GoBear is now part of Finder

Finder is committed to editorial independence. While we receive compensation when you click links to partners, they do not influence our content.

4 Cara Mengatur Keuangan Buat yang Bergaji UMR

Cara mengatur keuangan buat yang bergaji UMR alias upah minimum regional sedikit berbeda. Demi bisa menabung hingga mewujudkan impian finansial pada masa depan, butuh upaya ekstra.

Terlebih jika hidup di kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya, yang di mana-mana serba duit. Mau ambil duit di ATM saja mesti keluar duit setidaknya Rp 2.000 buat parkir.

Berikut ini tips cara mengatur keuangan buat yang bergaji UMR:

1. Bikin APBD bulanan

APBD alias anggaran pendapatan dan belanja diri menjadi hal utama untuk mengatur keuangan. Pemerintah daerah juga punya APBD. Sedangkan negara punya APBN.

Itu bukti bahwa anggaran pendapatan dan belanja amat penting. Tak mengherankan penyusunan anggaran ini kerap kali penuh intrik dan konflik.

Penyusunan anggaran untuk diri sendiri bisa jadi juga begitu. Bedanya, intrik dan konflik yang muncul mesti diatasi sendiri jika berstatus lajang. Bila sudah punya keluarga, bisa minta bantuan pasangan untuk urusan yang satu ini.

Yang pasti anggaran ini harus memuat:

a. Sumber pendapatan

Kalau hanya ada satu sumber dari gaji UMR itu, masukkan besarannya. Bila ada pemasukan tambahan, misalnya bonus, tunjangan hari raya (THR), atau honor kerja sampingan, juga harus ditulis.

b. Daftar belanja

Tulis daftar belanja yang utama dulu, yang wajib dibayar. Misalnya sewa kos, cicilan, dan kebutuhan pokok seperti makan dan tentu saja kuota Internet. Setelah itu, barulah masukkan belanja non-wajib, seperti biaya nongkrong dan hiburan.

Anggaran menjadi semacam batas suci yang tak boleh dilanggar. Gunanya adalah mengatur keuangan supaya terjaga tetap sehat dan jauh dari ancaman terjerumus ke jurang utang.

2. Pakai prinsip 50 : 30 : 20

Pasangan ibu-anak yang juga ahli keuangan Elizabeth Warren dan Amelia Warren Tyagi merekomendasikan cara mengatur keuangan dengan prinsip 50 : 30 : 20. Rekomendasi itu ada dalam buku All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan karya mereka.

Artinya adalah 50 persen buat kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen buat tabungan. Tapi prinsip ini masih bisa dipecah lagi karena kebutuhan dan keinginan setiap orang berbeda sehingga cara mengatur keuangan pun beda.

Misalnya dari alokasi 50 persen buat kebutuhan, ada 10 persen untuk investasi. Investasi juga sudah menjadi kebutuhan, lho. Apalagi makin mudah berinvestasi secara online.

Yang jelas, kebutuhan ini harus segera dipenuhi di awal. Terutama bayar cicilan atau tagihan, karena ada risiko kena denda dan bunga yang bisa bikin keuangan berantakan.

Keinginan yang 30 persen pun masih bisa ditekan hingga 20 persen atau bahkan 10 persen saja. Umpamanya kebutuhan buat bayar cicilan lebih banyak. Maka alokasi keinginan tak perlu sampai 30 persen.

Adapun alokasi 20 persen untuk tabungan sebaiknya tak diotak-atik. Sebisa mungkin tabungan tetap ada meski gaji UMR. Minim 10 persen dari gaji dimasukkan ke pos tabungan sebagai dana cadangan buat kebutuhan masa depan atau untuk kondisi darurat.

3. Detail mengatur keuangan

Ini yang sering dilalaikan. Cara mengatur keuangan mesti detail agar tak terjadi penyelewengan atau kebocoran anggaran.

Contohnya dalam kebutuhan pokok hanya ditulis “bayar tagihan”. Padahal tagihan di sini bisa dipecah lagi ke pos tagihan listrik, telepon, air, hingga Internet. Tiap pos itu punya angka yang spesifik.

Jika menyusun anggaran secara kasar saja, risiko bocor sangat tinggi. Bisa saja terjadi salah hitung yang justru bikin pos itu minus. Satu saja kesalahan hitung untuk suatu pos pengeluaran bakal mempengaruhi pos pengeluaran yang lain.

(Baca: 8 Kesalahan Mengatur Keuangan Ini akan Kamu Sesali di Hari Tua)

4. Pakai cara mengatur keuangan khusus

Gaji UMR berarti keterbatasan ada di sana-sini. Karena itu, bisa jadi diperlukan trik khusus sebagai cara mengatur keuangan.

Trik ini antara lain:

– Hemat….hemat…hemat

Penghematan harus menjadi prinsip hidup mereka yang bergaji UMR. Ada hal-hal kecil yang bisa dilakukan untuk berhemat, misalnya beli bahan sayur dan masak sendiri untuk menu sehari ketimbang makan di luar.

Atau masak nasi sendiri dan beli lauknya saja. Lauk berupa sayur pun bisa dibagi sebagai menu sarapan dan makan siang. Bila lauk sisa, daripada dibuang, mending simpan di kulkas untuk dihangatkan kemudian.

– Bikin rekening khusus

Agar tabungan selalu ada, bikin rekening khusus untuk ini. Jika perlu, buka rekening rencana yang kalau diambil bakal kena denda. Atau bahkan rekening yang tak dilengkapi kartu ATM agar repot buat diambil.

– Buang gengsi

Gengsi sangat mematikan buat yang bergaji UMR. Misalnya demi diterima pergaulan rela rogoh kocek dalam-dalam untuk nongkrong tiap akhir pekan. Di Starbucks lagi. Bisa-bisa belum akhir bulan gaji sudah minus.

– Cari pemasukan tambahan

Cara mengatur keuangan tetap sehat bisa lewat pemasukan tambahan. Misalnya dengan menjadi dropshipper atau jualan online yang minim modal atau bahkan tanpa modal sama sekali. Atau jadi YouTuber yang potensi pemasukannya tak terhingga.

Gaji UMR memang membuat hidup jadi terbatas. Tapi selalu ada cara menyiasatinya. Sembari mempraktikkan cara mengatur anggaran dengan disiplin, coba cari peluang untuk menaikkan pendapatan.

Bisa dengan pindah kerja ke tempat yang lebih menjanjikan. Bisa pula dengan berhenti jadi pegawai untuk menjadi pengusaha mandiri.

(Baca:

20 Ide Usaha Sampingan Minim Modal dan Waktu Fleksibel)

More guides on Finder

Ask an Expert

You are about to post a question on finder.com:

  • Do not enter personal information (eg. surname, phone number, bank details) as your question will be made public
  • finder.com is a financial comparison and information service, not a bank or product provider
  • We cannot provide you with personal advice or recommendations
  • Your answer might already be waiting – check previous questions below to see if yours has already been asked

Finder.com provides guides and information on a range of products and services. Because our content is not financial advice, we suggest talking with a professional before you make any decision.

By submitting your comment or question, you agree to our Privacy Policy and Terms.

Questions and responses on finder.com are not provided, paid for or otherwise endorsed by any bank or brand. These banks and brands are not responsible for ensuring that comments are answered or accurate.
Go to site