GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

5 Cara Mengatur Gaji UMR Supaya Dompet Aman

Memiliki gaji pas-pasan UMR bisa membuat hati tidak tenang. Apalagi, ketika harga-harga kebutuhan sehari-hari naik dan kamu tidak memiliki pemasukan sampingan. Tapi, ada cara mudah mengatur gaji UMR supaya hidup tenang kok.

Seperti halnya cara mengatur pengeluaran untuk gaji di atas UMR, yang paling utama adalah memiliki catatan keuangan. Isinya mencakup besaran pemasukan dan pengeluaran, serta perincian biaya kebutuhan sehari-hari dan tagihan rutin selama sebulan. Dengan catatan yang rapi, kamu bisa melihat dengan jelas pola finansialmu dan menyesuaikan mana yang harus diprioritaskan.

Prioritas utama bagi yang memiliki gaji UMR adalah mengamankan tempat tinggal, biaya makan, dan ongkos transportasi ke kantor. Bagi yang sudah memiliki anak, akan ada tambahan dari biaya popok atau sekolah anak. Terkadang, ada pula yang membiayai orang tua.

Jadi, tidak perlu terlalu ambisius dengan harus memiliki dana darurat atau investasi. Kalau kamu masih bisa menabung, maka itu adalah hal yang bagus dan disiplinlah dengan tabunganmu. Dana darurat dan investasi bisa masuk dalam perhitungan kalau kamu mendapat pemasukan tambahan, misalnya ada bonus dari kantor atau Tunjangan Hari Raya (THR). Selebihnya, atur saja pendapatanmu untuk prioritas utama tadi.

1. Menekan biaya tempat tinggal

Cara terbaik untuk menekan biaya tempat tinggal adalah dengan tinggal di dekat kantor, supaya kamu bisa menghemat ongkos perjalanan. Selain itu, kamu dapat menghemat energi pulang pergi kantor dan mungkin saja masih bisa mencari pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan. Biasanya, masih ada rumah kontrak atau kos yang biayanya lebih terjangkau di daerah pemukiman.

Tapi, lokasi memang bisa menjadi tantangan kalau kantormu berada di daerah mentereng, seperti kawasan Kuningan atau Sudirman di Jakarta. Jika kasusnya demikian, seringkali kamu harus memilih fasilitas dan kondisi tempat tinggal yang kamu inginkan dengan apa yang tersedia atau memilih lokasi yang sedikit lebih jauh tetapi lebih nyaman. Pikirkan dan hitung ulang keunggulan dan kelemahannya, apalagi kalau kamu sudah memiliki keluarga.

(Baca:

Subsidi Gaji dari Pemerintah, Siapa yang Berhak Terima?)

2. Rajin memasak

Memiliki gaji UMR bukan hambatan untuk makan enak. Resepnya hanya satu: rajinlah memasak sendiri.

Membeli makan di warteg atau restoran Padang memang terlihat murah, mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu untuk satu kali makan. Tapi, kalau dilakukan setiap hari selama sebulan, maka totalnya menjadi Rp1,8 juta. Itu belum termasuk jajan kecil dan biaya nongkrong pada akhir pekan, atau ketika rekan kerja mengajak makan siang di restoran.

Maka, membeli bahan makanan dan memasaknya sendiri menjadi pilihan yang paling ramah di kantong. Memasak sendiri juga bisa jadi lebih sehat karena kamu dapat mengukur penggunaan bumbu dan menyesuaikannya dengan selera.

Memasak memang awalnya bisa terlihat merepotkan, apalagi kalau kamu tinggal di tempat kos yang tidak ada dapur bersama. Hal ini bisa disiasati dengan membeli rice cooker serbaguna, yang bisa digunakan untuk menanak nasi, membuat sop, dan lain-lain. Harganya memang jauh lebih mahal dibandingkan rice cooker biasa, tetapi dengan manfaat yang lebih besar maka ini bisa kamu anggap investasi jangka panjang.

