Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

5 Cara Nego Gaji Sebelum Deal Menurut Psikolog

Tes tertulis sudah, tes psikologis lolos, interview beres, tiba saatnya tahap selanjutnya: nego gaji. Ingat, sebagai orang yang tinggal sejengkal lagi deal kerja, kamu punya posisi tawar untuk nego gaji. Tapi tak semua orang bisa mempraktikkan cara nego gaji hingga berhasil sesuai dengan harapan meski sudah bersiap-siap. Apalagi mereka yang berstatus fresh graduate alias lulusan baru yang belum berpengalaman secara profesional.

Menurut Dr David Shen-Miller, PhD, psikolog asal Amerika Serikat, seperti dimuat di situs American Psychological Association (APA), cara nego gaji membutuhkan keterampilan halus. Dia dan psikolog lain mengakui menghadapi kesulitan ketika hendak nego gaji saat pertama kali diterima bekerja di sebuah institusi. Jadi wajar bila orang biasa juga bingung menemukan cara nego gaji yang tokcer buat dirinya.

Meski demikian, ada sejumlah tips nego gaji yang bisa mereka bagikan buat yang hendak menyiapkan diri menghadapi HRD sebelum deal kerja pertama kali.

1. Ketahui Nilaimu

Cara nego gaji yang manjur adalah yang dilakukan oleh orang yang mengetahui nilai dirinya sendiri. Maka, sebelum datang ke ruang HRD untuk nego gaji, bikinlah riset kecil-kecilan mengenai rentang gaji untuk posisi yang kamu lamar.

Cek situs yang memberikan informasi mengenai gaji pekerja di banyak perusahaan Indonesia. Beberapa situs mensyaratkan registrasi dulu sebelum bisa melongok data gaji di dalamnya. Tak apa-apa registrasi asalkan sudah yakin bahwa situs itu bukan situs abal-abal yang hanya mengumpulkan data orang. Situs lowongan kerja juga kadang menyediakan info gaji posisi yang diiklankan, tapi tergantung kebijakan perusahaan yang membuka lowongan tersebut.

Setelah tahu rentang gaji itu, kamu bisa mengira-ngira berapa nilai yang tepat untukmu. Perhatikan jumlah pelamar yang ikut tes bersamamu untuk mengetahui seberapa banyak kandidat yang bisa kamu kalahkan untuk mendapatkan posisi itu. Bila kamulah yang terpilih di antara banyak kandidat, apalagi jika mereka berkualitas, berarti nilai tawarmu memang tinggi dan kesempatan nego gaji berhasil juga lebih tinggi.

2. Nego Saja

Negosiasi gaji wajar dilakukan sebelum deal kerja. Karena itulah fresh graduate perlu mengetahui cara nego gaji. Bahkan ini tahap yang sangat penting karena akan menentukan roda kehidupan selanjutnya, setidaknya hingga kenaikan gaji tahun depan.

Menurut penelitian di Journal of Organizational Behavior pada 2011, orang yang menegosiasikan gaji pertamanya mendapatkan penghasilan lebih besar dibanding mereka yang langsung menerima tawaran gaji tanpa nego.

Tips cara nego gaji ini mungkin terdengar sederhana, tapi bisa jadi sulit dipraktikkan ketika sudah di depan HRD. Harus digarisbawahi bahwa promosi dan kenaikan gaji selanjutnya akan didasarkan pada gaji pertama yang kamu terima. Jadi gaji pertama itu akan terus mengikuti, bahkan hingga pindah ke perusahaan baru. Tak ada ruginya mencoba nego gaji, termasuk ketika kamu sangat membutuhkan pekerjaan itu. Skenario terburuk adalah mendapat jawaban “maaf, tidak bisa”.

(Baca:

8 Tips Meminta Kenaikan Gaji Kepada Atasan)

3. Berlatih Nego

Cara nego gaji berupa teori tiada guna tanpa praktik. Maka berlatihlah dulu sebelum sungguh bernegosiasi dengan HRD. Saat kamu memulai nego gaji, mungkin HRD akan membalas,” Kenapa kamu merasa pantas dengan gaji segitu.” Daripada gelagapan nantinya di depan HRD, siapkan dulu jawaban untuk pertanyaan itu.

Jadi, sebelum melontarkan angka gaji yang kamu harapkan, mulailah dengan menjelaskan sekilas kelebihanmu dan apa manfaatnya buat calon kantor barumu. Kamu juga bisa menerangkan bahwa kamu sudah membuat riset soal rentang gaji posisi yang kamu lamar. Jadi HRD punya perspektif yang akan mendukung negosiasi dan bisa menjadi dasar untuk memberikan jawaban nego yang sesuai untukmu.

Kamu bisa meminta saudara, teman, atau pacar untuk bermain peran buat berlatih nego gaji. Bila memungkinkan, bangunlah suasana layaknya di ruang HRD betulan. Dengan kursi, meja, buku, juga baju formal. Mirip-miriplah dengan suasana ketika interview kerja sebelumnya.

4. Jangan Terburu-buru

Kamu bisa jadi akan merasa terdesak untuk segera menerima tawaran gaji meski nego tak berlangsung sesuai dengan harapan. Tapi kamu sebaiknya tidak terburu-buru mengiyakan ataupun menolak tawaran itu. Alih-alih langsung memberikan jawaban, kamu bisa bilang, “Saya tertarik, tapi saya perlu memikirkan lagi tawaran ini. Bisakah saya minta waktu sejenak untuk mempertimbangkannya?”

Kamu mungkin diberi waktu beberapa menit di ruangan itu atau bahkan dibolehkan pulang dulu untuk kemudian menghubungi perusahaan kembali jika sudah ada keputusan. Gunakan waktu ini untuk benar-benar menimbang tawaran tersebut. Apakah mungkin ada alternatif? Atau sudah cukup bagus sebagai permulaan? Bila kamu diminta memberikan jawaban saat itu juga, berarti jawabanmu harus mengacu pada keputusan yang seharusnya sudah kamu siapkan sebelum nego gaji, apakah menolak atau menyetujui jika tawaran di bawah rentang gaji yang kamu harapkan.

5. Ada Alternatif Selain Gaji

Kalau cara nego gaji yang kamu terapkan tak berbuah hasil, pikirkan apa tawaran lain yang bisa mereka berikan kepadamu. Contohnya tunjangan pulsa, jam kerja fleksibel, pelatihan, atau beasiswa. Perusahaan mungkin memang tak bisa memberikan gaji lebih tinggi, tapi mereka dengan senang hati dapat menawarkan pelatihan dan beasiswa karena itu juga akan berguna buat perusahaan sendiri.

Begitu banyak cara nego gaji, tapi tidak semuanya cocok untuk setiap orang. Semua berpulang pada kondisi riil ketika nego gaji, terutama posisi tawar pelamar dan kebijakan perusahaan. Sebab, ada pula perusahaan yang sudah mematok gaji untuk setiap karyawan baru itu sekian dan tak bisa diotak-atik. Yang jelas, nego gaji bukanlah ajang debat atau berkompetisi. Sebaliknya, ini adalah forum diskusi untuk mencari win-win solution karena antara perusahaan dan pekerja harus tercipta relasi yang saling menguntungkan, bukan merugikan.

(Baca:

Jangan Sepelekan Slip Gaji, Ini 6 Manfaatnya Buat Keuangan)

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site