GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

7 Tips Memilih Perencana Keuangan yang Terpercaya

Masalah yang dialami Jouska dengan nasabahnya baru-baru ini, masih ramai dibicarakan publik. Perkembangan kasus tersebut bisa jadi membuat kamu merasa ragu untuk menggunakan jasa perencana keuangan.

Mengelola keuangan pribadi memang merupakan hal yang penting dilakukan sedini mungkin, apalagi kalau kamu sudah berkeluarga atau memiliki tanggungan lain. Bukan hanya menentukan porsi tabungan dan pengeluaran sehari-hari, tapi perlu diperhitungkan pula pengeluaran untuk pendidikan anak, dana darurat, asuransi, dana pensiun, hingga dana untuk investasi.

Kalau merasa belum memiliki pengetahuan yang cukup atau karena tak punya waktu untuk melakukannya sendiri, bisa jadi kamu memang perlu jasa perencana keuangan.

Lalu, bagaimana caranya memilih perencana keuangan alias financial planner yang terpercaya agar dana kamu aman? Beberapa hal di bawah ini bisa jadi pertimbangan kamu:

1. Pilih perencana keuangan yang sudah tersertifikasi

Di Indonesia, badan pengelola sertifikasi profesi perencana keuangan yang diakui pemerintah adalah Financial Planning Standards Board (FPSB). Ada dua sertifikasi yang dikeluarkan oleh FPSB, yaitu:

  • Certified Financial Planner (CFP) untuk mereka yang sudah menyelesaikan pendidikan empat modul
  • Registered Financial Planner (RFP) bagi mereka yang sudah menuntaskan pendidikan dua modul.

Rekam jejak perencana keuangan yang kamu incar pun penting untuk menjadi bahan pertimbangan. Hal ini bisa dilihat dari sejak kapan jasa perencana keuangan tersebut berdiri dan ulasan klien-klien mereka.

2. Pilih perencana keuangan independen

Sesuai namanya, perencana keuangan bertugas membantu klien melakukan perencanaan dan perhitungan keuangannya dengan baik. Sambil membahas rencana keuangan, perencana keuangan juga melakukan peran edukasi kepada klien.

Bayangkan kalau perencana keuangan yang kamu pilih justru mempromosikan suatu institusi atau produk hanya karena memiliki hubungan afiliasi dengan institusi atau produk keuangan tersebut. Bisa jadi institusi atau produk itu sebenarnya tidak memiliki prospek atau fundamental yang baik.

Kalau ada perencana keuangan yang mempunyai afiliasi dengan institusi atau produk keuangan tertentu, maka mereka bukan perencana keuangan yang independen. Mereka juga wajib memberitahu nasabahnya tentang hal ini, jadi nasabah bisa berhati-hati kalau ada potensi benturan kepentingan.

3. Pilih perencana keuangan sesuai kebutuhan dan kondisi

Setiap nasabah pasti memiliki profil risiko, tujuan keuangan, dan jangka waktu pencapaian yang berbeda-beda. Ada yang hanya ingin mengatur bujet keuangan keluarga, tapi ada juga yang ingin menyusun portofolio investasi.

Jadi, tidak semua nasabah harus berinvestasi di produk keuangan tertentu. Pastinya akan jadi nilai plus buatmu kalau perencana keuangan yang kamu pilih mau mendengar keinginanmu dengan seksama bukan?

Ada pula perencana keuangan yang melayani nasabah dengan penghasilan di bawah Rp100 juta per tahun, tapi ada juga yang hanya melayani klien dengan pendapatan di atas Rp1 miliar. Tarif yang mereka tetapkan kemungkinan akan berbeda-beda pula sesuai kebutuhan dan kondisi keuangan nasabah.

Jadi, pastikan lebih dulu kebutuhan, tujuan keuangan, dan kesiapan kantong kamu sebelum memilih jasa perencana keuangan ya.

(Baca:

4 Cara Mengatur Keuangan Buat yang Bergaji UMR)

4. Minta contoh rencana keuangan yang pernah dibuat

Tidak ada salahnya meminta contoh rencana keuangan yang pernah dibuat. Jika pihak perencana keuangan bersedia menunjukkannya, kamu bisa dapat gambaran yang lebih jelas tentang layanan yang mereka berikan kepada para nasabah.

Kamu juga jadi bisa memutuskan apakah rencana keuangan tersebut cocok dengan visi dan misi keuanganmu atau tidak. Jangan sampai menyesal di tengah jalan.

5. Sebaiknya lakukan perbandingan

Ada istilah “mencari opini kedua” di dunia medis. Istilah yang sama bisa diterapkan di dunia finansial, misalnya dengan membandingkan perusahaan jasa perencana keuangan yang satu dengan yang lain.

Supaya bisa memahami layanan dan hak nasabah, kamu bisa mendatangi lebih dari satu financial planner untuk membandingkan produk-produk mereka. Dengan cara ini, kamu juga bisa lebih tahu tentang tarif atau harga yang mereka tawarkan, sekaligus prosedur standar atas layanan yang disediakan.

6. Perencana keuangan dilarang mengelola uang nasabah secara langsung

Perlu diingat, perencana keuangan tidak diperbolehkan mengelola uang nasabah atau melakukan transaksi jual beli efek. Yang dimaksud efek di sini yaitu saham, obligasi, reksadana, dan instrumen investasi lainnya yang diperdagangkan di pasar sekunder.

Pengelolaan uang nasabah dan transaksi jual beli hanya boleh dilakukan oleh pemegang lisensi khusus yang bekerja di perusahaan efek. Dua lisensi ini, yaitu Wakil Manajer Investasi dan Wakil Perantara Pedagang Efek.

Seperti disebutkan di poin pertama, perencana keuangan hanya membantu kliennya merencanakan keuangan mereka dengan baik. Kalaupun ada kerja sama antara perencana keuangan dengan perusahaan efek, praktik pengelolaan uang dan transaksi tetap hanya dilakukan oleh perusahaan efek.

7. Teliti isi kontrak

Sebelum menandatangani kontrak, teliti isinya dengan baik. Pastikan isinya sudah sesuai kesepakatan dan menerangkan dengan jelas hak serta kewajiban kamu sebagai nasabah dan perencana keuangan sebagai penyedia layanan.

Jangan sampai kamu tidak tahu kalau ternyata perencana keuangan yang sudah kamu tunjuk mengelola keuangan kamu tanpa persetujuan. Ini penting ya, supaya uang kamu tidak disalahgunakan atau diinvestasikan di instrumen investasi yang tidak sesuai dengan keinginanmu.

Nah, sekarang sudah tahu kan apa saja yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memilih jasa perencana keuangan? Jangan asal pilih, sebab peran dan tanggung jawab financial planner itu sangat signifikan dalam kesehatan keuanganmu lho.

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site