Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

6 Cara Pengajuan Kartu Kredit Anti Gagal, Pasti Tembus!

Pengajuan kartu kredit ditolak lagi padahal kamu merasa sudah memenuhi semua persyaratan yang diminta? Bagaimana caranya mengajukan aplikasi kartu kredit anti gagal?

Sebagai alat pembayaran, memiliki kartu kredit menjadi keinginan banyak orang karena mampu membuat transaksi menjadi lebih praktis. Bukan hanya dapat meringankan transaksi pembelian karena pembayarannya bisa dicicil, tapi juga mempermudah transaksi jual-beli online yang kadang hanya menyediakan fasilitas pembayaran kartu kredit.

Walaupun persyaratan permohonan kartu kredit dari setiap bank kurang lebih sama, tapi ada pertimbangan dan standar tertentu yang berlaku di setiap bank bagi nasabah yang apply kartu kredit. Oleh karena itu, penting untuk mengajukan aplikasi kartu kredit di bank yang tepat dan memenuhi segala persyaratan yang diminta oleh bank yang kamu incar.

Jadi, bagaimana cara mengajukan kartu kredit agar diterima? Simak triknya berikut ini.

1. Gunakan identitas asli untuk pengajuan kartu kredit

Selalu gunakan identitas asli milikmu sendiri ketika mengajukan kartu kredit. Dokumen identitas yang dapat digunakan adalah KTP, SIM, atau paspor. Dengan demikian, pihak bank dapat memverifikasi bahwa memang kamu yang mengajukan permohonan kartu kredit dan bukan orang lain.

Pastikan juga kamu mengisi semua dokumen yang diperlukan dengan baik dan benar, termasuk dalam hal nomor telepon yang dapat dihubungi dan alamat kantor. Di samping itu, bank biasanya meminta nomor telepon keluarga yang tidak tinggal serumah untuk memastikan kamu tidak berbohong soal identitasmu.

2. Penuhi syarat gaji minimal

Setiap bank penerbit kartu kredit selalu menetapkan syarat gaji minimal untuk tiap kartu kredit yang diterbitkannya. Besaran gaji minimal ini bisa berbeda-beda tergantung jenis kartu. Makin banyak benefit yang diberikan, makin tinggi pula besaran minimalnya.

Batas gaji minimal untuk pengajuan kartu kredit dengan limit terkecil adalah Rp 3 juta, sesuai aturan dari Bank Indonesia (BI). Hal ini bisa ditunjukkan dengan melampirkan slip gaji dari perusahaan tempatmu bekerja.

Selain itu, untuk memperbesar kemungkinan permohonan kartu kreditmu diterima, setidaknya tunggulah sampai kamu berstatus karyawan dan bekerja selama satu tahun di perusahaanmu. Dengan demikian, bank bisa melihat kemampuanmu membayar kembali tagihan kartu kredit lebih aman.

Tapi, kalau kamu tidak memiliki slip gaji karena kamu bekerja sebagai freelancer, bukti pembayaran Surat Pemberitahuan (SPT) pajak atau rekapitulasi saldo tabungan tiga bulan terakhir dapat kamu lampirkan ke bank. Jadi, pihak bank bisa melihat kemampuan keuanganmu dengan baik.

(Baca:

7 Rekomendasi Kartu Kredit Pertama dan Cara Mengajukannya)

3. Riwayat keuangan yang baik

Jika dulu ada BI Checking dari Bank Indonesia (BI), maka sekarang ada SLIK alias Sistem Layanan Informasi Keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, fungsi keduanya sebenarnya sama, yaitu merekam riwayat kredit nasabah.

Jika pihak bank mengetahui kamu memiliki riwayat kredit yang buruk karena pernah menunggak cicilan, maka hal itu dapat dijadikan pertimbangan dalam proses pengajuan kartu kredit kamu. Kalau kualitas kreditmu sangat buruk, maka bisa jadi pengajuan kartu kredit baru kamu ditolak.

4. Apply kartu kredit di bank yang tepat

Seperti disebutkan di awal, ajukanlah kartu kredit di bank yang tepat. Lebih mudah bagi kamu untuk mengajukan permohonan kartu kredit di bank tempatmu memiliki rekening, termasuk menjadi nasabah payroll.

Kenapa? Karena lebih mudah bagi bank untuk mengetahui serta melakukan verifikasi riwayat finansial nasabah yang sudah tercatat. Bank akan membutuhkan proses verifikasi yang lebih panjang untuk pemohon kartu kredit yang bukan nasabah eksistingnya.

Tapi, bukan berarti nasabah bank lain tidak bisa mengajukan kartu kredit di bank tersebut. Kemungkinan permohonan pengajuan disetujui tetap terbuka, walaupun mungkin prosesnya lebih memakan waktu.

5. Manfaatkan promosi

Sering melihat gerai promosi kartu kredit di mall atau tempat publik lainnya? Sebenarnya, apply kartu kredit di gerai-gerai seperti itu adalah cara yang tepat karena syaratnya biasanya dipermudah. Pengajuan di mall biasanya tidak memerlukan slip gaji dan hanya membutuhkan KTP.

Cara lainnya adalah dengan memanfaatkan program member get member. Misalnya, minta referensi dari teman atau rekan kerja yang sudah memiliki kartu kredit dari bank yang kamu incar.

6. Jangan mengajukan banyak kartu kredit sekaligus

Pengajuan kartu kredit sebaiknya dilakukan satu per satu. Jika proses pengajuan di satu bank sudah selesai dan mendapat hasil pasti, maka baru kamu bisa mengajukan permohonan ke bank lain. Kalau permohonanmu disetujui dan kartu kredit sudah di tangan pun lebih baik menunggu selama beberapa waktu sebelum mengajukan kartu kredit baru ke bank lain.

Aturan BI memperbolehkan kamu yang memiliki pendapatan Rp 3-10 juta untuk mempunyai kartu kredit dari maksimal dua penerbit, sedangkan kamu yang berpenghasilan di atas Rp 10 juta tidak dibatasi jumlah kepemilikan kartu kreditnya.

Bagaimana? Apakah ada hal-hal yang belum pernah kamu ketahui dalam mengajukan aplikasi kartu kredit? Kalau pengajuan kartu kreditmu sudah berhasil, selamat!

Tapi ingat, memiliki kartu kredit berarti ada tanggung jawab baru yang harus kamu penuhi, yaitu disiplin dalam menggunakannya dan disiplin dalam membayarnya. Jangan sampai kartu kredit justru menambah beban finansialmu ya!

(Baca:

Ini Panduan Lengkap Pengajuan Kartu Kredit Online)

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site