3. Hemat air dan listrik

Biaya air dan listrik seringkali terlupakan padahal cukup menghabiskan uang kalau kamu boros menggunakannya. Biaya air dan listrik saja bisa menghabiskan ratusan ribu rupiah, sehingga cukup memakan porsi gaji.

Bagi anak kos, sebagian besar kos sudah memasukkan air dan listrik ke dalam tarif kos bulanan sehingga tak perlu pusing lagi untuk membayar tambahannya. Nah, bagi yang kosnya tidak termasuk biaya air dan listrik atau tinggal di rumah sendiri, berhematlah.

Hemat bisa dimulai dari hal sederhana seperti tidak menyalakan air terus menerus ketika cuci tangan atau menggosok gigi, mencabut stop kontak ketika tidak digunakan, atau mematikan lampu ketika meninggalkan kamar. Jika memungkinkan, ganti lampu dengan yang lebih hemat listrik. Lalu, matikan laptop dan perabotan lain yang menggunakan listrik saat tidak dipakai. Penggunaan AC juga harus diukur, misalnya hanya dipasang pada malam hari saat tidur dan pada siang hari menggunakan kipas angin.

4. Hemat ongkos transportasi

Untuk yang tempat tinggalnya jauh dari kantor, ada beberapa alternatif dalam menuju kantor. Kamu bisa menggunakan transportasi umum, menggunakan kendaraan pribadi, menebeng rekan kerja yang rumahnya searah denganmu, atau menggunakan jemputan kantor.

Yang paling hemat tentu saja menggunakan jemputan kantor atau menebeng rekan kerja. Tapi, untuk kamu yang menggunakan pilihan terakhir, ingat bahwa kamu juga harus menyumbang biaya BBM, tol, atau parkir ya. Besarannya bisa disesuaikan dengan kesepakatan.

Kalau kamu memilih menggunakan kendaraan pribadi, jangan lupa hitung biaya BBM yang harus dikeluarkan selama sebulan untuk menempuh jarak rumah-kantor. Hitung lagi apakah lebih menguntungkan untuk memakai kendaraan pribadi atau menggunakan transportasi umum. Kamu juga bisa memadukan keduanya, misalnya memakai kendaraan pribadi sampai lokasi park and ride, lalu menyambungnya dengan transportasi umum.

(Baca:

8 Tips Agar Gajian Aman Sampai Akhir Bulan)

5. Jangan gengsi dan FOMO

Seringkali gaya hidup adalah ganjalan terbesar dalam mengatur keuangan. Apalagi, keinginan untuk pamer di media sosial kadang sulit untuk dihindari.

Tapi, gengsi dan FOMO alias Fear Of Missing Out memang harus dihilangkan. Tidak perlu gengsi menggunakan tas merek lokal kalau kamu memang tidak mampu membeli tas Coach misalnya, atau menggunakan ponsel keluaran tahun 2017 kalau memang masih berfungsi seperti ponsel baru. Tidak perlu pula malu kalau tidak terbang ke Bali pada akhir pekan untuk berlibur karena tidak semua orang mampu dan mau.

Lebih baik, alihkan energimu untuk hal-hal yang lebih penting untuk dirimu sendiri. Tidak ada salahnya sekali-sekali beristirahat tanpa melakukan apapun di rumah atau kos. Dengan demikian, energimu untuk kembali bekerja dan menabung menjadi lebih besar.

Mengatur gaji UMR memang gampang-gampang sulit. Gampang karena sebenarnya resepnya mudah, yaitu menekan pengeluaran yang tidak perlu dan mengalihkannya untuk hal lain yang lebih penting atau menyisihkannya untuk tabungan. Tapi, sulit karena terkadang ada saja godaan untuk membeli hal-hal yang tidak masuk prioritas atau ketika ada peristiwa yang membuatmu harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar.

Lima cara mengatur gaji UMR ini mudah-mudahan bisa membantumu duduk sebentar dan mengatur kembali apa yang menjadi prioritas. Jangan lupa pantau terus GoBear untuk tips mengatur pengeluaran lainnya ya!

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site