GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

7 Cara Kerja Freelance Sambil Tetap Kerja Full Time

Bidang kerja freelance ibarat ladang subur tak bertuan yang membentang luas. Semua orang bisa menanam tanaman dan menikmati panen di sana. Termasuk mereka yang saat ini tercatat sebagai pekerja penuh waktu alias full time. Nyatanya, tak sedikit pekerja full time yang nyambi menggeluti kerja freelance demi menambah pundi-pundi tabungan mereka.

Tapi ada tantangan lebih besar buat yang kerja freelance sambil tetap kerja full time. Kamu harus bisa menyeimbangkan keduanya agar dapat meraih hasil maksimal di kedua bidang itu. Jangan sampai ada pekerjaan yang tertinggal dan justru menjadi masalah, terutama pekerjaan full time yang utama. Ikuti tips berikut ini sebagai tuntunan.

1. Cek peraturan kerja

Ini hal yang utama dan terutama harus dilakukan oleh pekerja full time jika ingin mengambil kerja freelance. Cek dulu peraturan kerja di kantor yang sekarang soal pegawai yang memiliki pekerjaan di luar kantor. Ada kantor yang sama sekali melarang pegawainya bekerja selain untuk urusan kantor. Bahkan berjualan kue di kantor juga tidak boleh. Tapi ada juga yang tak mengatur secara detail urusan kerja itu. Kamu harus memastikan hal ini dulu agar tidak terlibat masalah di kemudian hari.

2. Bikin rencana kerja

Rencana kerja bukan hanya soal tanggal sekian mengerjakan A, tanggal berikutnya menggarap B. Kamu harus menyiapkan perhatian dan komitmen lebih untuk menjalankan rencana tersebut. Bikinlah dua rencana, yakni buat kerja freelance dan full time. Ini terutama buat yang sering terpaksa membawa pulang pekerjaan dari kantor.

Pastikan jadwal kerja freelance dan full time tidak bertabrakan. Dengan rencana kerja ini, kamu bisa memastikan deadline kerja freelance dan full time terpenuhi sehingga memperoleh hasil optimal dari keduanya.

(Baca:

9 Tips Work From Home Supaya Tetap Produktif dan Sehat)

3. Pisahkan keduanya

Kerja freelance dan full time semestinya dikerjakan terpisah baik secara etika maupun legal. Kamu, misalnya, sebaiknya tidak menggarap kerja freelance di kantor, menggunakan fasilitas kantor. Ini justru bisa membahayakan kariermu jika ketahuan. Apalagi ada kemungkinan kekeliruan yang bisa memicu masalah.

Contohnya mengirim kerjaan freelance menggunakan e-mail kantor karena lupa mengecek e-mail saat menggarap gawean tersebut di kantor. Klienmu pasti bingung karena kamu mengirim pakai e-mail perusahaan. Demikian juga kantormu, yang bisa mengecek apa pun isi e-mail yang dikirim memakai e-mail perusahaan. Bisa-bisa kamu malah kena surat peringatan karena memanfaatkan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi.

4. Merelakan kesenangan

Karena harus menyelesaikan kerja freelance dan tetap, tak mustahil kamu harus mengorbankan kesenangan. Misalnya teman-teman bisa nongkrong sehabis kerja, kamu masih ada tanggungan kerja freelance yang belum kelar. Kamu harus rela mengorbankan kesenangan itu demi kebutuhan yang lebih penting.

Kadang-kadang kesenangan ini termasuk waktu berkumpul bersama keluarga. Jika hal ini tak bisa dihindari, kamu perlu meluangkan waktu di lain hari agar keluarga tetap hangat tanpa terganggu tuntutan kerja. Karena itu, kamu juga harus memberitahukan kerja freelance ini kepada keluarga agar mereka mengerti.

5. Pelan tapi pasti

Bagi yang baru mau mulai ambil kerja freelance, sebaiknya tidak terlalu muluk-muluk. Ambil saja sedikit dulu untuk menyesuaikan diri dengan situasi kerja yang baru. Jangan sampai menyanggupi tawaran freelance banyak tapi ternyata malah kedodoran. Yang lebih berbahaya adalah kerja freelance tak selesai, pekerjaan full time juga tidak mencapai target. Lebih baik gunakan prinsip pelan tapi pasti, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

6. Realistis dan fokus

Dua hal ini sangat penting untuk mencapai keseimbangan kerja freelance dan full time. Realistisislah ketika menerima tawaran kerja freelance. Kadang orang silau terhadap nominal bayaran freelance sehingga menjadi serakah, mengerjakan sebanyak-banyaknya. Ingat bahwa kamu masih punya pekerjaan utama. Lain halnya jika penghasilan satu-satunya adalah dari kerja freelance itu, kamu bisa memborong banyak tawaran selama sanggup menyelesaikannya.

Sedangkan fokus berkaitan dengan niat dan tekadmu untuk menuntaskan kerja freelance ataupun yang tetap. Kamu mesti bisa menyatukan fokus ketika bekerja karena ada dua beban di pundak. Ketika salah satu pekerjaan selesai, kamu masih harus beralih ke pekerjaan lain. Karena itu, saat bekerja, pastikan tidak ada distraksi yang menggoyang konsentrasi hingga akhirnya kamu gagal memenuhi ekspektasi.

(Baca:

8 Pekerjaan Sampingan Ini Hasilkan Banyak Cuan)

7. Jangan lupa istirahat

Kerja, kerja, kerja, tipes. Bukan itu tentu yang kamu harapkan dari kesibukan kerja freelance dan tetap. Jangan sampai kamu terlalu tenggelam dalam pekerjaan sampai malah jatuh sakit. Buat yang memiliki dua pekerjaan, istirahat adalah kemewahan. Sering kali pekerja full time yang nyambi freelance begadang untuk menyelesaikan pekerjaan. Ketika tiba di kantor esok harinya justru mengantuk dan tak bisa bekerja maksimal.

Kuncinya adalah patuhi rencana kerja yang telah dibuat di awal. Rencana kerja juga harus memuat waktu istirahat. Kesehatan itu mahal harganya. Bila kamu kerja freelance untuk mencari duit tambahan tapi malah harus merogoh kocek dalam-dalam buat berobat, pekerjaanmu akan menjadi sia-sia belaka.

Tak semua orang bisa berkesempatan mengambil kerja freelance sembari tetap menjalankan kerjaan utamanya. Jika kamu termasuk yang beruntung memiliki kesempatan itu, manfaatkan sebaik-baiknya. Jaga relasi dengan klien freelance dengan memberikan hasil terbaik sambil tetap menunaikan kewajiban kerja yang utama di kantor.

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site