GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

7 Cara Bisnis Online dari Dasar untuk Sukses Besar

Bagi yang bercita-cita atau hendak banting setir menjadi pengusaha, sekaranglah saatnya belajar cara bisnis online. Di era digital saat ini, orang makin mudah mendirikan usaha tanpa perlu sewa lapak dengan membuka bisnis online. Peluang meraih cuan dari lapak online pun tak terkira.

Kamu pun bisa seorang diri menjadi pengusaha online, tak perlu karyawan, tanpa atasan. Tapi cara bisnis online tak bisa sembarangan diterapkan. Awalnya mungkin kamu bisa membuka toko online dengan sedikit sumber daya. Namun, seiring dengan perkembangan usaha yang kian besar, kebutuhan sumber dayakian bertambah. Demikian pula dengan strategi marketing dan terobosan-terobosan yang dibutuhkan.

Jadi, bila tujuanmu sekadar membuka bisnis online, itu mudah saja. Asalkan ada produk, bisa langsung pasang di marketplace. Tapi jika target kamu adalah sukses besar, cara bisnis online di bawah ini mungkin bisa menjadi panduan.

1. Temukan produk yang hendak dijual

Pada prinsipnya, ada dua jenis produk yang bisa menjadi dagangan, yakni komoditas populer dan niche. Komoditas populer adalah barang-barang yang pasarnya sudah kokoh terbentuk dan banyak digemari masyarakat umum. Artinya, banyak pula penjual produk tersebut sehingga persaingan sudah ketat. Sedangkan produk niche adalah dagangan yang unik dan spesifik ditujukan pada kalangan tertentu. Penjual produk jenis ini relatif lebih sedikit sehingga persaingan lebih longgar.

Untuk memutuskan produk yang hendak dijual, kuncinya adalah melakukan riset. Ada setidaknya tiga hal yang harus kamu pahami dalam riset sebelum menentukan dagangan:

  • Bagaimana stoknya, apakah mudah atau susah, seberapa banyak, bisa tahan lama atau tidak
  • Bagaimana pasarnya, apakah sudah penuh atau masih sepi, siapa pemain besarnya, seberapa besar peluang masuk ke sana, bagaimana performa keyword di Google
  • Siapa targetnya, apakah luas atau sempit, latar belakang bagaimana, karakteristik bagaimana

Dalam penentuan produk ini, kamu juga sekaligus mesti memastikan jenis bisnis online apa yang akan dibuka, apakah reseller, dropshipper, atau buka toko sendiri.

2. Tentukan platform untuk berjualan

Banyak marketplace yang menyediakan lapak online dengan syarat dan ketentuan masing-masing. Pemilik modal yang besar umumnya menganut sistem hantam rata alias membuka lapak di semua platform yang tersedia. Ini bagus karena membuka lebar kesempatan menjual dagangan. Tapi ada konsekuensinya, yakni harus bisa mengatur alias menjadi admin di setiap lapak agar dapat melayani konsumen dengan baik.

Bagi pemula dengan modal sederhana, tak ada salahnya membuka toko online di satu atau dua marketplace dulu. Platform jualan selain marketplace yang bisa dipertimbangkan adalah media sosial, terutama Facebook dan Instagram. Pelajari setiap platform tersebut dalam kaitan dengan kemudahan bisnis, dari proses upload produk hingga penerimaan uang hasil penjualan. Kamu bisa juga membangun toko online sendiri. Tapi cara bisnis online ini butuh modal dan sumber daya manusia lebih besar.

3. Siapkan produk dengan matang

cara-bisnis-online

Setelah menemukan produk dan platform, saatnya mulai berjualan dengan memasang produk di lapak online. Ini urusan yang sepele, tapi bukan berarti bisa disepelekan. Sebelum memasang produk, pastikan ketersediaan stok. Berapa jumlahnya dan aman untuk berapa lama. Cek juga kualitas produk, setidaknya penampakan fisiknya. Jangan sampai barang sampai di tangan konsumen dalam keadaan cacat. Apalagi penjualan perdana.

Yang tak kalah penting adalah display produk di lapak online. Siapkan foto terbaik produk itu, jangan asal mencomot gambar di Internet walau produknya sama. Selain itu, berikan deskripsi produk sejelas mungkin. Jangan sampai ada kesalahpahaman yang membuat konsumen memberi rating jelek sehingga mempengaruhi reputasi toko online.

