbeda. Ada satu faktor pembeda yang utama: prestasi.

Jadi kamu bisa mengharapkan dan meminta kenaikan gaji bila merasa punya prestasi yang mencolok dibanding kolegamu. Tak perlu menunggu penetapan upah minimum tahunan. Tapi, masalahnya, meminta kenaikan gaji bukan perkara gampang. Salah-salah justru kamu mendapat stempel miring dari para bos lantaran keliru berstrategi ketika meminta kenaikan gaji.

Kunci meminta kenaikan gaji adalah menyampaikan harapan itu secara elegan. Bagaimana caranya? Tips berikut ini yang disadur dari beberapa sumber mungkin bisa membantu.

1. Ambil tanggung jawab lebih

Langkah pertama untuk mendapat kenaikan gaji adalah memastikan kamu siap menerima dan melaksanakan tanggung jawab lebih banyak. Jadi bukan sekadar menodong bos agar bisa naik gaji tanpa modal. Caranya, kamu sebaiknya lebih aktif dalam perusahaan, terutama saat rapat atau diskusi. Sodorkan diri ketika ada tugas yang ditawarkan meski tidak nyerempet job desc yang utama. Setelah itu, pastikan kamu bertanggung jawab atas keputusanmu dengan memberikan hasil kerja yang memuaskan.

2. Buktikan kamu bisa

Ini fakta: seseorang bisa mendapat kenaikan gaji tanpa perlu meminta jika pencapaian kerjanya selalu melebihi harapan! Poinnya adalah kamu harus bisa membuktikan bahwa kamu bekerja sebaik-baiknya untuk mendapatkan hasil setinggi-tingginya. Tapi itu saja tidak cukup. Kamu juga harus rajin-rajin membagikan pencapaianmu kepada bos agar mereka tahu bahwa itulah hasil kerjamu.

3. Fokus pada detail dan data

Poin ini masih berkaitan dengan poin sebelumnya. Memberi tahu bos soal pencapaianmu itu penting. Tapi ingat, sebaiknya hindari kata-kata atau nada bicara yang menunjukkan kecongkakan. Upayakan pembicaraan berfokus pada detail dan data. Misalnya dengan memberitahukan angka pasti penjualan yang bisa kamu raih alih-alih sekadar bilang “penjualan saya sukses”. Kamu juga harus memperhatikan situasi dan kondisi ketika menyampaikan kinerjamu kepada atasan. Cari waktu yang tepat, lihat apakah mood bos sedang bagus.

4. Sampaikan kenapa kamu pantas

Semua pekerja butuh kenaikan gaji, tapi hanya yang pantas yang dapat menerimanya. Karena itu, sebelum meyakinkan atasan bahwa kamu pantas mendapat kenaikan gaji, yakinkan dulu dirimu sendiri. Apa benar kamu pantas? Hindari alasan yang berkaitan dengan urusan personal, seperti harga barang-barang makin mahal atau tarif sewa rumah baik. Bahkan candaan seperti butuh duit agar bisa liburan ke Maladewa bukanlah ide bagus untuk disampaikan saat meminta kenaikan gaji.

(Baca:

4 Cara Mengatur Keuangan Buat yang Bergaji UMR)

5. Bagikan targetmu dan minta masukan

Temui bosmu dan berbicaralah secara terbuka dan jujur. Hindari pembicaraan yang diselingi tekanan kepada bos demi kenaikan gaji. Sebaliknya, beri tahu dia soal targetmu dalam jangka pendek dan jangka panjang terkait dengan pekerjaan. Pastikan dia tahu bahwa prioritasmu yang utama adalah menjadi yang terunggul dalam posisimu saat ini dan kamu ingin bisa lebih berkembang di masa depan. Jangan lupa meminta masukan atau rekomendasi bagaimana agar bisa mengembangkan kemampuan dan apa yang dapat dilakukan untuk menempatkan diri demi menggapai target tersebut.

6. Lakukan riset dulu

Saat meminta kenaikan gaji, kamu mungkin akan dihadapkan pada pertanyaan atasan: “Mau naik gaji berapa?” Bisa jadi ini tanda bahwa permintaanmu dikabulkan. Tapi jangan senang dulu. Sebab, mungkin kamu malah tidak tahu harus menjawabnya.

Karena itu, lakukan riset dulu soal rentang gaji untuk profesi di levelmu dan rentang gaji untuk posisi serupa di kantor. Menanyai kolega soal gaji mungkin sulit karena sensitif. Alternatifnya, gunakan data dari sejumlah situs yang memuat informasi soal gaji pegawai. Cari tahu pula hasil survei atau penelitian mengenai gaji profesi-profesi dari lembaga yang kredibel.

(Baca:

Subsidi Gaji dari Pemerintah, Siapa yang Berhak Terima?)

7. Berlatih meminta kenaikan gaji

Cara ini mungkin janggal buat beberapa orang. Tapi latihan berbicara untuk meminta kenaikan gaji penting agar kamu terjaga tetap di jalur yang tepat. Mintalah orang terdekatmu untuk berperan sebagai bos saat latihan. Siapkan juga pertanyaan yang mungkin akan dilontarkan atasan dan jawaban apa yang tepat. Latihan semacam ini akan membantumu mengatasi rasa gugup dan menambah kepercayaan diri ketika akan meminta kenaikan gaji.

8. Siap ditolak

Meminta kenaikan gaji adalah hak pegawai. Tapi atasan juga berhak menyampaikan penolakan. Para bos tentu punya pertimbangan tersendiri soal penentuan gaji pekerja. Mungkin kamu sudah sangat berprestasi, tapi tetap tak bisa naik gaji karena kondisi perusahaan yang membutuhkan efisiensi.

Makanya kamu harus siap ditolak. Tapi jangan sampai penolakan itu membuatmu putus asa. Kamu masih bisa bernegosiasi kelak. Karena itu, pertahankan prestasimu agar tak kehilangan modal saat hendak meminta kenaikan gaji di kemudian hari.

Sikap elegan saat hendak meminta kenaikan gaji lebih dibutuhkan ketimbang paksaan dan emosi. Yang penting kamu bisa menyampaikan dasar permintaan itu secara gamblang dan percaya diri. Bila atasan melihatmu sebagai aset yang berpotensi, kenaikan gaji tak akan lagi menjadi sekadar mimpi.

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site