Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

4 Tips Investasi Reksadana yang Gampang Buat Pemula

Tertarik berinvestasi di pasar modal tapi masih takut untuk masuk ke saham atau memiliki dana yang terbatas? Reksadana bisa jadi pilihan untuk kamu yang masih khawatir atau belum paham dengan investasi saham. Nah, ada beberapa tips investasi reksadana yang gampang dan menguntungkan yang bisa kamu ikuti.

Supaya menguntungkan, tentunya kamu harus terlebih dulu memahami apa itu reksadana. Seperti disampaikan di website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), reksadana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Jadi, kamu tinggal mengeluarkan dana dengan besaran tertentu untuk membeli produk reksadana yang diinginkan.

Untuk berinvestasi di reksadana, kamu tidak perlu dana yang besar seperti halnya berinvestasi di saham atau obligasi secara langsung. Jadi, risikonya pun lebih kecil dibandingkan dua instrumen tadi. Bahkan, sekarang kamu bisa membeli reksadana hanya dengan Rp 10 ribu di e-commerce, seperti Bukalapak dan Tokopedia.

Tidak punya keahlian atau pengetahuan yang cukup untuk menentukan saham apa yang harus dipilih? Keuntungan lain dari investasi reksadana adalah kamu tidak perlu bingung memilih saham atau obligasi apa yang sebaiknya diambil karena ada manajer investasi yang membantu. Manajer investasi lah yang akan membantu kamu menentukan produk yang paling cocok, sesuai dengan tujuan, profil, dan kemampuan investasi kamu.

Misalnya, kalau kamu berinvestasi untuk menyiapkan dana pendidikan anak, maka yang paling cocok adalah jenis reksadana saham. Tapi, kalau kamu berinvestasi untuk menyiapkan dana untuk menikah, maka bisa jadi reksadana pasar uang lah yang lebih tepat.

Untuk membantu kamu yang masih bingung bagaimana berinvestasi di reksadana dengan mudah supaya memberikan keuntungan maksimal, ikuti saja langkah-langkah berikut:

1. Tentukan tujuan dan jangka waktu investasi reksadana

Pertama-tama, pastikan dulu apa tujuan kamu berinvestasi. Apakah supaya bisa berlibur lebih banyak dalam setahun, menyiapkan dana pendidikan anak hingga kuliah, menyiapkan dana simpanan untuk hari tua, atau agar dana menganggur kamu bisa berputar? Kalau sudah tahu tujuan investasi kamu apa, akan lebih mudah untuk menentukan jenis reksadana yang sesuai.

Kamu juga sebaiknya menentukan lebih awal berapa lama dana tersebut ingin kamu investasikan. Apakah dalam jangka pendek seperti satu hingga tiga tahun atau untuk jangka panjang di atas lima tahun? Apakah kamu ingin cepat mendapat keuntungan atau dana yang ada sengaja kamu simpan untuk waktu lama?

2. Pahami jenis-jenis reksadana

Secara umum, ada empat jenis reksadana yang bisa kamu pilih, yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana campuran. Perbedaannya ada di alokasi investasinya. Ada yang 100 persen ditempatkan di obligasi, dan ada pula yang sebagian besar ditaruh di saham. Hal ini menentukan risiko investasi dan imbal hasil yang akan kamu terima sebagai keuntungan tiap bulannya.

Seperti disebutkan sebelumnya, reksadana untuk dana pendidikan dan dana menikah akan berbeda. Hal ini karena disesuaikan dengan di mana dana investasi kamu ditempatkan, apakah di obligasi, saham, atau keduanya.

Untuk dana pendidikan misalnya, reksadana saham memiliki risiko yang tinggi tapi potensi imbal hasilnya paling optimal, terutama untuk jangka panjang. Sementara itu, dana pernikahan lebih sesuai menggunakan reksadana pasar uang karena risikonya lebih rendah dan potensi imbal hasilnya sedikit lebih tinggi dari deposito.

Jenis reksadana yang sesuai untuk kamu juga bisa berbeda-beda tergantung dari berapa lama waktu investasi yang kamu inginkan.

Jangan lupa juga untuk lihat rekam jejak keuntungan, setidaknya selama tiga tahun terakhir, atas produk reksadana yang kamu incar. Pastikan keuntungannya konsisten, jadi investasi kamu lebih prospektif.

3. Pilih platform dan manajer investasi yang tepat

Kalau kamu membayangkan harus mendatangi kantor manajer investasi atau agen penjual reksadana untuk bisa membeli reksadana, buang jauh-jauh pikiran jadul itu. Sekarang ada banyak sekali platform online yang bisa kamu pilih untuk mengelola investasi reksadanamu, seperti Bukalapak, Tokopedia, Bareksa, atau Bibit.id. Pengelolaan dan pengawasan investasi kamu pun jadi lebih praktis.

(Baca:

6 Tempat Investasi Reksadana Online, Modal Mulai Rp 10.000)

Perlu diingat, platform-platform online ini bekerja sama dengan manajer investasi dan agen penjual yang sudah berizin dan berpengalaman, serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, investasi kamu lebih terjamin.

Kalau kamu punya waktu yang lebih leluasa atau lebih senang mendapat penjelasan secara langsung dari manajer investasi, kamu tinggal mendatangi perusahaan-perusahaan sekuritas atau manajemen aset yang menurutmu paling oke. Di sana, kamu bisa bertanya dan berdiskusi langsung dengan manajer investasi yang ditugaskan untuk mengelola dana kamu untuk membahas tujuan investasi, profil risiko, dan jenis reksadana apa yang paling sesuai denganmu.

Sebelum menentukan platform dan manajer investasi, tentunya kamu harus melakukan riset kecil-kecilan untuk mengetahui mana yang paling oke buatmu. Lihat rekam jejak, konsistensi kinerja, dan jumlah dana kelolaan mereka. Yang terpenting, pastikan pilihan kamu sudah terdaftar, memiliki izin, dan diawasi oleh OJK ya.

4. Pahami prospektus reksadana

Apa itu prospektus? Prospektus reksadana adalah dokumen yang berisi informasi detail mengenai produk reksadana tertentu, mulai dari perizinan, manajer investasi, kebijakan investasi, formulir dan tata cara pembelian serta penjualan unit penyertaan reksadana, hingga pembubaran atau likuidasi reksadana tersebut.

Prospektus ini harus kamu baca dan pahami karena menyangkut uang yang kamu investasikan. Prospektus juga lah yang membedakan investasi resmi dengan abal-abal. Nah, prospektus ini ada dua, yaitu yang prospektus awal yang diterbitkan ketika reksadana terbit pertama kali dan prospektus pembaharuan yang di-update setelah reksadana berusia lebih dari satu tahun.

Dengan membaca dan memahami prospektusnya, kamu juga jadi tahu apa saja risiko yang ada di reksadana tersebut.

(Baca:

Untung Maksimal dari Investasi Reksadana. Begini Caranya)

Seperti jenis investasi lainnya, investasi reksadana juga memiliki risikonya sendiri. Karena terkait dengan pasar modal, maka naik turun di pasar modal akan berpengaruh terhadap kinerja reksadana kamu. Oleh karena itu, kamu harus siap dan tidak panik ketika pasar sedang turun.

Perlu diingat juga, reksadana akan lebih menguntungkan kalau kamu rajin top up alias menambah dana di produk yang sudah kamu pilih atau membeli lebih banyak reksadana. Tentunya, dengan mengikuti lagi langkah-langkah investasi reksadana yang di atas ya. Selamat mencoba!

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site