(Baca:

5 Manfaat Kartu Kredit Bikin Bisnis Online Lebih Sukses)

4. Layani sepenuh hati

Cara bisnis online yang baik bisa dilihat dari pelayanan yang diberikan. Kamu harus melayani konsumen sebaik-baiknya agar mereka tertarik membeli. Yang sering terjadi adalah pertanyaan tentang produk lama dijawab, bahkan sama sekali diabaikan. Tak aneh kalau dagangan tak laku-laku karena konsumen keburu pindah ke lapak lain yang lebih responsif.

Ketika bisnis online sudah berkembang, ada pula kemungkinan muncul “penyakit” yang berkaitan dengan pelayanan konsumen. Karena merasa sudah besar dan banyak pelanggan, jadi cuek terhadap pertanyaan atau komplain. Itu cara kerja bisnis online yang lupa daratan. Jangan heran bila performa toko bisa melorot dengan segera. Sebab, salah satu tulang punggung bisnis online adalah layanan pelanggan.

5. Selalu berstrategi

Mau online atau offline, bisnis harus dilandasi strategi pemasaran agar meraih sukses. Terutama bila kamu memulai bisnis online itu dari dasar. Harus ada strategi jangka pendek, menengah, dan panjang. Riset wajib hukumnya sebelum menentukan strategi yang dianggap pas. Dalam riset, kamu antara lain mesti memantau tren, kompetitor, dan target konsumen.

Ambil contoh di salah satu marketplace sedang ada promo menarik dari pengelolanya. Konsumen bakal lebih tertarik ke marketplace itu ketimbang ke marketplace lain. Di sini, kamu bisa mempraktikkan strategi jangka pendek dengan menggenjot pemasaran di marketplace itu. Misalnya ikut flash sale atau memberikan diskon. Tak apa margin keuntungan tipis, asalkan produk yang laku banyak. Strategi bisnis online harus disesuaikan dengan kondisi pasar dan hasil riset.

6. Catat semuanya

cara-bisnis-online

Pada era teknologi informasi sekarang ini, data adalah harta karun terbesar. Karena itu, bikinlah catatan terkait dengan bisnis online yang dijalankan sebagai basis data untuk mengembangkan usaha. Catatan itu mencakup pembukuan atau laporan keuangan berkala. Dari data ini, kamu bisa menghitung aliran dana masuk dan keluar. Untuk mengembangkan usaha dengan pinjaman dari bank, laporan ini juga mutlak diperlukan sebagai syarat mendapat kredit usaha.

Data lain yang juga penting adalah data konsumen. Dari data ini, kamu bisa memetakan berapa banyak konsumen laki-laki dan perempuan, apa produk favorit konsumen laki-laki dan perempuan, konsumen lebih banyak berdomisili di mana, dan lain-lain. Dengan modal catatan data itu, kamu dapat membuat terobosan dalam pemasaran atau mengubah stok serta variasi produk agar sesuai.

7. Aktif di online dan offline

Penjual online tak hanya harus tahu cara bisnis online, tapi juga memanfaatkan komunitas baik online maupun offline. Marketplace biasanya punya wadah untuk berbagi dengan para pelapak online. Ada pula program-program khusus bagi penjual online di sana. Aktivitas online lain yang juga penting adalah di media sosial. Bikinlah akun media sosial untuk bisnis online itu dan aktiflah di sana agar lebih luas menjangkau konsumen.

Tak lupa bergabunglah dengan komunitas offline. Komunitas ini bisa berupa perhimpunan pedagang yang memiliki produk serupa. Dari situ kamu bisa mengetahui isu atau informasi terbaru seputar pasar produk yang kamu geluti. Selain itu, kamu dapat mengamati gerak-gerik kompetitor, terutama para pemain besar dan sekaligus belajar dari kesuksesan mereka.

Cara bisnis online gampang-gampang susah. Yang jelas, tidak ada kesuksesan yang bisa diraih secara instan. Kamu harus memiliki mental kuat dan disiplin tinggi untuk mengawali usaha hingga bisa berjaya.

(Baca:

Butuh Modal Usaha Buat Bisnis Online? 5 Pinjaman Ini Solusinya)

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked
Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site